Diperkirakan 2,3 juta rumah tangga bisnis tidak perlu membayar pajak.

Kementerian Keuangan baru saja menerbitkan laporan penerimaan dan penjelasan pendapat anggota DPR terhadap Rancangan Undang-Undang Pajak Penghasilan Orang Pribadi (perubahan).

Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa, berdasarkan hasil mendengarkan dan menyerap pendapat para anggota DPR , agar isi peraturan perundang-undangan tentang Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi rumah tangga dan orang pribadi pelaku usaha sesuai dengan kenyataan, dan agar pemungutan PPh atas jenis penghasilan lainnya (termasuk penghasilan dari gaji dan upah) relatif adil antara orang pribadi pelaku usaha yang tidak wajib membayar dengan orang pribadi pelaku usaha yang wajib membayar pajak, termasuk pajak pertambahan nilai, Kementerian Keuangan menyampaikan perubahan isi PPh atas penghasilan dari usaha.

Khususnya, terkait tingkat penerimaan bebas pajak, Kementerian Keuangan mengusulkan penyesuaian dari 200 juta VND/tahun menjadi 500 juta VND/tahun. Pada saat yang sama, tingkat 500 juta VND/tahun ini juga merupakan tingkat yang dipotong sebelum pajak sesuai dengan tarif penerimaan.

W-ho bisnis 2.jpg
Kementerian Keuangan mengusulkan penyesuaian tingkat penerimaan bebas pajak dari VND200 juta/tahun menjadi VND500 juta/tahun. Foto: Belanda

Ketika menerapkan tingkat pendapatan ini, Kementerian Keuangan mengatakan diperkirakan sekitar 2,3 juta rumah tangga bisnis tidak perlu membayar pajak, yang mencakup sekitar 90% dari total 2,54 juta rumah tangga bisnis (menurut data per Oktober 2025).

Melengkapi peraturan bagi rumah tangga usaha dan perorangan dengan pendapatan di atas 500 juta VND/tahun hingga 3 miliar VND/tahun, terapkan perhitungan pajak berdasarkan penghasilan (pendapatan dikurangi biaya) untuk memastikan pemungutan pajak sesuai dengan sifat pajak penghasilan pribadi. Oleh karena itu, terapkan tarif pajak sebesar 15% yang serupa dengan tarif pajak penghasilan badan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan Badan No. 67/2025 untuk badan usaha dengan pendapatan di bawah 3 miliar VND/tahun.

Semua rumah tangga bisnis dan individu membayar pajak berdasarkan pendapatan aktual. Jika pendapatan mereka kecil, mereka membayar lebih sedikit, dan jika tidak memiliki pendapatan, mereka tidak perlu membayar pajak. Oleh karena itu, tingkat pendapatan yang tidak dikenakan pajak tidak akan terlalu berdampak pada rumah tangga bisnis dan individu yang dikenakan pajak. Jika rumah tangga bisnis dan individu tidak dapat menentukan pengeluaran, mereka akan membayar pajak berdasarkan persentase pendapatan.

Untuk menjamin konsistensi tingkat penerimaan yang tidak dikenakan pajak penghasilan pribadi, rancangan undang-undang ini akan mengubah dan melengkapi Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai No. 48/2024 untuk meningkatkan tingkat penerimaan bebas pajak rumah tangga bisnis dan orang pribadi dari VND 200 juta/tahun menjadi VND 500 juta/tahun.

Khusus bagi orang pribadi yang kegiatan usahanya berupa penyewaan properti merupakan kegiatan usaha tidak resmi berdasarkan kontrak (kecuali untuk usaha akomodasi), untuk memastikan pembayaran pajak yang mudah, rancangan undang-undang ini menetapkan bahwa orang pribadi yang kegiatan penyewaan propertinya memiliki pendapatan tahunan di atas 500 juta VND/tahun hanya akan menerapkan metode perhitungan berdasarkan rasio pendapatan. Dengan demikian, tidak perlu lagi menentukan biaya, tidak perlu lagi mengkompensasi pendapatan (jika terdapat lebih dari 1 properti yang disewakan), dan tidak perlu lagi memfinalisasi pajak tahunan.

Mengurangi tarif pajak dan braket pajak atas pendapatan dari gaji dan upah

Dalam laporan penjelasan dan penerimaannya, Kementerian Keuangan menyatakan telah meninjau dan menyesuaikan skema pajak progresif (yang berlaku untuk penghasilan dari gaji dan upah). Oleh karena itu, Kementerian Keuangan mengurangi jumlah tingkatan pajak dari 7 menjadi 5, memperlebar jarak antar tingkatan, dan menyesuaikan kembali dua tarif pajak dalam skema pajak tersebut. Penyesuaian ini bertujuan untuk mengurangi tarif pajak bagi seluruh wajib pajak di semua tingkatan dibandingkan dengan tingkatan saat ini, sehingga mengatasi lonjakan tarif pajak yang tiba-tiba.

Secara khusus, kurangi tarif pajak dari 15% (pada tingkat 2) menjadi 10% dan tarif pajak dari 25% (pada tingkat 3) menjadi 20% sebagai berikut:

penyesuaian pajak.jpg
Rencana terbaru Kementerian Keuangan adalah menyesuaikan tarif pajak dan tingkat tarif pajak. Tangkapan layar

Menanggapi tanggapan dan masukan, untuk memastikan kewenangan Majelis Nasional dalam mengatur pokok-pokok pajak sebagaimana diatur dalam Konstitusi, Kementerian Keuangan bermaksud merevisi rancangan Undang-Undang tersebut ke arah memasukkan pengurangan keluarga ke dalam undang-undang.

Bersamaan dengan itu, Pemerintah diberi tugas untuk mengajukan kepada Panitia Tetap Majelis Nasional agar dilakukan penyesuaian besaran pengurangan keluarga ini berdasarkan fluktuasi harga dan pendapatan, agar sesuai dengan situasi sosial ekonomi pada masing-masing periode.

Menghitung pajak penghasilan untuk rumah tangga bisnis: Usulan penurunan tarif pajak Kementerian Keuangan telah mengusulkan mekanisme penghitungan pajak penghasilan pribadi untuk rumah tangga bisnis berdasarkan pendapatan. Para ahli menganggap hal ini wajar, tetapi perlu dicatat bahwa jika tarif pajak tidak tepat, hal ini akan "mengikis keuntungan", sehingga menimbulkan kesulitan bagi rumah tangga bisnis.

Sumber: https://vietnamnet.vn/bo-tai-chinh-tinh-toan-nang-doanh-thu-mien-thue-ho-kinh-doanh-len-500-trieu-nam-2467662.html