![]() |
| Taman Nasional Alam Los Katíos. (Sumber: Taman Nasional Alam Kolombia) |
Lingkungan yang ideal
Berkat keragaman iklim, ekosistem, dan budayanya, Kolombia merupakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan satwa liar dan konservasi alam. Saat ini, Dinas Taman Nasional Kolombia mengelola sebagian besar sumber daya alam dan warisan budaya negara yang berharga ini.
Kolombia saat ini memiliki 65 kawasan lindung, termasuk taman nasional, cagar flora dan fauna, kawasan pengelolaan khusus, dan kawasan alam yang unik. Bersama-sama, kawasan-kawasan ini membentuk jaringan kawasan lindung yang mencakup sekitar 19% wilayah negara, atau lebih dari 38 juta hektar daratan dan lautan.
Sistem ini mencakup berbagai jenis lingkungan seperti hutan hujan, sabana tropis, lahan basah, terumbu karang, dan hutan bakau, tempat kehidupan berkembang pesat dengan cara yang sangat kaya dan beragam.
Di luar bentang alamnya yang menakjubkan, kawasan lindung ini menyediakan mata pencaharian bagi jutaan warga Kolombia dan merupakan kontributor utama bagi kesejahteraan global. Kawasan ini merupakan rumah bagi beberapa sungai besar, yang menyediakan separuh dari penggunaan air negara ini dan menyerap sekitar 2,3 miliar ton CO2, memberikan kontribusi signifikan bagi upaya melawan perubahan iklim.
Taman nasional Kolombia merupakan rumah bagi 81% spesies mamalia, 100% spesies mangrove, 64% spesies kayu, dan 58% spesies reptil di negara tersebut. Selain itu, terdapat banyak spesies endemik yang hanya ditemukan di taman nasional Kolombia.
![]() |
| Taman Nasional Alam Los Nevados. (Sumber: Taman Nasional Alam Kolombia) |
Melestarikan budaya dan sejarah
Taman-taman alam Kolombia tidak hanya menjadi rumah bagi beragam spesies, tetapi juga bagi masyarakat adat, keturunan Afrika, Raizal, dan Palenquero. Mereka bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan perjanjian konservasi yang menyeimbangkan antara perlindungan lingkungan dan pemeliharaan kehidupan masyarakat. Di sini, konservasi bukan hanya tentang melestarikan alam, tetapi juga tentang melestarikan budaya dan sejarah.
Melindungi tanah yang indah, kaya, namun rapuh ini merupakan tanggung jawab yang besar. Pengelolaan membutuhkan pengetahuan, dedikasi, dan pemahaman, terutama di negara yang sedang memperjuangkan perdamaian dan berupaya menyelaraskan pembangunan sosial-ekonomi dengan perlindungan warisan alamnya.
Oleh karena itu, peran penjaga hutan dan masyarakat secara keseluruhan sangatlah penting: Menjaga hubungan antara manusia dan alam, melindungi ekosistem, memastikan generasi mendatang dapat terus menikmati keindahan negeri ini.
Mereka – pria dan wanita yang berdedikasi – melintasi hutan, gunung, padang rumput, dan lautan, seringkali dalam kondisi yang sangat keras, untuk memantau satwa liar, memadamkan kebakaran hutan, mendukung masyarakat lokal, memandu wisatawan, dan mewakili pemerintah di wilayah tempat alam dan budaya saling terkait erat.
Kerja diam-diam mereka, bersama upaya masyarakat setempat, petani, dan masyarakat adat, membentuk garda terdepan perlindungan keanekaragaman hayati Kolombia. Tanpa upaya harian mereka, konservasi hanya akan menjadi omong kosong belaka. Oleh karena itu, melindungi taman nasional merupakan tanggung jawab bersama masyarakat, yang membutuhkan partisipasi semua orang, dari pedesaan hingga perkotaan.
