.jpg)
Pendekatan yang realistis
Baru-baru ini, Badan Asuransi Sosial (SI) Da Nang menyelenggarakan inspeksi mendadak di fasilitas asuransi kesehatan. Inspeksi ini berfokus pada penyediaan obat-obatan, bahan kimia, perbekalan kesehatan , layanan medis, kemampuan memenuhi manfaat peserta asuransi kesehatan, serta penggunaan dan pengelolaan anggaran belanja asuransi kesehatan tahun 2025.
Menurut Bapak Le Van Tien, Wakil Direktur Asuransi Sosial Da Nang , unit tersebut hanya mengumumkan rencana umum, sedangkan waktu dan lokasi inspeksi ditentukan oleh ketua atau wakil ketua tim. "Tim inspeksi akan memilih lokasi secara acak saat menaiki kendaraan dan tidak akan mengikuti rute tetap untuk menghindari persiapan fasilitas sebelumnya," ujar Bapak Tien.
Pendekatan ini memungkinkan tim inspeksi untuk melihat realitas. Melalui pendekatan ini, tiga kelompok pelanggaran umum terekam. Pertama, beberapa klinik umum tidak menyimpan rekam medis sesuai peraturan; penataan ruang gawat darurat, ruang pasien, dan ruang layanan teknis tidak sesuai peraturan.
Kedua, pengelolaan alat kesehatan dan obat-obatan tidak sesuai dengan peraturan; terdapat ketidaksesuaian antara catatan evaluasi alat kesehatan dengan penggunaan aktual. Ketiga, sumber daya manusia tidak terjamin, terutama dokter yang terdaftar praktik tetapi sering kali tidak hadir di fasilitas kesehatan.
Selain inspeksi di tempat, Asuransi Sosial Da Nang juga menerapkan pemantauan data bulanan untuk mendeteksi kelainan. Menurut Bapak Tien, lembaga asuransi memantau biaya rata-rata untuk setiap fasilitas, membandingkannya berdasarkan bulan, wilayah, dan nasional.
Ketika terjadi peningkatan indeks yang tidak normal, struktur layanan menyimpang dari standar regional/nasional, unit akan mengeluarkan peringatan kepada fasilitas dan melaporkannya kepada Departemen Kesehatan untuk dikoordinasikan dalam inspeksi. "Metode ini sangat efektif, terutama dengan biaya "puncak" yang jatuh di akhir atau awal minggu," komentar Bapak Tien.
Solusi komprehensif
Dari praktik inspeksi, Asuransi Sosial Danang mengusulkan berbagai solusi untuk meningkatkan efisiensi manajemen. Pertama, melakukan inspeksi mendadak secara berkala, alih-alih hanya mengandalkan rencana berkala.
Kedua, perkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam hal penilaian dan inspeksi. Badan Jaminan Sosial telah menerbitkan banyak dokumen yang mengusulkan agar Kementerian Kesehatan memeriksa sumber daya manusia dan peralatan secara cermat sebelum memberikan izin kepada fasilitas baru; sekaligus, koordinasikan inspeksi mendadak umum untuk menggabungkan manajemen negara dan penilaian dana.
Ketiga, terapkan sistem peringatan data untuk mendeteksi kelainan secara cepat, membantu badan pengelola memiliki dasar untuk memeriksa fokus yang tepat, dan mencegah penyebaran. Terakhir, tandatangani kontrak pemeriksaan dan perawatan kesehatan asuransi kesehatan dengan partisipasi Kementerian Kesehatan, untuk memastikan transparansi dan segera menyelesaikan masalah antara badan asuransi sosial dan fasilitas medis.

Bapak Tien juga menekankan beberapa rekomendasi kebijakan jangka panjang: menyempurnakan perencanaan jaringan layanan kesehatan berdasarkan kriteria kepadatan, radius, dan spesialisasi regional untuk menghindari investasi yang meluas; mengontrol ketat ketentuan perizinan, meningkatkan pasca inspeksi; mempromosikan konektivitas data untuk membatasi duplikasi pengujian dan memiliki kebijakan untuk menarik dan melatih sumber daya manusia berkualitas tinggi.
Bapak Tien mengatakan bahwa ke depannya, unit tersebut akan terus meningkatkan frekuensi inspeksi mendadak, sekaligus menilai catatan berdasarkan probabilitas dan fokus risiko. "Fokus fase ini adalah pada klinik umum dan fasilitas kesehatan swasta, kemudian secara bertahap diperluas ke fasilitas rawat inap. Kami juga merekomendasikan agar Departemen Kesehatan menambah staf profesional untuk bergabung dalam delegasi guna menggabungkan manajemen negara bagian dan penilaian dana," ujar Bapak Tien.
Model inspeksi mendadak telah menunjukkan hasil positif. Model ini tidak hanya mendeteksi pelanggaran secara tepat waktu, tetapi juga memberikan tekanan kepada fasilitas medis untuk menjaga kualitas layanan, dengan tujuan mencapai transparansi dalam pengelolaan dana asuransi kesehatan.
Yang lebih penting, inspeksi mendadak memberikan ketenangan pikiran bagi peserta asuransi kesehatan, memastikan hak-hak pemegang kartu asuransi kesehatan saat menerima pemeriksaan dan perawatan medis, berkontribusi dalam peningkatan kualitas sistem kesehatan, dan memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan masyarakat dengan lebih baik dalam situasi baru.
Sumber: https://baodanang.vn/hieu-qua-tu-viec-kiem-tra-dot-xuat-cong-tac-kham-chua-benh-bhyt-3303195.html






Komentar (0)