Pertumbuhan pesat, dampak luas.
- Pak, bagaimana Anda menilai peran pariwisata MICE dalam pertumbuhan industri pariwisata negara kita saat ini?
Dapat dikatakan bahwa pariwisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) menjadi salah satu segmen strategis industri pariwisata di era baru. Ini bukan hanya aktivitas pariwisata semata, tetapi sektor ekonomi komprehensif dengan dampak yang sangat besar pada perdagangan, investasi, transportasi, akomodasi, jasa, dan promosi citra nasional.
Menurut data dari Badan Pariwisata Nasional Vietnam, pada tahun 2025, total pendapatan pariwisata nasional akan mencapai sekitar 1 triliun VND untuk pertama kalinya, dengan pasar MICE saja menyumbang sekitar 150.000 miliar VND (sekitar 6 miliar USD). Dari tahun 2026 hingga 2030, segmen ini diproyeksikan tumbuh sebesar 12-15% setiap tahunnya. Ini adalah tingkat pertumbuhan yang sangat patut diperhatikan mengingat persaingan yang ketat di kawasan ini.

Ciri khas wisatawan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) adalah pengeluaran mereka yang jauh lebih tinggi dibandingkan wisatawan biasa. Mereka tidak hanya menggunakan akomodasi kelas atas tetapi juga membutuhkan layanan konferensi, santapan mewah , belanja, hiburan, wisata pasca acara, dan layanan pengalaman khusus. Oleh karena itu, jika dimanfaatkan dengan baik, pariwisata MICE dapat menjadi pendorong untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan di seluruh industri pariwisata.
Tetapi Banyak daerah menerapkan kebijakan dukungan yang kuat untuk menarik wisatawan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Bagaimana pandangan Anda tentang tren ini?
- Saya percaya ini adalah pertanda positif, yang menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah mulai memandang MICE sebagai "pasar strategis" dan bukan hanya sebagai produk tambahan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Kota Ho Chi Minh dan Da Nang telah menjadi dua daerah terdepan dalam mengembangkan kebijakan khusus untuk MICE (Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran). Misalnya, Kota Ho Chi Minh baru-baru ini mengeluarkan Resolusi No. 62/2025/NQ-HĐND dengan banyak mekanisme dukungan khusus seperti subsidi untuk biaya sewa aula, tiket masuk, penyelenggaraan program seni penyambutan, atau hadiah suvenir untuk delegasi besar.
Berdasarkan Resolusi tersebut, agen perjalanan dan penyelenggara acara yang secara langsung membawa wisatawan ke Kota Ho Chi Minh akan menerima dukungan mulai dari 15-25% dari biaya masuk, hingga maksimum 20 juta VND per kelompok; dukungan sebesar 15-30% dari biaya sewa aula dan ruang pertemuan, hingga maksimum 20 juta VND per kelompok. Selain itu, mereka akan menerima subsidi 20% untuk biaya penyelenggaraan program seni penyambutan, hingga maksimum 10 juta VND per program. Kelompok wisatawan juga akan menerima hadiah suvenir senilai 1 juta VND.
Hasil awalnya cukup jelas. Pada awal Mei 2026, Kota Ho Chi Minh menyambut hampir 900 tamu internasional dari Allianz Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kebijakan yang tepat dan ekosistem layanan yang baik, Vietnam sepenuhnya mampu bersaing untuk menarik kelompok MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) berskala besar.
Sementara itu, Da Nang terus menunjukkan pendekatan proaktifnya dengan menerapkan program "Da Nang - Meningkatkan Pengalaman Pariwisata MICE" pada tahun 2026. Kota ini tidak hanya memperluas cakupan dukungan tetapi juga bertujuan untuk membangun ekosistem MICE yang profesional, mulai dari standarisasi layanan hingga pengembangan produk unik seperti konferensi yang dipadukan dengan resor, kegiatan membangun tim, pengalaman budaya dan kuliner, serta warisan Vietnam Tengah.
