Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Harga lada hari ini 28 November: Ekspor meningkat drastis

Harga lada hari ini, 28 November 2025, tetap stabil di angka 150.000 VND/kg. Harga ekspor Vietnam meningkat tajam, sehingga terus mendominasi pasar AS.

Báo Đà NẵngBáo Đà Nẵng28/11/2025

Harga lada dalam negeri stabil sekitar 150.000 VND/kg.

Pasar harga lada domestik pada 28 November 2025 mencatat stabilitas, tanpa fluktuasi baru dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya. Khususnya, daerah-daerah penghasil utama seperti Dak Lak, Dong Nai, dan Ba ​​Ria - Vung Tau terus memimpin pasar ketika harga bertahan di kisaran 150.000 VND/kg.

Mengikuti tepat di belakangnya, pedagang di Dak Nong, Gia Lai dan Binh Phuoc membeli sekitar 149.000 VND hingga 149.500 VND/kg.

Pergerakan sampingan ini membuat tingkat harga umum produk pertanian "emas hitam" tetap berada pada ambang batas tinggi 150.000 VND/kg, menciptakan mentalitas menunggu sinyal terobosan berikutnya dari pasar internasional.

Harga lada hari ini 28 November: Ekspor meningkat drastis

Perkembangan harga lada dunia pada 28 November: Banyak titik terang

Berbeda dengan kemerosotan domestik, pasar internasional pada 28 November mengalami pemulihan. Di Indonesia, harga lada hitam Lampung dan lada putih Muntok mencatat kenaikan tipis sebesar 0,17%, masing-masing mencapai 7.136 USD/ton dan 9.717 USD/ton.

Pasar lain seperti Malaysia dan Brasil tetap stabil, tanpa perubahan harga yang tercantum.

Titik terang terbesar adalah ekspor Vietnam. Harga jual lada hitam meningkat tajam sekitar 1,5%, sehingga harga lada hitam 500g/l menjadi 6.500 USD/ton dan lada 550g/l menjadi 6.700 USD/ton. Yang paling mengesankan adalah lada putih, yang meningkat lebih dari 2%, mencapai 9.250 USD/ton.

Data dari Pusat Perdagangan Internasional (ITC) menunjukkan gambaran yang jelas tentang arus perdagangan ke AS. Pada Agustus 2025, meskipun total impor AS menurun dibandingkan periode yang sama, Vietnam tetap mengukuhkan posisinya sebagai pemasok nomor 1 dengan lebih dari 4.500 ton, yang mencakup proporsi yang sangat besar, hampir 72%. Pesaing seperti India atau Indonesia hanya menguasai sebagian kecil pangsa pasar ini.

Dalam 8 bulan pertama tahun ini, AS menghabiskan hampir 447 juta dolar AS untuk mengimpor lada. Perlu dicatat bahwa meskipun total volume impor menurun, nilai omzet ekspor meningkat lebih dari 41% karena kenaikan harga dunia. Vietnam masih menjadi pemasok utama dengan lebih dari 40.000 ton.

Namun, negara-negara lain seperti india dan India mengalami pertumbuhan pesat dalam hasil ekspor ke AS, sehingga mengharuskan industri lada Vietnam untuk terus meningkatkan daya saingnya.

Asosiasi Lada dan Rempah Vietnam (VPSA) menilai bahwa kebijakan pembebasan pajak timbal balik membawa keuntungan besar bagi perusahaan Vietnam dibandingkan dengan pesaing yang tidak menikmati insentif.

Faktor-faktor positif di atas membantu mengurangi biaya impor bagi distributor AS, dengan demikian mendorong penandatanganan kontrak baru untuk tahun 2026 dan memperluas pangsa pasar.

Periode saat ini dianggap sebagai waktu emas bagi para pelaku bisnis untuk meningkatkan ekspor. Negosiasi ulang harga dan peningkatan pasokan akan membantu memaksimalkan permintaan yang terus meningkat dari AS, memastikan produksi yang stabil dan keuntungan yang baik untuk tahun panen berikutnya.

Sumber: https://baodanang.vn/gia-tieu-hom-nay-28-11-xuat-khau-tang-but-pha-3311745.html


Topik: harga lada

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Pho 'terbang' 100.000 VND/mangkuk menuai kontroversi, masih ramai pengunjung
Matahari terbit yang indah di atas lautan Vietnam
Bepergian ke "Miniatur Sapa": Benamkan diri Anda dalam keindahan pegunungan dan hutan Binh Lieu yang megah dan puitis
Kedai kopi Hanoi berubah menjadi Eropa, menyemprotkan salju buatan, menarik pelanggan

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Tulisan Thailand - "kunci" untuk membuka harta karun pengetahuan selama ribuan tahun

Peristiwa terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk