Bagaimana cara meningkatkan tingkat kelulusan tepat waktu? Inilah pertanyaan utama yang diangkat dalam diskusi "Meningkatkan Tingkat Kelulusan Tepat Waktu" yang baru-baru ini diselenggarakan oleh VNU-HCM. Acara ini bertujuan untuk menemukan solusi yang sinkron bagi seluruh sistem, dengan tujuan meningkatkan tingkat kelulusan tepat waktu, sekaligus memastikan kualitas pelatihan dan reputasi sekolah-sekolah anggota.

Profesor Nguyen Thi Thanh Mai
Dalam seminar tersebut, Prof. Dr. Nguyen Thi Thanh Mai, Wakil Rektor Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa peningkatan angka kelulusan mahasiswa tepat waktu merupakan kebutuhan mendesak yang mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. "Hal ini bukan hanya kriteria kualitas pelatihan, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab perguruan tinggi dalam memastikan kemajuan pembelajaran bagi para peserta didik," tegas Ibu Mai.
Menurut para pimpinan Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh, tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa di beberapa universitas anggota belum memenuhi harapan, sehingga memerlukan evaluasi ulang yang komprehensif. Mereka diminta untuk meninjau program pelatihan, meningkatkan efisiensi manajemen, memperkuat dukungan mahasiswa, dan berkoordinasi secara erat antar departemen fungsional.
Membangun KPI yang jelas untuk periode 2026-2030 juga dianggap sebagai arah penting untuk meningkatkan tingkat kelulusan tepat waktu di seluruh sistem.

Dr. Nguyen Quoc Chinh
Dr. Nguyen Quoc Chinh, Direktur Pusat Pengujian dan Penilaian Mutu Pelatihan (VNU-HCM), mengatakan bahwa alasan utama mahasiswa lambat lulus adalah karena mereka belum mengumpulkan cukup SKS dan belum memenuhi standar bahasa asing. Selain itu, berbagai faktor pribadi seperti tekanan psikologis, kesehatan, dan kesulitan keuangan... juga menghambat proses pembelajaran.
Pada seminar tersebut, para delegasi menyumbangkan banyak ide seputar tiga kelompok solusi utama.
Pertama, meninjau dan menstandardisasi seluruh sistem manajemen pelatihan; membangun standar keluaran yang jelas terkait dengan proses pengujian dan evaluasi yang transparan.
Kedua, memperkuat peran dosen dalam melakukan konsultasi dan pendampingan terhadap mahasiswa sejak tahun pertama agar dapat segera mendeteksi kesulitan yang dihadapi.
Ketiga, mempromosikan penerapan AI dan Big Data dalam memprediksi risiko keterlambatan pembelajaran, mengintegrasikan data multi-sumber dan meningkatkan sistem pelacakan pembelajaran.
Beberapa pendapat menekankan bahwa perawatan kesehatan mental bagi mahasiswa perlu lebih diperhatikan. Para delegasi menyarankan penerapan skrining risiko stres, peningkatan kapasitas tim konseling psikologis, dan penguatan koneksi profesional untuk mendukung mahasiswa secara komprehensif, mulai dari studi hingga kehidupan.
Di akhir diskusi, unit-unit tersebut sepakat bahwa peningkatan angka kelulusan tepat waktu merupakan tugas utama untuk periode 2026-2030. VNU-HCM menegaskan akan berkoordinasi erat dengan sekolah-sekolah anggota untuk memantau, mengevaluasi, dan menerapkan solusi yang diusulkan secara efektif, dengan tujuan memastikan kemajuan pembelajaran siswa dan meningkatkan kualitas pelatihan secara keseluruhan.
Sumber: https://nld.com.vn/dhqg-tp-hcm-ban-cach-nang-ti-le-sinh-vien-tot-nghiep-dung-han-196251126225339952.htm






Komentar (0)