Menurut informasi terbaru dari Organisasi Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Tourism) yang diumumkan pada 27 November, jumlah wisatawan internasional akan terus mencapai pertumbuhan yang mengesankan pada tahun 2025.
Dalam Laporan Pariwisata Dunia triwulanannya, Pariwisata PBB mengatakan lebih dari 1,1 miliar perjalanan internasional dilakukan dalam sembilan bulan pertama tahun ini, naik 5% dari periode yang sama tahun lalu.
Kawasan Asia -Pasifik mengalami pemulihan yang kuat sebesar 8%, berkat pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19. Namun, angka ini belum kembali ke tingkat sebelum pandemi pada tahun 2019 dan masih sekitar 10% lebih rendah.
Kawasan lain juga mencatat pertumbuhan yang mengesankan. Afrika mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kedatangan wisatawan internasional, dengan Afrika Utara mengalami peningkatan sebesar 11% dan Afrika Sub-Sahara mengalami peningkatan sebesar 10%.
Sementara itu, Eropa terus mempertahankan posisinya sebagai tujuan global terbesar dengan 625 juta kedatangan pada periode yang sama, naik 4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Amerika Selatan dan Amerika Tengah juga membukukan pertumbuhan positif, masing-masing sebesar 9% dan 3%, berbeda dengan penurunan sedikit sebesar 1% di Amerika Utara.
Sekretaris Jenderal Pariwisata PBB Zurab Pololikashvili mengatakan pariwisata internasional telah tumbuh secara stabil tahun ini baik dari segi kedatangan maupun pendapatan, meskipun ada tekanan inflasi dalam industri pariwisata dan ketegangan geopolitik.
Prakiraan Pariwisata PBB memperkirakan pariwisata global akan tumbuh 3-5% sepanjang tahun, tetapi ketidakstabilan geopolitik dan biaya tinggi dapat menjadi faktor potensial yang berdampak negatif terhadap prospek pertumbuhan industri tersebut.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/du-lich-toan-cau-phuc-hoi-manh-me-voi-11-ty-luot-khach-quoc-te-post1079831.vnp






Komentar (0)