Wallpaper semakin populer karena daya tarik estetikanya yang tinggi, desain yang beragam, dan kemampuannya untuk dengan cepat menyegarkan ruang hunian. Namun, material ini membutuhkan perawatan yang lebih teliti untuk mencegah pemudaran atau pengelupasan perekat.
Seiring waktu, kotoran, sidik jari, noda minyak, dan jamur akan menyebabkan permukaan dinding kehilangan kilau aslinya. Menjaga dinding berwallpaper tetap bersih dan mengkilap tidak hanya memperpanjang umur material tetapi juga melindungi kesehatan seluruh keluarga.

Banyak jenis wallpaper yang indah tetapi mudah menarik debu dan kotoran. (Foto: HomeClean)
Bersihkan debu kering dari wallpaper secara teratur.
Sebelum memulai proses pembersihan apa pun dengan air atau bahan kimia, langkah pertama dan terpenting adalah menghilangkan debu kering yang menempel pada permukaan. Banyak orang sering membuat kesalahan dengan langsung menggunakan kain basah untuk menyeka dinding yang berdebu, menyebabkan kotoran bercampur dengan air, menciptakan bercak hitam yang tidak sedap dipandang dan menembus lebih dalam ke dalam tekstur wallpaper.
Anda sebaiknya menggunakan pengki berbulu lembut atau penyedot debu dengan alat tambahan sikat berbulu lembut untuk menyapu dengan lembut dari langit-langit ke lantai. Selain itu, memahami karakteristik wallpaper yang Anda gunakan akan menentukan daya tahannya setelah dibersihkan.
Wallpaper modern sering dilapisi dengan lapisan vinil pelindung, sehingga tahan lembap dan mudah dibersihkan dengan kain lembap. Sebaliknya, wallpaper tradisional yang terbuat dari pulp murni atau tekstil berkualitas tinggi sama sekali tidak boleh menyerap air, karena hal ini akan menyebabkan wallpaper tersebut hancur dan robek.
Untuk jenis kertas yang tidak tahan air ini, spons kering khusus yang dirancang untuk menyerap kotoran dan debu akan menjadi solusi pembersihan yang paling aman.

Tergantung pada bahannya, dibutuhkan metode pengolahan yang berbeda. (Foto: Dreamstime)
Cara membersihkan wallpaper
Untuk membersihkan wallpaper secara efektif tanpa merusak strukturnya, Anda perlu mengidentifikasi dengan jelas jenis material yang Anda gunakan dan menerapkan metode yang tepat. Berikut adalah 5 cara membersihkan wallpaper, dari yang dasar hingga yang tingkat lanjut, yang membantu menjaga ruang hidup Anda tetap bersih dan tampak baru.
Cairan pencuci piring yang diencerkan
Di area yang sering dilalui seperti ruang tamu atau lorong, wallpaper mudah terkena noda kotoran umum seperti bekas keringat, sidik jari, atau debu yang menumpuk. Untuk mengatasi masalah ini dengan lembut, larutan sabun cuci piring yang diencerkan dengan air hangat adalah pilihan yang optimal.
Sifat pembersih sabun cuci piring yang lembut sudah cukup untuk melarutkan kotoran tanpa merusak atau menghapus pola pada kertas. Cukup campurkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam baskom kecil berisi air hangat hingga berbusa ringan.
Gunakan kain mikrofiber yang sangat lembut, celupkan ke dalam larutan dan peras hingga benar-benar kering, pastikan kain hanya sedikit lembap. Usap area yang bernoda dengan lembut menggunakan gerakan melingkar atau dari atas ke bawah.
Setelah dilap dengan air sabun, gunakan kain bersih lain yang dicelupkan ke dalam air dingin dan diperas untuk menyeka sisa busa. Terakhir, gunakan kain kering atau nyalakan kipas angin untuk mengeringkan dinding segera, mencegah air meresap ke tepi wallpaper.
Tepung maizena atau bedak talk
Area dapur atau dinding di dekat meja makan sangat rentan terhadap cipratan minyak selama memasak dan aktivitas sehari-hari. Jika dibiarkan, noda minyak dapat meresap ke dalam serat kertas, menciptakan bercak kuning yang tidak sedap dipandang dan menarik serangga.
Karena lemak dan minyak tidak larut dalam air, menggunakan kain basah biasa untuk menyekanya terkadang dapat menyebarkan noda lebih jauh. Solusi cerdas dalam hal ini adalah menggunakan bedak dengan sifat penyerapan kelembapan dan minyak yang tinggi, seperti tepung maizena atau bedak bayi.

