![]() |
| Pho mangkuk batu |
Keistimewaan pertama terletak pada mi pho-nya, yang tampak familiar namun diolah dengan sangat teliti. Tepung beras yang digunakan untuk membuat pho adalah beras merah atau beras Bao Thai lokal, butirannya kecil namun padat dan harum. Beras direndam dalam waktu yang tepat, digiling halus, lalu diratakan menjadi lembaran tipis. Saat dipotong menjadi mi, pho memiliki kelembutan sedang, kekenyalan alami, dan tidak hancur saat dituang ke dalam kuah mendidih di mangkuk batu. Setiap mi mempertahankan aroma beras pegunungan yang murni dan alami.
Berikutnya adalah kuahnya, jiwa dari hidangan ini. Berbeda dengan pho di dataran, kuahnya bening dan manis, direbus dari tulang sapi lokal, jenis sapi kecil dan padat yang hidup di perbukitan, sehingga memberikan rasa manis dan aroma yang lebih alami. Tulang-tulangnya direbus selama berjam-jam dengan jahe panggang, kapulaga, adas bintang... tetapi takarannya dikurangi agar tidak mengalahkan rasa daging sapi. Berkat itu, kuahnya terasa kaya sekaligus memiliki aroma hangat pegunungan dan hutan.
Bahan utama yang tak terpisahkan dalam pembuatan pho adalah daging sapi segar. Daging sapi disembelih pagi-pagi sekali, ketika dagingnya masih merah muda dan padat. Daging diiris sangat tipis, diletakkan di atas pho, lalu disiram dengan kaldu mendidih, membiarkan panas dari mangkuk batu mematangkan daging. Dagingnya manis, lembut, dan mempertahankan aroma khas daging sapi dataran tinggi. Beberapa restoran juga menambahkan telur flank, brisket, atau telur rebus agar pelanggan dapat memilih sesuai selera.
Namun, yang membuat hidangan ini unik adalah mangkuk batunya. Mangkuk ini dipanaskan hingga suhu tinggi sebelum pho dituang. Saat kuah dituang, terdengar suara "xèo" yang menandakan pho telah matang. Berkat daya tahan panasnya yang lama, mangkuk batu ini menjaga pho tetap panas dari awal hingga akhir, sempurna untuk cuaca dingin.
Sedikit daun bawang, ketumbar liar, irisan cabai merah matang, beberapa tetes lemon… Semua berpadu menciptakan semangkuk pho yang tak hanya lezat, tetapi juga membawa jiwa daerah berbatu tersebut. Oleh karena itu, pho mangkuk batu bukan lagi hidangan sederhana; melainkan sebuah pengalaman, sebuah kisah tentang bahan-bahan lokal, ketelitian sang juru masak, dan keindahan kuliner pegunungan.
Datang ke dataran tinggi musim ini, cobalah pho dalam mangkuk batu sekali. Rasa tempat ini tak hanya terasa dari semangkuk pho yang panas, tetapi juga dari ketulusan dan kesederhanaan tanah dan masyarakat dataran tinggi.
Hoang Anh
Sumber: https://baotuyenquang.com.vn/van-hoa/202511/hoi-am-pho-bat-da-cb73845/







Komentar (0)