
Meningkatkan konektivitas
Menurut penelitian, rata-rata 1 dari 100 anak mengidap autisme, juga dikenal sebagai gangguan spektrum autisme (ASD), dengan berbagai manifestasi dalam komunikasi, perilaku, dan emosi. Yang penting, autisme bukanlah penyakit yang dapat "disembuhkan" dalam arti konvensional. Ini adalah gangguan perkembangan seumur hidup; setiap anak unik, dan tidak ada satu formula pun untuk intervensi. Perbedaan ini membuat perawatan anak autis menjadi perjalanan panjang, yang membutuhkan kesabaran, pengertian, dan ekosistem yang mendukung.
Baru-baru ini, Jaringan Autisme Vietnam (VAN), bekerja sama dengan Pusat Inisiatif Kesehatan dan Kependudukan (CCIHP) dalam kerangka Proyek Inklusi 1, menyelenggarakan acara "Hari Kesadaran Autisme Vietnam dan Pertandingan Olahraga Persahabatan ke-8" di kota Da Nang. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 orang, termasuk hampir 200 individu autis dari 16 delegasi yang mewakili pusat, sekolah, dan kelompok keluarga di seluruh negeri.
Berbagai kegiatan beragam diselenggarakan dengan tujuan membantu anak-anak meningkatkan kebugaran fisik mereka, mengatasi rasa takut, menantang diri sendiri, dan menjadi lebih percaya diri dalam hidup.
Ibu Doan Thi Hoai Nhi, Wakil Direktur Dinas Kesehatan Kota, mengatakan bahwa kegiatan program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan kepercayaan diri, mendukung integrasi sosial dan kesetaraan bagi penyandang autisme, khususnya anak-anak dan remaja penyandang autisme. Ini juga merupakan kesempatan bagi keluarga dengan anak-anak penyandang gangguan spektrum autisme untuk bertemu, berinteraksi, dan berbagi pengalaman, sehingga memperkuat hubungan dan dukungan dalam proses merawat dan mendidik anak-anak mereka.
Melalui beragam kegiatan, acara ini berkontribusi dalam mempromosikan partisipasi aktif organisasi dan individu dalam memenuhi tanggung jawab sosial mereka. Pada saat yang sama, acara ini menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dalam merawat dan mendukung kelompok rentan, dengan tujuan membangun masyarakat yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Pahami anak Anda - bersabarlah dengan anak Anda.
Gangguan spektrum autisme adalah disabilitas perkembangan seumur hidup yang bermanifestasi pada masa kanak-kanak. Autisme adalah hasil dari gangguan neurologis yang memengaruhi fungsi otak. Gangguan ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin atau ras. Karakteristik autisme meliputi kekurangan dalam interaksi sosial, kesulitan dalam komunikasi verbal dan nonverbal, serta perilaku, minat, dan aktivitas yang terbatas dan berulang.

Bagi anak-anak dengan gangguan spektrum autisme, keterlibatan orang tua sangat penting, dan mendukung intervensi dini adalah salah satu kegiatan utama yang perlu difokuskan. Intervensi dini merujuk pada intervensi untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun, idealnya sebelum usia 3 tahun untuk semua anak yang berisiko atau telah didiagnosis menderita autisme. Intervensi ini bertujuan, direncanakan, metodis, dan disesuaikan secara individual oleh para profesional untuk setiap kasus.
Akses terhadap layanan kesehatan sangat penting dalam memberikan intervensi dini bagi anak-anak dengan autisme. Tingkat fungsi intelektual pada anak-anak dengan autisme sangat bervariasi, dari gangguan berat hingga gangguan yang lebih berat; diperkirakan sekitar 50% anak-anak dengan autisme memiliki disabilitas intelektual. Dalam model perawatan apa pun, keluarga selalu menjadi pusat perhatian. Bukan kebetulan jika para ahli menyebut rumah sebagai "ruang terapi pertama." Bahkan, banyak tanda autisme muncul sangat dini: anak-anak tidak melakukan kontak mata, tidak menanggapi panggilan nama, dan mengalami keterlambatan perkembangan bahasa. Jika dideteksi dan diintervensi tepat waktu, anak-anak dapat secara signifikan meningkatkan komunikasi dan perilaku sosial mereka.
Baru-baru ini, di Pusat Kesejahteraan Sosial Thien Nhan (Kelurahan Ban Thach), para ahli dan orang tua bersama-sama menyelenggarakan lokakarya dengan tema "Memahami Anak Anda - Bertekun Bersama Anak Anda - Tumbuh Bersama Anak Anda Setiap Hari." Kegiatan profesional ini bertujuan untuk meningkatkan peran keluarga dalam intervensi dan perkembangan komprehensif anak-anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk merefleksikan perjalanan mereka bersama anak-anak mereka dengan cara yang lebih jernih dan realistis: Apa yang mampu dilakukan anak mereka, di mana mereka menghadapi kesulitan, dan dukungan apa yang mereka butuhkan di setiap tahap perkembangan. Dari situ, orang tua dapat menyesuaikan harapan mereka, memilih pendekatan yang tepat, dan menghindari kecemasan atau tekanan yang tidak perlu.
Dengan upaya para orang tua, kebijakan yang mendukung menciptakan koridor aman untuk mendampingi anak-anak dengan autisme. Pada bulan Februari tahun ini, Komite Rakyat Kota Da Nang mengeluarkan Rencana No. 45/KH-UBND tentang pelaksanaan program bantuan sosial dan rehabilitasi bagi penderita penyakit mental, anak-anak dengan autisme, dan penderita gangguan jiwa berbasis komunitas untuk periode 2026 - 2030. Sesuai dengan rencana tersebut, Da Nang menargetkan 90% penderita penyakit mental, anak-anak dengan autisme, dan penderita gangguan jiwa memiliki akses ke berbagai layanan medis; 80% bayi hingga usia 6 tahun dapat dideteksi dini untuk gangguan spektrum autisme; dan 90% anak autis usia prasekolah dan sekolah dasar memiliki akses ke pendidikan...
Sumber: https://baodanang.vn/dong-hanh-with-children-with-autism-3331171.html







Komentar (0)