
Program "Suara Akar - Puisi Sekolah" diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Seni serta Klub Puisi Pusat Kebudayaan dan Pameran Kota Ho Chi Minh bekerja sama dengan Klub "Saya Cinta Vietnam" sekolah tersebut.
Suasana sekolah yang akrab bergema dengan suara kecapi bầu dan nguyệt, melodi rakyat, dan pertunjukan oleh seniman rakyat. Program yang berlangsung sekitar satu jam ini menawarkan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dengan seni pertunjukan tradisional melalui pengalaman langsung.
Program dimulai dengan sesi interaktif berjudul "Mengaktifkan Emosi - Dari Halaman ke Suara Penyanyi." Seniman terkemuka Thanh Nhàn membawakan syair rakyat yang familiar: "Cinta seorang ayah bagaikan Gunung Thái Sơn / Cinta seorang ibu bagaikan air yang mengalir dari mata air..." dalam bentuk lagu pengantar tidur tradisional.
Setelah itu, Guru Kebudayaan Pham Thai Binh berinteraksi dengan para siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan isi puisi rakyat tersebut. Banyak siswa yang antusias berpartisipasi dalam menjawab, berbagi pemikiran mereka tentang bakti kepada orang tua dan kasih sayang keluarga.

Menurut penyelenggara, tujuan program ini bukan hanya untuk memperkenalkan puisi rakyat tetapi juga untuk membantu siswa menghargai nilai-nilai budaya melalui pertunjukan langsung. Alih-alih hanya belajar dari buku, siswa dapat mendengarkan, menonton, dan berinteraksi dengan para seniman.
Suasana di halaman sekolah tetap meriah saat lagu-lagu rakyat dari tiga wilayah Vietnam ditampilkan satu demi satu. Setiap penampilan dikaitkan dengan karakteristik budaya dari wilayah masing-masing, membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang keragaman dalam seni rakyat Vietnam.
Dalam pengantar lagu-lagu rakyat Vietnam Utara, para seniman menciptakan kembali suasana nyanyian rakyat Quan Ho dengan kostum tradisional para penyanyi pria dan wanita. Lagu rakyat "Trong Com" yang dibawakan oleh para seniman Le Thuy, Ngoc Thang, Hong Man, dan Tran Duyen mendapat tepuk tangan meriah dari para siswa.
Banyak anak-anak diundang ke atas panggung untuk bernyanyi bersama para seniman, menciptakan suasana yang hangat dan ramah. Melalui format ini, anak-anak tidak hanya menonton pertunjukan tetapi juga berpartisipasi langsung dalam kegiatan seni rakyat.


Setelah acara utama, dilanjutkan dengan pengenalan lagu-lagu rakyat Ví dan Giặm dari Nghe Tinh. Para seniman Ha Huong Lai, Duc Tuong, Thanh Tu, dan Hoang Dai membawakan cuplikan dari "Kehidupan untuk Tujuan Mulia," yang memuji profesi mengajar dan mengungkapkan rasa sayang kepada para guru.
Menurut penyelenggara, memilih pertunjukan yang relevan dengan lingkungan sekolah membuatnya lebih mudah diterima oleh siswa, sekaligus menciptakan hubungan antara seni tradisional dan kehidupan modern.
Di akhir program, para siswa menikmati musik rakyat Vietnam Selatan melalui pertunjukan "Guru Selamanya Indah Sepanjang Musim Semi" dalam gaya Vọng Kim Lang, yang dibawakan oleh Cẩm Yến - seorang anggota muda dari Klub Musik Rakyat Vietnam Selatan di Pusat Kebudayaan dan Pameran Kota Ho Chi Minh.
Kemunculan seorang seniman muda menarik banyak perhatian dari para siswa. Melalui hal ini, program tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional masih dilestarikan di kalangan generasi muda.
Selain pertunjukan, program ini juga menyertakan permainan interaktif bernama "Suara Siapa Ini?", yang membantu siswa mengidentifikasi alat musik tradisional melalui suara khasnya. Banyak siswa berpartisipasi dengan antusias dan berhasil mengidentifikasi alat musik seperti kecapi bầu, kecapi nguyệt, dan seruling bambu.
Menurut perwakilan dari Pusat Kebudayaan dan Pameran Kota Ho Chi Minh, program "Suara Akar - Puisi Sekolah" dirancang untuk mendekatkan seni tradisional kepada siswa melalui pengalaman langsung.

Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi warisan budaya ke dalam sekolah telah menjadi fokus banyak lembaga pendidikan dan budaya. Dalam Program Pendidikan Umum 2018, isi pendidikan budaya tradisional didorong untuk diintegrasikan melalui kegiatan pengalaman, lokakarya tematik, dan pertukaran artistik.
Kolaborasi antara lembaga budaya dan sekolah dianggap sebagai salah satu solusi untuk melengkapi sumber daya bagi kegiatan pendidikan budaya tradisional. Melalui partisipasi langsung para perajin, siswa memiliki kesempatan untuk mengakses bentuk-bentuk seni pertunjukan rakyat dengan cara yang lebih hidup.
Menurut banyak guru yang berpartisipasi dalam program tersebut, format interaktif membantu siswa fokus dan menjadi lebih tertarik dibandingkan hanya belajar melalui teori. Pertunjukan dirancang agar ringkas dan sesuai untuk anak-anak sekolah dasar, menciptakan suasana yang meriah sepanjang program.
Pada kesempatan ini, musisi dan penyair Tran Tat Dinh, Ketua Klub Puisi, juga mempersembahkan kepada sekolah sebuah kumpulan puisi dan lagu yang berisi 30 karya tentang anak-anak.
Sumber: https://baovanhoa.vn/van-hoa/dua-dien-xuong-dan-gian-vao-truong-hoc-230642.html











Komentar (0)