Banyak bagian wallpaper yang bernoda minyak. (Foto: Dreamstine)
Campurkan tepung maizena dengan air hingga membentuk pasta, lalu oleskan secara merata pada area berminyak di wallpaper dan biarkan hingga benar-benar kering. Setelah kering, tepung maizena akan secara otomatis menyerap minyak dari permukaan wallpaper.
Pada tahap ini, cukup gunakan sikat berbulu lembut untuk menyapu bubuk yang sudah kering, dan dinding akan bersih kembali. Jika noda minyak masih baru, Anda juga bisa menaburkan bedak tabur langsung di atasnya, diamkan selama sekitar 10 menit, lalu bersihkan dengan kain kering.
Pengering rambut
Jika ada anak kecil di dalam keluarga, hampir tidak dapat dihindari bahwa wallpaper akan berubah menjadi kanvas yang dipenuhi coretan pensil, krayon, atau bahkan permen karet. Krayon berbahan dasar minyak dan karenanya sangat lengket, dan permen karet, ketika mengering, akan menempel erat pada permukaan wallpaper. Mengikis dengan kasar pasti akan merobek lapisan permukaan wallpaper.
Untuk menghilangkan noda krayon, Anda dapat menggunakan panas dari pengering rambut yang biasa Anda miliki. Nyalakan pengering rambut pada pengaturan panas sedang dan tiupkan langsung ke area yang terkena noda krayon untuk melunakkan lilin yang menempel di dinding.
Begitu lilin mulai meleleh, segera seka noda tersebut dengan tisu atau kain lembut. Untuk noda permen karet, letakkan es batu di atas permen karet selama beberapa menit agar mengeras.
Setelah permen menjadi rapuh karena dingin, gunakan kuku jari atau sendok plastik untuk mengupasnya perlahan dari dinding tanpa meninggalkan bekas.

Pembersihan rutin membantu memperpanjang umur wallpaper. (Foto: Stewart)
Cuka putih
Di iklim panas dan lembap, terutama selama musim hujan, wallpaper mudah diserang jamur, membentuk bintik-bintik hitam atau hijau yang tidak sedap dipandang dan sangat memengaruhi sistem pernapasan anggota keluarga.
Saat Anda menemukan jamur, Anda perlu segera mengatasinya untuk mencegah spora jamur menyebar ke seluruh permukaan dinding. Alih-alih menggunakan pembersih berbahan dasar klorin yang keras yang dapat dengan mudah memudarkan wallpaper, cuka putih adalah "senjata" alami yang ampuh.
Asam asetat ringan dalam cuka putih dapat membunuh spora jamur dengan aman dan efektif. Campurkan cuka putih dengan air bersih dalam proporsi yang sama, tuangkan ke dalam botol semprot, dan semprotkan secara ringan ke area yang terkena. Biarkan larutan meresap dan bekerja selama 5 hingga 10 menit. Kemudian, gunakan spons atau kain lembut untuk menyeka jamur.
Setelah dinding bersih, hal terpenting adalah mengeringkan area tersebut secara menyeluruh dengan menyeka menggunakan kain kering, membuka jendela untuk ventilasi, atau menggunakan pengering rambut dengan pengaturan suhu dingin untuk mencegah jamur kembali.
Sumber: https://vtcnews.vn/5-cach-ve-sinh-giay-dan-tuong-sach-dep-nhu-moi-ar1019269.html











Komentar (0)