Mulai 1 Juli 2025, Vietnam secara resmi menerapkan model pemerintahan lokal dua tingkat dengan tujuan merampingkan aparatur administrasi, mengurangi perantara, dan meningkatkan otonomi di tingkat akar rumput. Setelah hampir setahun implementasi, yang menjadi perhatian masyarakat bukan hanya bagaimana aparatur administrasi telah berubah, tetapi juga apakah prosedur diproses lebih cepat, dan apakah layanan lebih praktis dan nyaman.
Ini adalah tema sentral yang diangkat oleh banyak delegasi dan pakar di seminar tersebut: Ketika tingkatan perantara dihilangkan, layanan publik harus benar-benar bergerak ke arah yang lebih dekat dengan masyarakat, lebih responsif terhadap kebutuhan mereka, dan lebih responsif terhadap tuntutan aktual.

Para delegasi menghadiri seminar di lokasi provinsi Lang Son .
Penilaian awal menunjukkan bahwa model baru ini telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola lokal. Banyak masalah di tingkat akar rumput ditangani lebih cepat, prosedur administratif dipersingkat, sementara peran proaktif pemerintah komune dan kelurahan telah ditingkatkan secara signifikan. Peningkatan desentralisasi kekuasaan ke tingkat akar rumput juga secara bertahap mengubah praktik administratif sebelumnya.
Survei yang dilakukan bersama oleh Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh di beberapa daerah menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat setuju dengan penyederhanaan aparatur administrasi dan pengurangan tingkat perantara dalam penyediaan layanan publik. Namun, di balik tanda-tanda positif ini, masih ada cukup banyak "kendala" yang perlu diatasi.
Pada seminar tersebut, banyak delegasi berpendapat bahwa kapasitas implementasi di tingkat akar rumput masih belum merata. Seiring dengan meningkatnya beban kerja dan kewenangan, banyak daerah, terutama di tingkat kecamatan, masih menghadapi kesulitan dalam hal sumber daya manusia, kondisi kerja, dan kapasitas manajemen. Tanpa mekanisme dukungan yang memadai, tekanan akibat beban kerja yang berlebihan di tingkat akar rumput akan semakin terlihat jelas.
Para ahli, kementerian, sektor, dan daerah telah mengusulkan berbagai solusi untuk meningkatkan efisiensi penyampaian layanan publik selama periode 2026-2031. Fokusnya adalah pada peningkatan kualitas pejabat dan pegawai negeri sipil di tingkat provinsi dan kecamatan; penyederhanaan prosedur administrasi agar lebih mudah dan nyaman diakses oleh masyarakat; dan peningkatan partisipasi dan masukan masyarakat dalam proses peningkatan layanan publik.
Dalam pidato penutupnya di seminar tersebut, ketua Akademi Politik Nasional Ho Chi Minh menyatakan bahwa pendapat dan saran yang disampaikan pada seminar tersebut akan dikumpulkan untuk menyusun laporan rekomendasi yang akan diajukan kepada pihak berwenang untuk dipertimbangkan.
Setelah hampir setahun diimplementasikan, model pemerintahan lokal dua tingkat ini bukan lagi sekadar tentang reorganisasi aparatur administratif, tetapi bergerak menuju tujuan yang lebih besar yaitu melayani masyarakat dengan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih nyaman.
Sumber: https://mst.gov.vn/giam-cap-trung-gian-dich-vu-cong-phai-gan-dan-hon-19726051516570167.htm












Komentar (0)