Yang perlu diperhatikan, pola pikir masyarakat setempat mengenai MICE (Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran) sedang bergeser dari "menarik melalui harga" menjadi "mempertahankan melalui pengalaman dan kualitas layanan." Ini adalah arah yang tepat.
Diperlukan strategi nasional dan seorang "konduktor" koordinator.
Namun, menurut Anda, apa saja hambatan terbesar yang mencegah MICE mencapai potensi penuhnya?
- Kendala terbesar tetap terletak pada infrastruktur khusus dan kapasitas organisasi pasar. Vietnam saat ini memiliki banyak hotel dan resor kelas atas, tetapi kekurangan pusat pameran dan konferensi skala besar yang mengintegrasikan teknologi modern dan beroperasi secara lancar. Ketika perusahaan internasional perlu menyelenggarakan acara untuk ribuan orang yang digabungkan dengan pameran produk, mereka sering memprioritaskan Bangkok atau Singapura karena lokasi-lokasi tersebut memiliki kompleks MICE mandiri dengan koneksi yang nyaman antara perjalanan udara, akomodasi, konferensi, dan hiburan.
Selain itu, hubungan antara berbagai komponen rantai nilai MICE di negara kita masih terfragmentasi. Fluktuasi signifikan pada harga tiket pesawat domestik baru-baru ini adalah contoh utamanya, yang meningkatkan biaya penyelenggaraan tur MICE dan secara langsung berdampak pada daya saing bisnis.
Masalah lainnya adalah bahwa kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) saat ini terkonsentrasi di beberapa kota besar. Sementara itu, daerah seperti Delta Mekong dan Pantai Tengah Selatan memiliki potensi besar untuk "MICE hijau" dan MICE ramah lingkungan, tetapi terbatas dalam hal infrastruktur transportasi dan kapasitas penyelenggaraan acara profesional.
- Menurut Anda, apa yang perlu dilakukan agar MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) benar-benar menjadi mesin pertumbuhan baru bagi industri pariwisata?
- Untuk beralih dari "potensi" ke "terobosan," tiga kelompok solusi utama perlu diimplementasikan secara bersamaan.
Pertama dan terpenting, strategi nasional untuk pengembangan pariwisata MICE perlu dibentuk, dengan lembaga khusus yang mampu mengkoordinasikan, mempromosikan, dan mengajukan penawaran untuk acara-acara internasional besar. Thailand memiliki TCEB, Singapura memiliki model "Global Hub", sementara Vietnam saat ini kekurangan "konduktor" untuk memimpin seluruh ekosistem ini.
Bersamaan dengan itu, perlu ada fokus pada investasi di kompleks MICE berskala besar yang terhubung dengan infrastruktur transportasi modern. Pemerintah membutuhkan mekanisme insentif yang lebih kuat untuk menarik investasi swasta ke pusat pameran dan konferensi, sekaligus mempercepat kemajuan proyek bandara, jalan raya, dan logistik antarwilayah.
Pada saat yang sama, ada kebutuhan kuat untuk beralih ke persaingan melalui pengalaman unik dan pembangunan berkelanjutan. Tren global saat ini sangat menekankan MICE yang ramah lingkungan, pengurangan emisi, dan nilai-nilai budaya lokal. Vietnam memiliki keunggulan signifikan dalam hal warisan budaya, kuliner, ekologi, dan budaya daerah. Jika kita tahu bagaimana mengintegrasikan elemen-elemen ini secara profesional ke dalam produk MICE, kita akan menciptakan perbedaan besar dibandingkan dengan destinasi lain di kawasan ini.
Saya percaya masa depan MICE di Vietnam terletak bukan pada persaingan harga, tetapi pada kemampuan untuk menciptakan pengalaman kelas atas dan unik yang mencerminkan budaya Vietnam.
Terima kasih, Pak!
Sumber: https://daibieunhandan.vn/du-lich-mice-truc-co-hoi-but-pha-10417937.html







Komentar (0)