Pada 26 November, sebelum meninggalkan sebuah hotel di Tuan Chau, Ha Long, turis Jerman Andreas Scholz meninggalkan sebuah amplop berisi 10 juta VND beserta sepucuk surat tulisan tangan. Ia meminta pemilik hotel untuk menggunakan uang tersebut guna membeli beras guna membantu warga Vietnam yang terdampak bencana alam dan banjir.
Tindakan ini langsung ditindaklanjuti oleh pemilik hotel, Ibu Hai. Seluruh dana tersebut digunakan untuk membeli 830 kg beras dan dikirimkan kepada tim tanggap darurat di daerah banjir atas nama Bapak Andreas Scholz.
Surat dan tindakan tak terduga
Dalam surat tersebut, Bapak Andreas Scholz (sering dipanggil Andy) mengatakan bahwa ia telah mengikuti berita dan melihat banyak foto dampak bencana alam di Vietnam. Ia menyampaikan simpati yang mendalam atas kerugian yang dialami masyarakat.
"Saya yakin Anda bisa membantu saya. Saya mencintai Vietnam dan orang-orangnya yang ramah dan baik hati. Saya harap saya bisa membantu," tulis Pak Andy dalam surat tersebut.

Ibu Hai bercerita bahwa ia sangat terkejut karena selama tiga hari kunjungannya, Bapak Andy sama sekali tidak menyinggung situasi banjir. Ia mengatakan bahwa kasih sayang turis Jerman itu sungguh berharga, karena ia hanyalah seorang pengunjung dan tidak tinggal di Vietnam.
Hati seseorang yang mencintai Vietnam
Andy, seorang insinyur Jerman, mengatakan ia sering melakukan kegiatan amal di negara asalnya dan ingin berbagi dengan mereka yang lebih membutuhkan bantuan daripada dirinya sendiri. Ini adalah kunjungan keduanya ke Vietnam. Kunjungan pertamanya pada Desember tahun lalu meninggalkan banyak kesan baik tentang lanskap dan masyarakat di Sa Pa, Ninh Binh, Hue, Da Nang , dan Hoi An.
Selama perjalanan ini, saat berada di Ha Long, beliau menyampaikan informasi terbaru kepada media tentang situasi badai dan banjir yang parah di provinsi-provinsi selatan. "Melihat orang-orang duduk di atap menunggu pertolongan, saya merasa perlu melakukan sesuatu. Saat itu, saya merasa menjadi bagian dari negara ini," ungkap Bapak Andy.

Kisah Tuan Andy telah dibagikan secara luas di jejaring sosial, dan mendapat banyak ucapan terima kasih dan rasa hormat dari masyarakat.
Situasi banjir parah
Menurut statistik per 26 November, banjir di wilayah Tengah Selatan telah menyebabkan kerusakan parah. 98 orang meninggal dunia, 426 rumah ambruk, dan hampir 2.100 rumah rusak, terutama di Provinsi Dak Lak, Gia Lai, dan Khanh Hoa. Kerugian ekonomi diperkirakan lebih dari VND13.000 miliar.
Ini bukan pertama kalinya wisatawan mancanegara menunjukkan simpati mereka kepada rakyat Vietnam di masa sulit. Sebelumnya, pada bulan Oktober, sekelompok wisatawan dari Kolombia, Belanda, dan AS juga berpartisipasi langsung dalam membersihkan dan memperbaiki rumah-rumah untuk membantu warga di Tuyen Quang dan Thai Nguyen mengatasi dampak badai.
Sumber: https://baodanang.vn/du-khach-duc-de-lai-thu-va-10-trieu-dong-giup-vung-lu-viet-nam-3311820.html






Komentar (0)