
Wisatawan muda internasional mengikuti kelas tari di Korea Selatan. Foto: Korea Times
Menurut data dari platform Klook, yang dikutip oleh The Korea Times pada awal Maret, proporsi wisatawan internasional yang mengikuti pengalaman budaya domestik di Korea Selatan telah meningkat lebih dari 31% selama setahun terakhir. Terdapat pergeseran yang jelas dalam preferensi wisatawan, karena pengunjung tidak lagi hanya mengunjungi situs bersejarah seperti Istana Gyeongbokgung atau distrik perbelanjaan Myeongdong yang populer, tetapi juga mencari studio tari, produksi televisi, dan tur bertema yang berkaitan dengan film dan televisi.
Pergeseran ini paling terlihat di kelas seni. Cho Soo-yeon, seorang instruktur tari di sebuah studio di Seoul, mengungkapkan, “Orang asing sekarang составляет sekitar 70% dari siswa di kelas tari Kpop dasar. Tampaknya orang ingin merasakan bagaimana rasanya dilatih seperti idola Kpop dan membangun kepercayaan diri sambil mempelajari koreografi.” Sementara itu, banyak turis, seperti Yao (23, dari Tiongkok), sibuk mencari tiket melalui aplikasi seluler untuk menonton idola mereka syuting langsung di stasiun televisi lokal.

Seorang turis dari Taiwan (China) mencoba gaya riasan selebriti Korea di Seoul. Foto: The Korea Times
Pengalaman budaya yang mendalam terus meresap bahkan ke dalam kebiasaan rekreasi sehari-hari masyarakat Korea. Layanan karaoke lokal mengalami peningkatan pesat dalam pengeluaran oleh pengunjung asing, meningkat hampir 55% hanya dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, di lingkungan yang ramai, wisatawan dengan sabar mengantre untuk mendapatkan layanan tata rias dengan gaya lokal yang otentik.
Sebuah laporan dari platform Creatrip menyebut pergeseran ini sebagai fenomena K-Dive. Terinspirasi oleh film-film populer, wisatawan sangat ingin menciptakan kembali pengalaman nyata penduduk setempat. Mereka dengan antusias mencari pemandian umum tradisional atau menikmati makan malam larut malam di warung pinggir jalan untuk merasakan ritme kehidupan yang autentik.
Kekuatan sejati K-Dive terletak pada kemampuannya mengubah rutinitas harian biasa menjadi pengalaman budaya yang memikat. Pengunjung internasional kini mendekati hal ini dengan pola pikir "penduduk jangka pendek" yang ingin berintegrasi sepenuhnya. Daya tarik tren ini begitu besar sehingga banyak orang tua internasional bersedia menemani anak-anak mereka dalam pengalaman gaya hidup lokal selama beberapa hari.
Menurut Organisasi Pariwisata Korea, konten hiburan dan gaya hidup tradisional saat ini merupakan daya tarik terbesar yang memikat wisatawan asing, dengan persentase hampir 42%. Kegemaran akan pengalaman otentik ini diperkirakan akan terus berkembang pesat, dan akan menghasilkan pendapatan besar bagi Korea Selatan pada tahun 2026.
Sumber: https://cand.com.vn/cuoc-life-muon-mau/con-sot-du-lich-kieu-moi-k-dive-tai-han-quoc--i799438/
Komentar (0)