
Langkah ini dipandang sebagai langkah penting menuju promosi transportasi berkelanjutan, sekaligus menciptakan lebih banyak alternatif untuk penerbangan jarak pendek karena industri penerbangan Eropa menghadapi kenaikan biaya bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah.
Menurut Business Travel News Europe, rencana ini merupakan bagian dari Paket Mobilitas Penumpang, yang bertujuan untuk menyederhanakan perjalanan kereta api di seluruh Eropa dan membuat pilihan perjalanan yang lebih berkelanjutan lebih mudah diakses oleh penumpang. Komisioner Transportasi Uni Eropa Apostolos Tzitzikostas menekankan bahwa kebebasan bergerak adalah salah satu pencapaian terbesar Eropa, dan langkah-langkah baru ini akan membuat perjalanan antar 27 negara anggota lebih sederhana, lebih cerdas, dan lebih ramah penumpang. Brussel telah lama berupaya meningkatkan konektivitas kereta api untuk mengurangi emisi karbon dari industri penerbangan. Namun, tujuan ini menghadapi banyak kendala karena sifat sistem kereta api Eropa yang terfragmentasi di berbagai negara, sehingga pemesanan lintas batas menjadi rumit dan mahal. Menurut angka Uni Eropa, pada tahun 2024 akan ada hampir 400 juta perjalanan udara intra-regional, sementara hanya sekitar 150 juta perjalanan kereta api lintas batas.
Untuk mengubah situasi ini, Komisi Eropa (EC) mengusulkan agar perusahaan kereta api menyediakan tiket kepada platform daring mana pun yang ingin mendistribusikannya. Perusahaan yang memiliki setidaknya 50% pangsa pasar di suatu negara juga harus menampilkan di situs web mereka semua rute yang dioperasikan oleh pesaing di negara tersebut, dan menjual tiket terkait jika pelanggan memintanya. Poin penting adalah usulan untuk meningkatkan manfaat penumpang pada rute dengan banyak operator. Penumpang yang menggunakan tiket bersama akan dilindungi jika mereka ketinggalan perjalanan lanjutan mereka. Pihak yang menyebabkan keterlambatan harus mengatur rute alternatif atau pengembalian dana, dan menyediakan akomodasi dan makanan jika diperlukan. Platform penjualan tiket dan operator kereta api juga harus menampilkan opsi perjalanan netral, mungkin termasuk angka emisi gas rumah kaca untuk setiap rute jika memungkinkan. Peraturan baru ini akan membantu bisnis transportasi menandatangani perjanjian perdagangan yang adil, setara, dan tidak diskriminatif dengan platform penjualan tiket.
Banyak organisasi yang mengadvokasi transportasi berkelanjutan menyambut baik langkah ini. Kelompok kampanye Transport & Environment (T&E) menggambarkannya sebagai "langkah maju yang besar" bagi hak-hak penumpang kereta api. Namun, organisasi tersebut juga memperingatkan bahwa proposal saat ini tidak mewajibkan operator kereta api utama untuk menjual tiket untuk sebagian besar perjalanan lintas batas multi-rute, yang dapat membatasi potensi peningkatan signifikan dalam permintaan perjalanan kereta api internasional.
Georgia Whitaker, manajer kampanye kereta api T&E, mencatat bahwa Paket Mobilitas Penumpang akan kesulitan mencapai potensi penuhnya jika rute yang biasanya ditempuh melalui udara atau mobil belum mudah diakses dengan kereta api. Sementara itu, BT4Europe, sebuah organisasi perjalanan bisnis, berpendapat bahwa penilaian menyeluruh diperlukan untuk menilai bagaimana langkah-langkah baru tersebut akan benar-benar berfungsi bagi penumpang, perusahaan transportasi, dan seluruh ekosistem perjalanan bisnis.
Menurut data Uni Eropa, kereta api hanya menyumbang 0,3% dari emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi blok tersebut pada tahun 2022, sementara penerbangan sipil menyumbang hampir 12%.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/co-hoi-cho-nganh-duong-sat-chau-au-post852866.html











Komentar (0)