Minuman susu rasa buah yang manis dengan kemasan menarik semakin populer di kalangan banyak anak kecil. Namun, orang tua harus berhati-hati dalam memberikannya kepada anak secara teratur karena banyak produk mengandung gula dalam jumlah yang relatif tinggi, kandungan protein rendah, dan sangat tidak cocok sebagai pengganti susu biasa atau makanan utama.
Menurut rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP), air putih dan susu tetap menjadi pilihan yang lebih tepat untuk anak kecil, sementara minuman manis atau minuman rasa buah sebaiknya dibatasi.
Kandungan gula yang tinggi dapat dengan mudah membuat anak-anak menyukai makanan manis.
Menurut Healthy Children , AAP menyatakan bahwa banyak susu rasa buah atau campuran susu dan jus buah mengandung tambahan gula untuk membuatnya lebih manis dan lebih enak bagi anak-anak kecil.
Mengonsumsi terlalu banyak minuman manis dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi, kelebihan berat badan, obesitas, dan menyebabkan anak-anak mengembangkan kesukaan terhadap makanan manis sejak usia dini. Beberapa anak mungkin juga melewatkan waktu makan atau tidak menyukai makanan alami karena mereka terbiasa dengan rasa manis yang kuat dari minuman kaleng.
AAP merekomendasikan agar anak-anak berusia 2 tahun ke atas membatasi asupan gula tambahan mereka hingga kurang dari 25g per hari. Sementara itu, banyak minuman rasa buah dapat mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi hanya dalam kemasan kecil.
![]() |
Minuman susu rasa buah mungkin bisa menipu indra perasa anak-anak, tetapi minuman ini tinggi gula dan rendah nutrisi. (Ilustrasi: Freepik) |
Kandungan proteinnya biasanya lebih rendah daripada susu biasa.
Banyak orang tua percaya bahwa susu rasa buah, yang terbuat dari susu dan buah, lebih bergizi. Namun, pada kenyataannya, banyak produk memiliki kandungan susu yang sangat rendah, dengan bahan utama berupa air, gula, perisa, atau jus buah pekat.
Ini berarti bahwa kandungan protein, kalsium, dan nutrisi penting lainnya mungkin tidak setara dengan susu segar atau susu formula bayi. Menurut Perhimpunan Nutrisi Tiongkok, anak-anak kecil perlu memastikan mereka mendapatkan cukup protein berkualitas tinggi dari susu, telur, daging, ikan, dan diet seimbang untuk mendukung perkembangan fisik mereka.
Rentan terhadap kekurangan nutrisi
Banyak orang tua melihat anak-anak mereka minum 2-3 karton susu rasa buah atau minuman nutrisi setiap hari dan berpikir anak-anak mereka mendapatkan nutrisi yang cukup. Namun, ketergantungan pada minuman ini dapat menyebabkan masalah berikut bagi anak-anak:
- Mengurangi nafsu makan
- Kurangi konsumsi sayuran, daging, ikan, dan buah segar.
- Kekurangan serat dan protein berkualitas tinggi.
- Ketidakseimbangan nutrisi.
Sebagian anak mengembangkan kebiasaan minum alih-alih makan, terutama selama periode nafsu makan yang buruk. Hal ini dapat memengaruhi tinggi badan, berat badan, dan perkembangan jangka panjang mereka.
Ini sebaiknya dianggap sebagai camilan, bukan pengganti makanan utama.
Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), susu rasa buah tidak buruk, tetapi sebaiknya hanya digunakan sebagai camilan atau sesekali sebagai variasi untuk anak-anak.
Orang tua sebaiknya tidak menggunakan jenis minuman ini untuk menggantikan sarapan, makanan utama, atau sepenuhnya menggantikan susu harian anak mereka. Hal ini karena anak-anak berada dalam tahap perkembangan dan perlu diberi cukup protein, lemak, vitamin, dan mineral dari makanan yang beragam.
Selain itu, mengonsumsi minuman manis sebelum makan dapat membuat anak-anak merasa kenyang dengan cepat, mengurangi nafsu makan mereka, dan memengaruhi jumlah makanan yang mereka konsumsi saat makan utama.
Anak-anak tidak boleh diberi terlalu banyak minuman setiap hari.
Para ahli menyarankan agar orang tua mengontrol jumlah susu rasa buah yang dikonsumsi anak-anak mereka setiap hari, terutama untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.
Alih-alih memberikan minuman beralkohol kepada anak secara teratur, orang tua sebaiknya memprioritaskan hal-hal berikut:
- Susu rendah gula atau tanpa gula
- Air
- Buah segar
- Pola makan seimbang dengan beragam jenis makanan.
Selain itu, orang tua juga harus membantu anak-anak membiasakan diri dengan rasa alami makanan daripada bergantung pada minuman yang terlalu manis.
Sumber: https://znews.vn/can-nhac-khi-cho-tre-uong-sua-trai-cay-post1653073.html












Komentar (0)