Menurut Marca , Real Madrid mulai mempersiapkan pergantian pelatih setelah tersingkir dari Liga Champions 2025/26 oleh Bayern Munich. Semua rencana dilaporkan diaktifkan jika peluang Real Madrid untuk berkompetisi di La Liga berakhir, yang bisa terjadi paling cepat pada pertandingan melawan Barcelona pada 11 Mei.
Dalam daftar kandidat yang dipersempit, Mourinho muncul sebagai nama yang menerima dukungan terbanyak dari petinggi klub. "Bos besar" Florentino Perez telah menjalin hubungan dekat dengan ahli strategi asal Portugal itu sejak masa baktinya di Bernabeu dari tahun 2010 hingga 2013. Presiden Real Madrid itu dikatakan selalu sangat menghargai Mourinho dan menganggapnya sebagai orang yang meletakkan fondasi bagi periode dominasi Eropa tim di kemudian hari.
Suasana tegang di ruang ganti Real Madrid belakangan ini membuat kembalinya Mourinho menjadi kemungkinan yang lebih patut diperhatikan. Dua bentrokan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde mengakibatkan gelandang Uruguay itu dirawat di rumah sakit.
Justru ketidakstabilan internal inilah yang membuat Real Madrid mempertimbangkan pelatih dengan kepribadian yang kuat dan kemampuan untuk mengendalikan ruang ganti, seperti Mourinho. Pengalaman "Sang Spesial" dalam menangani tekanan, mengelola pemain bintang, dan menanamkan disiplin dianggap sangat cocok untuk situasi tim saat ini.
Selain Mourinho, Real Madrid juga mempertimbangkan Mauricio Pochettino, Didier Deschamps, atau Lionel Scaloni. Namun, tak satu pun dari mereka yang mampu membangkitkan daya tarik sebesar mantan manajer Chelsea dan Manchester United itu di kalangan penggemar.
Meskipun belum ada keputusan final, Marca mengklaim bahwa Florentino Perez telah mulai "memberikan lampu hijau" untuk kembalinya Mourinho ke Bernabeu setelah lebih dari satu dekade.
Sumber: https://znews.vn/florentino-perez-bat-den-xanh-cho-mourinho-post1650033.html











Komentar (0)