![]() |
Arsenal mengalahkan Spurs 4-1 dalam derby London. |
Hattrick pertama sepanjang karier Eberechi Eze menenggelamkan Tottenham, menjadi pernyataan kuat dari Arsenal: mereka siap memasuki perlombaan kejuaraan dengan semangat seorang pemimpin sejati.
Malam Eze
Arsenal tak mungkin menjalani akhir pekan yang lebih baik. Hanya dua minggu setelah kekalahan telak melawan Sunderland, tim Mikel Arteta kembali dengan cara yang paling meriah: menghajar Tottenham 4-1 dan mengirimkan pesan yang mengerikan bagi liga. Fokusnya, tentu saja, adalah Eze, yang menjadikannya "hari istimewa" dalam arti sepak bola yang sesungguhnya.
Itu adalah hat-trick profesional pertama Eze, yang pertama dalam derby London Utara selama 47 tahun, dan penampilan yang mengubah Emirates menjadi tontonan yang spektakuler. Cara ia mencetak tiga gol terasa begitu jelas: kualitas individu yang cukup untuk mengangkat tim yang sedang memimpikan gelar juara.
Yang lebih penting adalah konteksnya. Sehari sebelum derby, Liverpool kalah dalam pertandingan keenam mereka dalam tujuh pertandingan, sementara Man City kalah dari Newcastle. Sementara itu, Arsenal kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Gabriel, Odegaard, Havertz, dan Gyokeres. Namun, tim Arteta tidak terlena dalam kecemasan. Mereka bermain dengan ketenangan layaknya tim yang percaya pada sistemnya.
Di sisi lain, Tottenham menjadi latar yang sempurna. Tak terkalahkan di laga tandang sepanjang musim, mereka hanya melepaskan tiga tembakan dalam derby ini dengan xG 0,07. Mereka sempat tampil gemilang, berkat tendangan chip brilian Richarlison, tetapi itu pengecualian di 90 menit di mana Arsenal menggilas mereka dengan kecepatan, teknik, dan ide-ide brilian.
![]() |
Eze bersinar dengan kepercayaan diri seorang pemain yang tahu bahwa ia pantas berada di panggung ini. |
Sorotan terbesar tetaplah Eze. Bukan hanya karena tiga golnya, tetapi juga karena simbolismenya. Tottenham sangat ingin merekrutnya di musim panas. Thomas Frank bahkan bercanda: "Eze siapa?" sebelum pertandingan. Malam derby adalah jawaban yang tepat.
Eze bersinar dengan kepercayaan diri seorang pemain yang tahu bahwa ia pantas berada di panggung ini. Ia menyelesaikan pertandingan dengan rapi, menguasai bola dengan tenang, memanfaatkan ruang dengan baik, dan bermain dengan energi seorang pria yang tahu betul arti derby London Utara terbesar.
Arteta tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengungkapkan bahwa Eze meminta untuk berlatih lebih awal meskipun hanya mendapat dua hari libur dari pemusatan latihan tim nasional. "Ketika Anda memiliki bakat dan kecerdasan seperti itu, lalu menambahkan sikap untuk mengembangkan diri, Anda akan mendapatkan momen seperti hari ini," ujar Arteta. Mantan pelatih Bayern, Thomas Tuchel, bahkan berkomentar bahwa Eze adalah "salah satu pemain paling berbakat yang pernah saya lihat."
Yang lebih penting, Eze menghadirkan ketidakpastian bagi Arsenal. Ia telah menorehkan prestasi dalam tiga pertandingan besar berturut-turut: memberikan assist melawan Man City, mencetak gol kemenangan melawan Palace, dan kini mencetak hat-trick melawan Spurs. Kehadirannya telah membuat lini depan Arsenal lebih dinamis, lebih bervariasi, dan lebih inspiratif.
![]() |
Eze menunjukkan nilainya. |
Tidak ada pemain Inggris yang menyumbang lebih banyak gol daripada Eze pada tahun 2025. Dia hanya berada di belakang Erling Haaland, Mohamed Salah, Bryan Mbeumo dan Semenyo dalam hal total gol dan assist.
Siapa yang bisa menghentikan Arsenal?
Namun, dalam persaingan gelar juara, hat-trick Eze hanyalah sebagian dari cerita. Kemenangan atas Tottenham membuat Arsenal unggul enam poin dari Chelsea dan tujuh poin dari Man City. Sejarah Liga Primer juga berpihak pada mereka: tidak ada tim yang pernah kehilangan gelar setelah 12 pertandingan setelah unggul enam poin.
Namun, Arteta menyadari bahwa musim ini bahkan belum setengah jalan. Masih ada Bayern Munich, Chelsea, dan periode Natal yang selalu sulit di depan mereka. Namun yang terpenting, mereka memiliki kedalaman skuad, sesuatu yang kurang mereka miliki musim lalu. Gabriel absen, dan Arsenal bermain solid. Hincapie, seorang juara Bundesliga, menggantikannya tanpa menciptakan celah di lini pertahanan.
Derby London Utara menunjukkan banyak hal. Arsenal memiliki karakter, struktur, kedalaman, dan kini Eze berada dalam performa puncaknya. Tottenham meninggalkan Emirates dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Dan saat Arsenal menjauh dengan selisih enam poin di puncak klasemen, orang bertanya-tanya: akankah ada yang mampu memberi tekanan pada mereka jika Eze terus tampil gemilang seperti ini?
Sumber: https://znews.vn/ai-can-duoc-arsenal-post1605298.html









Komentar (0)