
Penggagas inisiatif ini adalah Luu Tuan Anh (lahir tahun 2002) dari Dusun 2, Pulau Thanh Lan. Lahir dan besar di pulau itu, Tuan Anh lebih memahami daripada siapa pun nilai lingkungan laut bagi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat setempat. Setelah bertahun-tahun bekerja jauh dari rumah, pada tahun 2024 pemuda ini memutuskan untuk kembali dan memulai karier di bidang pariwisata dengan keinginan untuk berkontribusi dalam mempromosikan keindahan tanah kelahirannya.
Sebagai pemandu wisata lepas, Tuan Anh secara rutin merekam video yang menampilkan pemandangan indah Pulau Thanh Lan dan mempostingnya di media sosial untuk memperkenalkan kampung halamannya kepada wisatawan dari dekat dan jauh. Namun, selama pembuatan video, Tuan Anh sering kali khawatir dengan banyaknya sampah yang ditemukan di banyak pantai di pulau itu. Botol plastik, kantong plastik, dan sampah rumah tangga yang terbawa ombak dan tertinggal setelah tur tidak hanya mengurangi keindahan daerah tersebut tetapi juga berdampak negatif pada lingkungan laut.
"Ada beberapa pantai yang sangat indah, tetapi ada begitu banyak sampah. Setiap kali saya membuat video, melihat pemandangan indah bercampur dengan sampah membuat saya merasa sangat sedih. Saya rasa saya tidak bisa hanya mempromosikan keindahan kampung halaman saya tanpa melakukan apa pun untuk melindungi lingkungan," ujar Lưu Tuấn Anh.
Dengan pemikiran itu, Tuan Anh mulai memungut sampah di pantai-pantai pulau itu sendirian. Awalnya, itu hanya dilakukannya di waktu luang untuk membersihkan lingkungan. Tanpa membuat keributan besar atau menetapkan tujuan yang muluk-muluk, Tuan Anh hanya berpikir bahwa membersihkan sebagian pantai berarti membuat kampung halamannya sedikit lebih indah.
Inisiatif Tuan Anh secara bertahap menyebar dan mendapat dukungan dari banyak orang di sekitarnya. Beberapa teman yang bekerja di bidang pariwisata di pulau itu melihat makna dari pekerjaan tersebut dan ikut bergabung. Dari hanya beberapa orang pada awalnya, kelompok tersebut tumbuh lebih besar dan mempertahankan kegiatan rutin. Sesi bersih-bersih ini biasanya diadakan pada akhir pekan atau saat waktu luang. Beberapa mengumpulkan sampah di pantai, yang lain memungut sampah yang tersangkut di bebatuan, dan yang lainnya memilah dan mengangkutnya untuk diproses. Beberapa jenis sampah dibakar, sementara sisanya diproses sesuai peraturan untuk meminimalkan pencemaran lingkungan.
Hingga saat ini, kelompok tersebut telah menyelenggarakan kegiatan bersih-bersih di banyak area seperti Pantai Ba Chau, Pantai Vung Tron, dan kawasan perumahan di tengah pulau. Yang patut dipuji adalah kegiatan ini tidak hanya dilakukan selama musim wisata, tetapi telah dipertahankan secara rutin selama bertahun-tahun. Bahkan selama musim puncak, ketika pekerjaan lebih sibuk, para anggota masih berusaha untuk mengatur setidaknya satu sesi per minggu untuk membersihkan sampah bersama.

Menurut Tuan Anh, mereka yang terlibat dalam pariwisata harus bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan, karena lanskap yang bersih dan indah merupakan faktor penting dalam menarik wisatawan dan menjaga citra lokal. "Ini tanah kelahiran saya, jadi saya harus sadar untuk melestarikannya. Jika setiap orang memberikan sedikit usaha, lingkungan akan berubah secara signifikan," kata Luu Tuan Anh.
Selain mengumpulkan sampah secara langsung, para pemuda ini juga aktif mempromosikan dan meningkatkan kesadaran tentang perlindungan lingkungan di kalangan penduduk lokal dan wisatawan. Saat mengajak wisatawan berkeliling pulau, Tuan Anh sering mengingatkan pengunjung untuk membatasi penggunaan kantong plastik, tidak membuang sampah sembarangan, dan bekerja sama untuk melindungi lingkungan laut.
Mendampingi Tuan Anh dalam banyak kegiatan perlindungan lingkungan, Nguyen Tien Dung (Zona 1, Kawasan Ekonomi Khusus Co To) mengatakan: “Saya telah menjadi anggota kelompok ini sejak tahun 2025. Yang membuat saya tetap terlibat dalam kegiatan ini adalah keinginan untuk berkontribusi dalam memperindah tanah air dan pulau-pulau kita. Setiap kali kita melihat petugas kebersihan pantai setelah membersihkan sampah, semua orang merasa sangat senang. Pekerjaannya berat, tetapi sebagai imbalannya, lingkungan menjadi lebih baik, dan wisatawan juga lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan.”
Bukanlah tindakan-tindakan besar, melainkan ketekunan dalam tindakan-tindakan sederhana itulah yang menyebarkan semangat hidup bermasyarakat yang bertanggung jawab di kalangan generasi muda saat ini. Di pantai Thanh Lan, pemandangan anak-anak muda yang dengan tenang membungkuk untuk memungut setiap sampah tidak hanya membantu melestarikan kehijauan laut dan pulau-pulau, tetapi juga menciptakan keindahan berharga dari generasi muda di wilayah pesisir ini saat ini.
Sumber: https://baoquangninh.vn/gop-suc-giu-mau-xanh-cho-thanh-lan-3407270.html











Komentar (0)