![]() |
| Menyalakan pemanas ruangan di rumah menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya dan menimbulkan banyak kerutan kecil. (Sumber: Pixabay) |
Alexandra Coromilas adalah dokter kulit di Columbia University Irving Medical Center di Amerika Serikat. Ia memiliki spesialisasi dalam menangani kondisi kulit kronis, perawatan kulit musiman, dan perbaikan lapisan kulit.
Dengan latar belakang penelitian ilmiah yang kuat, Dr. Coromilas telah berpartisipasi dalam banyak proyek tentang dampak lingkungan dan iklim terhadap kesehatan kulit, terutama di musim dingin. Pendapatnya sering dikutip oleh situs web kesehatan dan kecantikan internasional.
Dr. Coromilas menunjukkan 5 kebiasaan umum di musim dingin yang menyebabkan kulit secara bertahap kehilangan lapisan pelindung alaminya dan menua dengan cepat.
Nyalakan AC atau pemanas di rumah
Saat cuaca dingin, kelembapan udara menurun drastis, menyebabkan kulit kehilangan kelembapan lebih cepat. Dokter kulit Alexandra Coromilas mengatakan bahwa lingkungan dalam ruangan, terutama saat pemanas ruangan menyala, menyebabkan suhu permukaan kulit meningkat, mengurangi elastisitas, dan membentuk banyak kerutan kecil.
Perubahan ini terjadi hanya setelah beberapa jam terpapar kondisi kelembapan rendah, membuat lapisan kulit tidak seimbang dan lebih rentan.
Mandi air panas terlalu lama
Mandi dengan air yang terlalu panas merupakan penyebab penuaan kulit yang sering terabaikan. Menurut Dr. Alexandra Coromilas, air panas mengikis minyak alami kulit, "semen" yang menjaga permukaan tetap lembap dan terlindungi.
Ketika lapisan minyak ini rusak, kulit menjadi kering, gatal, iritasi, dan menua sebelum waktunya. Mandi air panas yang terlalu lama juga dapat memperparah dehidrasi, terutama pada lansia yang lapisan minyak alaminya telah berkurang.
Malas minum air
Musim dingin mengurangi rasa haus, sehingga banyak orang minum lebih sedikit air. Inilah alasan mengapa tubuh dan kulit kekurangan kelembapan dari dalam. Namun, para dermatologis menekankan bahwa minum air putih hanyalah sebagian dari solusi; untuk menghidrasi kulit secara menyeluruh, penting untuk mengombinasikan pelembap dengan produk yang tepat seperti ceramide, gliserin, atau squalane.
Lewati tabir surya
Kesalahan umum di musim dingin adalah melewatkan penggunaan tabir surya. Meskipun matahari lebih hangat, sinar UV tetap menembus awan dan kaca, terus merusak kolagen, yang menyebabkan penuaan dan kulit kendur. Dr. Alexandra Coromilas menyarankan untuk menggunakan tabir surya setiap hari di musim dingin, sama pentingnya seperti di musim panas.
Melembabkan terlalu tebal
Banyak orang mencoba mengimbangi kelembapan kulit dengan mengoleskan krim tebal, tetapi ini dapat menyumbat pori-pori jika produk yang dipilih salah.
Solusi yang disarankan adalah mengutamakan tekstur yang ringan, melapisi pelembap, dan memilih produk dengan bahan yang memperkuat lapisan kulit alih-alih bergantung sepenuhnya pada krim yang berat.
Secara umum, musim dingin menciptakan banyak faktor yang berbahaya bagi kulit, baik dari lingkungan maupun kebiasaan sehari-hari. Mengubah beberapa kebiasaan seperti mandi dengan air hangat, bukan air panas, melembapkan kulit segera setelah mandi, menggunakan pelembap udara, dan selalu menggunakan tabir surya akan secara signifikan mengurangi risiko penuaan dini.
Sumber: https://baoquocte.vn/5-thoi-queen-pho-bien-trong-mua-cold-khien-lan-da-lao-hoa-nhanh-va-cach-dieu-chinh-335017.html







Komentar (0)