Dalam unggahan media sosial pada 23 Mei, Trump mengatakan bahwa rincian akhir kesepakatan tersebut sedang dibahas dan dapat diumumkan segera.

Trump mengatakan Washington dan Teheran pada dasarnya telah mencapai nota kesepahaman tentang perjanjian perdamaian. (Sumber gambar: AP)
Pada tanggal 24 Mei, selama kunjungan ke India, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa negosiasi mengenai konflik di Iran telah mencapai kemajuan yang signifikan, tetapi hasil akhirnya belum lengkap.
Rubio menambahkan bahwa AS dan negara-negara Teluk telah mencapai kemajuan menuju kesepakatan yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mengatasi kekhawatiran tentang ambisi nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri AS dan India pada konferensi pers tanggal 24 Mei (Sumber foto: AP)
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menekankan bahwa Iran sama sekali tidak boleh diizinkan untuk memiliki senjata nuklir. Ia juga menyatakan bahwa kesepakatan yang sedang diupayakan akan berkontribusi pada terwujudnya tujuan Presiden Donald Trump untuk mencegah Iran mengembangkan dan memiliki senjata tersebut.

Rubio menekankan bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk memiliki senjata nuklir (Sumber gambar: AP).
Rubio mengatakan pengumuman mengenai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan dengan Iran dapat dilakukan pada akhir hari tanggal 24 Mei (waktu setempat).
Namun, kantor berita Tasnim Iran melaporkan bahwa masih ada perbedaan pendapat mengenai beberapa hal dan menekankan bahwa tidak akan ada kesepakatan akhir jika AS terus menghalanginya. Teheran juga menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah mengakhiri ancaman serangan baru dari AS dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan blokade dan sanksi.
>>> Silakan saksikan HTV News pukul 8 malam dan Program Dunia 24 Jam pukul 8:30 malam setiap hari di HTV9.
Sumber: https://htv.vn/dam-phan-my-iran-co-tien-trien-22226052419071029.htm











Komentar (0)