Dalam "masyarakat mini" mana pun, yang muncul sejak dini seringkali bukanlah moralitas, melainkan kekuasaan. Anak-anak, seperti orang dewasa, dengan cepat mengenali siapa yang lebih kuat, siapa yang lebih lemah, dan siapa yang lebih rentan terhadap perundungan. Tanpa bimbingan dari keluarga dan sekolah, ruang kelas dengan mudah beroperasi sesuai dengan mentalitas kawanan: yang kuat menjadi lebih kuat melalui keheningan mayoritas, sementara para korban secara bertahap didorong ke dalam isolasi. Sayangnya, banyak orang dewasa masih memandang kekerasan di sekolah dengan jijik. Mereka percaya itu hanya anak-anak yang bertengkar dan semuanya akan berlalu. Tetapi bagi seorang remaja, kehormatan, rasa malu, dan perasaan diremehkan di depan teman sebaya mereka dapat menjadi luka psikologis yang sangat dalam. Orang dewasa sering menilai sesuatu dengan alasan yang matang, sementara anak-anak memandang dunia hampir sepenuhnya melalui emosi. Ancaman berulang setiap hari, atau tatapan menghina di kelas, sangat menakutkan bagi mereka.

Mencegah dan memerangi kekerasan di sekolah, serta memastikan keamanan dan keselamatan sekolah. (Gambar ilustrasi: baochinhphu.vn)

Yang lebih menakutkan lagi adalah banyak anak tidak berani memberi tahu orang tua mereka karena takut merepotkan mereka, tidak berani memberi tahu guru mereka karena takut akan pembalasan, dan tidak berani melawan karena takut menjadi bahan olok-olok kelompok. Mereka memilih diam, dan orang dewasa keliru percaya bahwa diam adalah hal yang normal. Tetapi terkadang, itu adalah pertanda yang mengkhawatirkan.

Jadi bagaimana kita bisa menghilangkan kekerasan di sekolah, dan bagaimana kita bisa memastikan bahwa setiap hari di sekolah menjadi hari yang menyenangkan bagi anak-anak kita?

Hanya ketika orang dewasa berhenti meremehkan kerentanan anak-anak, barulah kita dapat mencegah tragedi sejak dini. Sekolah harus benar-benar menjadi pelindung bagi siswa yang paling rentan. Guru tidak bisa hanya menjadi penyampai pelajaran; mereka juga harus mampu mengenali perubahan yang tidak biasa dalam psikologi siswa: seorang anak tiba-tiba menjadi kurang banyak bicara, lebih takut pergi ke kelas, sering menarik diri, atau menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang berkepanjangan. Banyak tragedi dapat dicegah jika orang dewasa mendengarkan tepat waktu. Keluarga juga tidak bisa hanya berdiam diri. Banyak orang tua lebih peduli pada nilai anak-anak mereka daripada perasaan mereka. Apakah mereka tahu siapa yang ditakuti anak mereka di kelas, apa yang menyakiti mereka, atau apakah mereka merasa kesepian? Seorang anak hanya akan benar-benar berani mencari bantuan ketika mereka percaya bahwa mereka akan didengarkan, bukan dimarahi atau diremehkan.

Yang terpenting, anak-anak perlu diajarkan tentang rasa welas asih dan keberanian. Kelas yang baik tidak hanya ditentukan oleh guru, tetapi juga oleh sikap siswa terhadap satu sama lain. Banyak tindakan kekerasan yang berkepanjangan bukan hanya disebabkan oleh pelaku perundungan, tetapi juga karena terlalu banyak orang yang diam saja. Ketika keheningan orang banyak secara tidak sengaja mendukung kejahatan, para korban menjadi semakin putus asa. Tidak ada yang dapat mengubah sekolah menjadi dunia yang benar-benar sempurna, karena di mana pun ada manusia, akan selalu ada konflik dan bentrokan. Tujuan terdalam pendidikan bukanlah hanya untuk menciptakan siswa yang unggul, tetapi untuk membantu orang tumbuh tanpa kehilangan rasa harga diri dan kelayakan mereka untuk dilindungi.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/bao-luc-trong-xa-hoi-thu-nho-1040572