Buah jeruk
Ini adalah makanan yang mengandung banyak vitamin C, terutama sitrat, yang membantu melarutkan beberapa komponen pembentuk batu ginjal. Oleh karena itu, menambahkan buah-buahan ini ke dalam menu makanan penderita batu ginjal sangatlah penting.
Makanan tinggi serat
Serat berperan sangat penting dalam proses metabolisme makanan, bermanfaat bagi sistem pencernaan, terutama sistem ekskresi.

Serat berperan sangat penting dalam proses metabolisme makanan, bermanfaat bagi sistem pencernaan, terutama sistem ekskresi.
Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen serat secara teratur akan membantu pasien membatasi perkembangan batu. Pasien sebaiknya menambahkan makanan kaya serat ke dalam pola makan mereka seperti paprika, kubis, seledri, dll.
Minumlah banyak air setiap hari
Minum banyak air putih penting bagi penderita batu ginjal. Para ahli menyarankan pasien untuk minum lebih dari 2,5 liter per hari - hal ini akan merangsang pasien untuk buang air kecil lebih banyak, sehingga mengurangi kemungkinan kambuhnya batu ginjal.
Apa pun jenis batu ginjalnya, Anda perlu minum banyak air. Anda sebaiknya mendapatkan air dari berbagai minuman, tidak hanya air putih, tetapi juga jus buah, kaldu, dan sup saat makan.
Makanan kaya kalsium
Salah satu kesalahan dalam pengobatan batu ginjal adalah membatasi penyerapan kalsium oleh tubuh. Namun, selama pengobatan batu ginjal, jika Anda benar-benar menghindari kalsium, Anda tidak hanya tidak akan mampu menghambat perkembangan penyakit, tetapi juga akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh, yang menyebabkan risiko osteoporosis, dan sekaligus menyebabkan tubuh menyerap lebih banyak oksalat, sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal.

Dalam menu sehari-hari penderita batu ginjal, sebaiknya tetap disertakan makanan yang dapat melengkapi kebutuhan kalsium, seperti keju, kacang-kacangan, yoghurt, dan lain-lain.
Oleh karena itu, dalam menu harian penderita batu ginjal, sebaiknya tetap menyertakan makanan yang dapat melengkapi kebutuhan kalsium, seperti keju, kacang-kacangan, yoghurt, dan lain-lain.
Makanan kaya vitamin
Ini adalah vitamin yang bermanfaat bagi penderita batu ginjal, seperti vitamin D yang akan membantu penyerapan dan metabolisme kalsium lebih baik, vitamin B6 dapat mengurangi kemampuan pembentukan oksalat, dan vitamin A akan mengatur sistem kemih, sehingga membatasi pembentukan batu ginjal.
Anda dapat melengkapi vitamin ini melalui makanan sehari-hari, misalnya, vitamin D banyak terdapat pada kuning telur, ikan laut, susu... Vitamin A banyak terdapat pada sayuran seperti ubi jalar, ikan mint, wortel...
Sementara itu, kacang-kacangan, buah-buahan, dedak, dan beras merah juga kaya akan vitamin B6. Berdasarkan hal tersebut, Anda dapat mengubah menu harian untuk memperkaya asupan makanan pasien.
Makanan yang harus dihindari oleh penderita batu ginjal
Kurangi garam dalam makanan Anda
Pola makan tinggi garam merupakan penyebab utama terbentuknya oksalat dalam tubuh - prekursor batu ginjal, dan juga dapat mengganggu fungsi ginjal.

Pola makan tinggi garam merupakan penyebab utama terbentuknya oksalat dalam tubuh - prekursor batu ginjal, dan juga dapat mengganggu fungsi ginjal.
Oleh karena itu, bagi penderita batu ginjal, membatasi jumlah garam dalam setiap makanan sangatlah penting. Mengonsumsi makanan hambar dan rendah garam akan membantu pasien tetap sehat dan mencapai pengobatan yang efektif.
Batasi gula dan permen
Gula dan permen mengandung kadar fruktosa dan sukrosa yang sangat tinggi, yang merupakan faktor-faktor yang meningkatkan risiko batu ginjal dan dapat menyebabkan diabetes. Khususnya, cokelat juga dapat meningkatkan oksalat, sehingga pasien harus berhati-hati dan sebisa mungkin membatasi konsumsi makanan ini.
Batasi asupan protein dalam makanan
Protein dapat menyebabkan asam urat menumpuk dalam darah, dan juga dapat menyebabkan kristal garam urat terbentuk dan terakumulasi di ginjal, sehingga meningkatkan risiko batu ginjal. Oleh karena itu, pasien perlu membatasi asupan protein dalam makanan mereka, terutama makanan kaya protein dari daging merah dan beberapa sayuran serta buah-buahan.

Protein dapat menyebabkan asam urat terakumulasi dalam darah dan juga dapat menyebabkan kristal garam urat terbentuk dan terakumulasi di ginjal, sehingga menimbulkan risiko batu ginjal.
Batasi makanan cepat saji dan makanan berminyak.
Makanan cepat saji dan makanan berminyak mengandung kadar protein tinggi dan akan meningkatkan asupan garam dalam tubuh. Oleh karena itu, penyerapan makanan ini berdampak besar pada fungsi ginjal, serta dapat meningkatkan risiko penyakit lain seperti obesitas, diabetes...
Bagi penderita batu ginjal, batasi konsumsi makanan ini sebisa mungkin. Utamakan metode memasak seperti merebus dan mengukus, alih-alih menggoreng atau menumis.
Source: https://giadinh.suckhoedoisong.vn/cac-loai-thuc-pham-giup-ngan-ngua-va-ho-tro-hoa-tan-soi-than-172251128174715012.htm






Komentar (0)