Kolaborasi erat antara lembaga konservasi dan masyarakat ini mengingatkan kita pada praktik di Vietnam, di mana etnis minoritas dan masyarakat lokal melestarikan pengetahuan adat dan kerajinan tradisional. Sebagaimana di Hoi An, Sa Pa, atau Delta Mekong, di taman nasional alami Kolombia, budaya dan masyarakatnya sangat terikat dengan tanah air mereka.
![]() |
| Cagar Alam Flora dan Fauna Los Flamencos. (Sumber: Taman Nasional Kolombia) |
Pengakuan internasional
Nilai populasi/kawasan ini melampaui batas wilayah. Cagar Flora dan Fauna Malpelo dan Taman Nasional Alam Los Katíos telah diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Alam Dunia . Pegunungan Chiribiquete telah diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia Campuran karena nilai alam dan budayanya yang unik.
| Mengunjungi taman nasional di Kolombia adalah pengalaman yang memuaskan dan tak terlupakan. Anda bisa mendaki jalur pegunungan, berkemah di alam liar, mendengarkan kicau burung saat fajar, atau berinteraksi dan hidup berdampingan dengan penduduk setempat. |
Setiap pembibitan, setiap proses pemulihan ekosistem, dan setiap kesepakatan masyarakat memperkuat misi Kolombia sebagai negara dengan keindahan yang tak tertandingi.
Taman Nasional merupakan warisan bersama yang menghubungkan generasi dan merupakan pengingat bahwa melindungi keanekaragaman hayati berarti melindungi kelangsungan hidup kita sendiri.
Perjalanan yang Bertanggung Jawab: Pengalaman yang Bermakna
Mengunjungi taman nasional di Kolombia adalah pengalaman yang memuaskan dan tak terlupakan. Anda bisa mendaki jalur pegunungan, berkemah di alam liar, mendengarkan kicau burung saat fajar, atau berinteraksi dan hidup berdampingan dengan penduduk setempat.
Kegiatan-kegiatan ini membantu wisatawan dan keluarga merasakan lebih dalam nilai alam, seperti piknik, berkemah, atau bersepeda di Vietnam - di mana orang-orang lebih dekat hubungannya dengan lingkungan sekitar.
Ekowisata di Kolombia bukan sekadar bentuk wisata, tetapi juga strategi konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan, dengan tetap menghormati dan melestarikan identitas budaya lokal. Bagi pengunjung internasional, ini merupakan kesempatan untuk menjelajahi negara dengan salah satu tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, dan memahami bagaimana konservasi dapat berkontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan melestarikan identitas mereka.
Saat ini, Kolombia memiliki 36 taman nasional yang terbuka untuk ekowisata.
Berkontribusi pada dunia
Krisis iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati merupakan tantangan global. Sebagai tanggapan, Kolombia telah berkomitmen pada satu tujuan: meningkatkan luas kawasan lindung hingga setidaknya 30% dari wilayahnya pada tahun 2030. Pada saat yang sama, negara ini memimpin REDPARQUES, sebuah jaringan yang terdiri dari 19 negara Amerika Latin, dan memelihara kerja sama internasional untuk melindungi ekosistem vital.
Komitmen ini mencerminkan nilai-nilai yang dianut Kolombia dan Vietnam: menghormati alam, kekuatan masyarakat di daerah pedesaan, dan keinginan untuk pembangunan berkelanjutan yang melestarikan budaya dan sumber daya untuk generasi mendatang.
Taman nasional alami Kolombia adalah tempat bertemunya budaya dan alam, yang saling memperkaya. Taman ini menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk berhenti sejenak, bernapas, dan belajar dari pengetahuan masyarakat adat dan ketahanan ekosistem, di dunia yang semakin urban dan serba cepat.
Bagi para pembaca di Vietnam, negara yang kaya akan lanskap dan budaya tradisional, pesan ini memiliki makna khusus: Melindungi keanekaragaman hayati juga berarti melindungi identitas, budaya, dan masa depan kita.
Sumber: https://baoquocte.vn/colombia-vung-dat-cua-nhung-ve-dep-tuyet-sac-qua-cac-vuon-quoc-gia-335818.html









Komentar (0)