Tempat ini bukan hanya tempat persinggahan bagi para pecinta alam, tetapi juga perjalanan kembali ke akarnya, tempat jiwa dibersihkan di tengah hutan kayu putih yang luas, hamparan bunga teratai dan lili air yang tak berujung, serta suara merdu burung dan ikan.
Perjalanan mendayung dimulai saat matahari masih menjulang di cakrawala. Permukaan air bagaikan cermin raksasa yang memantulkan gambaran pedesaan yang begitu jernih dan menyayat hati. Setiap ayunan dayung yang lembut menciptakan riak-riak, sinar matahari pagi yang berpadu dengan kabut menciptakan pemandangan yang magis. Semakin dalam Anda memasuki cagar alam, semakin Anda merasa seperti tersesat dalam "labirin hijau" – di mana setiap cabang kanal dan setiap petak pohon kayu putih yang harum membawa serta napas kehidupan.
![]() |
| Perjalanan yang mulus adalah pengingat akan ritme kehidupan yang lebih lambat. |
Kicauan burung bergema dari kejauhan, berpadu dengan deru perahu dayung yang berirama. Aroma daun kayu putih dan bunga teratai yang mekar di permukaan laguna tercium lembut, membawa sang pelancong dari satu emosi ke emosi lainnya. Tak ada kebisingan dari kota, hanya gema alam yang murni dan luar biasa murni.
![]() |
| Bunga teratai mekar di musim banjir - simbol suci Dong Thap Muoi |
Penduduk setempat berkata: "Dong Thap Muoi paling indah saat kita duduk di atas dayung, hanyut di air yang mengalir deras". Benar sekali! Ketika air dari Sungai Tien dan Hau mengalir masuk, seluruh cagar alam seakan terbangun. Hamparan teratai membentang tak berujung, setiap bunga teratai merah muda mekar malu-malu di bawah sinar matahari pagi, aroma manisnya menyebar ke seluruh penjuru.
Bukan hanya keindahan alamnya, tetapi juga jiwa negeri ini – sederhana namun mendalam, sederhana namun murni. Di atas perahu kecil, Anda dapat berhenti di tengah laguna, mendengarkan tukang perahu menyenandungkan beberapa bait laguna:
Pohon melaleuca yang miring terpantul di air yang jernih,
Kuncup teratai merah muda mekar, angin membawa aroma pedesaan...
Di tengah luasnya langit dan air, setiap liriknya bagaikan "benang" yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, membuat para pelancong tiba-tiba semakin mencintai tanah air mereka yang sederhana namun indah, Dong Thap Muoi.
Cagar alam ini bukan hanya tempat untuk melestarikan ekosistem yang berharga – dengan ratusan spesies burung, ikan, dan tumbuhan asli, tetapi juga "harta karun hidup" budaya wilayah sungai. Perjalanan di tengah musim banjir ini tidak hanya menjelajahi pemandangan, tetapi juga menjadi "dialog" yang mendalam antara manusia dan alam. Di sana, Anda belajar mendengarkan suara angin, air, dan gemerisik daun kayu putih – suara-suara yang tampaknya biasa saja, tetapi mengandung "energi spiritual" seluruh negeri.
![]() |
| Sore harinya langit tampak berwarna ungu dan merah jambu, sekawanan burung beterbangan di angkasa yang sunyi. |
Saat matahari terbenam, air perlahan berubah menjadi ungu, kawanan bangau putih terbang kembali ke sarang mereka, bayangan mereka memantul di permukaan laguna yang keemasan dan berkilauan. Pemandangan ini membuat orang ingin berhenti sejenak dan menikmati momen damai yang langka ini di tengah hiruk pikuk kehidupan kota.
![]() |
| Jalan setapak kayu yang berkelok-kelok terpantul di permukaan air yang luas. |
“Perjalanan menyusuri perahu dayung menuju dunia hijau” - tak perlu kemewahan atau kebisingan, cukup bawa hati yang tahu cara bergetar, Anda akan menyadari bahwa di tengah Dong Thap Muoi masih terdapat tanah yang murni dan indah, di mana setiap air, setiap kelopak bunga teratai, setiap angin berbisik mengundang: Kemarilah, hiduplah perlahan agar jiwa Anda dapat menghijau kembali.
Tempat wisata Cagar Alam Dong Thap Muoi Hotline: 0776.888.840 Telepon: 02736.299.666 Alamat: Dusun 4, Komune Tan Phuoc 2, Provinsi Dong Thap. |
Sumber: https://baoquocte.vn/chuyen-xuoi-mai-cheo-vao-the-gioi-xanh-335393.html










Komentar (0)