AS dan Eropa: Etanol telah menjadi standar baku.
Di AS, bensin E10 telah menjadi standar baku, mencakup lebih dari 95% bensin yang dijual di pasaran setelah amandemen Undang-Undang Udara Bersih tahun 1990 dan program RFS.

Sejak 2011, Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) telah mengizinkan penggunaan bensin E15 untuk mobil yang diproduksi pada tahun 2001 atau setelahnya, dan memperluas penjualannya sepanjang tahun sejak 2019. Pada tahun 2025 dan 2026, pemerintah AS berencana untuk lebih memperluas penggunaan E15 secara nasional, terutama di negara-negara bagian Midwest.
Di Uni Eropa (UE), Arahan Energi Terbarukan (RED I) tahun 2009 menjadi landasan untuk mempromosikan bahan bakar hayati.
Jerman adalah salah satu pasar utama pertama yang secara luas meluncurkan bensin E10 mulai Januari 2011. Terlepas dari penolakan konsumen pada awalnya, E10 kini telah menjadi bensin umum di Jerman setelah pemerintah dan produsen mobil mengkonfirmasi keamanannya untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 2000.
Asia secara proaktif melakukan transformasi, dengan Asia Tenggara memimpin dengan tegas.
China mulai mempromosikan bensin etanol pada akhir tahun 2000-an dan mengumumkan rencana untuk memperluas penggunaan E10 secara nasional sebelum tahun 2020. Meskipun implementasinya tidak merata karena kendala pasokan dan biaya, China tetap menjalankan program percontohan di banyak provinsi dan kota. Pada tahun 2025, negara ini akan mengeluarkan standar E10 baru (GB 18351-2025) yang mengandung 8-12% etanol, yang secara resmi berlaku mulai 1 Juli 2026.

Di Asia Tenggara, banyak negara telah menerapkan biofuel lebih awal dan lebih agresif daripada Vietnam. Thailand memperkenalkan E10 ke pasar pada tahun 2001, dengan insentif pajak dari tahun 2007-2008. Sejak tahun 2020, bensin E20 (mengandung 20% etanol) telah menjadi "bensin standar" yang paling umum di SPBU di negara tersebut; bensin etanol murni hampir menghilang. Selain itu, Thailand juga telah mengembangkan biodiesel B7/B10/B20.
Sementara itu, Indonesia terkenal dengan program biofuel berbasis minyak sawitnya. Negara ini telah menerapkan biodiesel B35 sejak tahun 2023, meningkatkannya menjadi B40 pada tahun 2025 dan menargetkan B50 pada tahun 2026-2027. Untuk bioetanol, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana untuk mengadopsi E10 pada tahun 2025 dan bertujuan untuk mewajibkannya secara besar-besaran mulai tahun 2027-2028.
Sumber: https://baolaocai.vn/cac-nuoc-da-chuyen-sang-xang-e10-tu-bao-gio-post900272.html










Komentar (0)