![]() |
Guardiola kehilangan kendali atas tindakannya saat melawan Newcastle. |
Di St James' Park, Guardiola juga tak mampu menahan diri. Kamera menangkapnya berdebat dengan Bruno Guimaraes, lalu mempertanyakan wasit Samuel Barrott karena menolak serangkaian penalti Man City. Puncaknya adalah momen ketika Guardiola menepis kamera TV, melepas headset teknisi untuk berbicara langsung ke mikrofon.
"Saya merasa malu dan menyesal ketika mengingatnya kembali. Saya tidak menyukainya dan meminta maaf kepada juru kamera setelah sedetik," kata Guardiola. "Tapi saya adalah saya. Setelah 1.000 pertandingan, saya tidak sempurna, saya telah membuat kesalahan besar. Tapi ini bukan tentang saya. Saya selalu melindungi tim, itulah mengapa saya melakukannya."
Juru taktik asal Spanyol itu menjelaskan bahwa tindakannya bermula dari momen kehilangan kendali saat persaingan gelar Liga Primer semakin ketat. "Berdasarkan pengalaman saya, untuk memenangkan Liga Primer, Anda harus meraih 98 atau 100 poin," tegas Guardiola.
Guardiola juga menyinggung hubungannya dengan Guimaraes: "Kami sudah saling kenal selama bertahun-tahun, dan setiap kali setelah pertandingan, baik di Etihad maupun di tempat lain, kami masih mengobrol." Ahli strategi berusia 52 tahun ini sering kali mengandalkan pemain lawan untuk melampiaskan ketegangan, dan ia menegaskan bahwa ia tidak akan keberatan jika pelatih lain melakukan hal yang sama kepada tim mereka.
Newcastle tampil gemilang dengan Harvey Barnes mencetak dua gol. Man City disalip Chelsea di posisi kedua. Tim asal Manchester tersebut menunjukkan performa tandang yang mengecewakan, hanya menang 2 kali dari 6 pertandingan tandang sejak awal musim.
Sumber: https://znews.vn/guardiola-thay-xau-ho-post1605648.html







Komentar (0)