
Hutan bakau Bau Ca Cai di Desa Thuan Phuoc, Kecamatan Van Tuong, terletak di laguna alami seluas sekitar 110 hektar. Penampilan tempat ini telah berubah berkat perkembangan pariwisata komunitas yang pesat.

Bapak Pham Duy Nghia (48 tahun), anggota koperasi pariwisata komunitas Bau Ca Cai, mengatakan bahwa keluarganya, seperti kebanyakan keluarga di sini, sebagian besar bertani . Dalam beberapa tahun terakhir, ketika pariwisata mendapat perhatian dari pemerintah daerah untuk investasi dan dukungan konstruksi, hal ini telah menciptakan banyak lapangan kerja bagi pekerja lokal.

Memanfaatkan area taman yang luas, Bapak Nghia merenovasi dan menanam pohon buah-buahan, bunga, serta membuat titik check-in dan persinggahan bagi wisatawan yang datang untuk menikmati Bau Ca Cai. Musim ini, permukaan air danau sedang tinggi, sehingga menghasilkan berbagai jenis produk akuatik.
Bapak Nghia bercerita bahwa wisatawan sangat antusias saat duduk di atas perahu, menyusuri deretan pepohonan untuk mengagumi keindahan pohon asam putih. "Wisatawan dari dalam dan luar provinsi berbondong-bondong ke sini, terutama selama Tet dan musim panas. Masyarakat dapat berpartisipasi langsung dalam layanan homestay, kuliner , pemandu wisata, pertunjukan seni rakyat, dll., sehingga menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan menstabilkan kehidupan mereka," ujar Bapak Nghia.
Ibu Pham Thi Tien (23 tahun), putri Bapak Nghia, baru saja lulus kuliah dengan jurusan Bahasa Inggris. Ia bergabung dengan koperasi untuk membangun citra dan memperkenalkan keindahan kampung halaman Bau Ca Cai di platform digital guna mempromosikan produk dan menarik wisatawan. Menurut Ibu Tien, pengunjung terutama mencari tempat untuk bersantai, hidup santai, dan dekat dengan alam.

“Saya ingin pengunjung merasakan bahwa di sini ada desa yang sederhana, ramah, penuh tawa, dan hijaunya alam yang dilestarikan bersama,” ungkap Ibu Tien.
Bapak Nguyen Khuong (59 tahun), warga Desa Thuan Phuoc, menyampaikan bahwa Bau Ca Cai berperan sangat penting dalam mengatur udara dan memperbaiki lingkungan di Kawasan Ekonomi Dung Quat. Berkat pariwisata komunitas, hal ini telah meningkatkan efisiensi ekonomi dan membantu masyarakat memiliki pendapatan yang stabil.

"Selama ini, berkat ikan dan udang di Bau Ca Cai, keluarga saya mampu membesarkan dan menyekolahkan anak-anak mereka. Makanan laut di sini sangat lezat, sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujar Bapak Khuong.
Ibu Phung Thi Kim Loan, Direktur Koperasi Pariwisata Komunitas Bau Ca Cai, mengatakan bahwa Koperasi tersebut saat ini beranggotakan lebih dari 60 orang, yang 50% di antaranya adalah perempuan. Berkat perkembangan pariwisata, pendapatan para anggota meningkat melalui kegiatan mendayung, memasak, pemandu wisata, homestay, bersepeda, menjual makanan khas daerah, dan sebagainya. Sejak awal tahun, Koperasi ini telah menerima sekitar 30 rombongan tamu dan sekitar 6.000 pengunjung.

Bau Ca Cai perlahan-lahan menjadi tujuan wisata bagi banyak wisatawan. Tempat ini memadukan keindahan alam dan kekayaan budaya setempat.
Untuk membentuk dan membangun citra pariwisata Bau Ca Cai, pemerintah daerah telah mengembangkan destinasi wisata Bau Ca Cai melalui Program Pengembangan Pariwisata Pedesaan Baru. Program ini akan mendukung 20 rumah tangga anggota Koperasi Pariwisata Masyarakat Bau Ca Cai dengan dana untuk merenovasi rumah mereka agar sesuai dengan model homestay; memasang sistem rambu dan peraturan di lokasi wisata; membangun area parkir; mempercantik lanskap dengan menanam lebih banyak pohon, bunga hias, dan membangun area peristirahatan bagi wisatawan untuk beristirahat, berfoto, dan sebagainya.
Khususnya, proyek Rumah Komunitas yang baru saja selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2025 dengan total investasi sebesar 1,9 miliar VND, merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan budaya, sosial, dan pertukaran warga. Selain itu, rumah komunitas ini juga berperan sebagai pusat informasi pariwisata, memperkenalkan produk-produk pariwisata Bau Ca Cai, dan membantu menghubungkan wisatawan dengan pengalaman lokal yang unik.

Sumber: https://baovanhoa.vn/multimedia/emagazine-du-lich-cong-dong-tao-don-bay-trong-cong-tac-giam-ngheo-184149.html






Komentar (0)