Transformasi digital akan sulit berhasil jika masyarakat tetap tidak terlibat. Menyadari hal ini, banyak daerah di Hanoi menerapkan "Gerakan Literasi Digital" secara praktis, berorientasi pada masyarakat, dan berpusat pada masyarakat.
Di distrik Cua Nam, wilayah pusat Hanoi, transformasi digital telah diidentifikasi sebagai tugas politik utama yang terkait dengan pembangunan kawasan perkotaan yang beradab dan modern. Komite Partai distrik menekankan bahwa rakyat adalah subjek sekaligus penerima manfaat langsung dari pencapaian transformasi digital.
Untuk mendekatkan teknologi kepada masyarakat, wilayah tersebut telah memanfaatkan peran Front Tanah Air dan organisasi sosial-politik dalam menyebarluaskan informasi, memberikan bimbingan, dan mendukung masyarakat dalam mengakses lingkungan digital. Konten tentang transformasi digital tidak lagi disajikan dengan cara yang kaku dan membosankan, tetapi disajikan dengan cara yang lebih visual, mudah dipahami, dan multi-platform.
Melalui pertemuan cabang partai dan kelompok lingkungan, serta pemanfaatan platform media sosial seperti Zalo, Facebook, dan halaman penggemar, informasi tentang layanan publik daring, pembayaran digital, identifikasi elektronik, dan keterampilan keamanan daring telah disampaikan secara lebih jelas kepada masyarakat. Infografis, video pendek, dan buku panduan visual telah membantu masyarakat, terutama para lansia, untuk secara bertahap terbiasa dengan teknologi digital.

Salah satu hal yang menonjol di Cua Nam adalah pembentukan tim teknologi digital berbasis komunitas, dengan anggota serikat pemuda sebagai kekuatan intinya. Tim teknologi digital berbasis komunitas ini secara langsung "turun dari pintu ke pintu," membantu masyarakat dalam menginstal aplikasi, menggunakan layanan publik daring, melakukan pembayaran tanpa uang tunai, dan mengakses platform digital penting untuk kehidupan sehari-hari.
Banyak "Kelas Literasi Digital" juga diselenggarakan di kawasan perumahan untuk mempopulerkan keterampilan digital dasar di kalangan masyarakat. Mulai dari menggunakan VNeID dan mencari prosedur administrasi hingga mengakses platform digital untuk pembelajaran, perawatan kesehatan, belanja, dan lain sebagainya, masyarakat secara bertahap merasakan manfaat praktis yang dibawa oleh transformasi digital.
Gerakan ini juga sejalan dengan orientasi utama Partai dan Pemerintah dalam mempopulerkan pengetahuan digital di kalangan seluruh penduduk. Resolusi No. 57-NQ/TW dari Politbiro menetapkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital nasional harus berpusat pada rakyat. Dengan semangat itu, Rencana No. 01-KH/BCĐTW tentang pelaksanaan gerakan "Pendidikan Digital Populer" bertujuan untuk mempopulerkan keterampilan digital dasar di kalangan masyarakat luas dalam periode mendatang.
Sebagai lembaga pengelola negara untuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital, Kementerian Sains dan Teknologi juga mempromosikan banyak program untuk mempopulerkan keterampilan digital, melatih masyarakat dalam bidang AI, data, dan teknologi digital; serta mengkoordinasikan peluncuran "Platform Literasi Digital" untuk membantu masyarakat mengakses pengetahuan digital dengan lebih mudah.
Pengalaman di Hanoi menunjukkan bahwa transformasi digital hanya benar-benar efektif ketika dimulai dari kebutuhan praktis masyarakat. Dari kelas-kelas kecil di kawasan perumahan hingga kelompok pendukung teknologi komunitas, "Gerakan Literasi Digital" secara bertahap berkontribusi pada pembentukan warga digital, masyarakat digital, dan gaya hidup perkotaan yang beradab di era baru.
Sumber: https://mst.gov.vn/binh-dan-hoc-vu-so-den-tung-khu-dan-cu-197260510080516452.htm










Komentar (0)