
Menurut WHO, obesitas adalah penyakit kronis yang kompleks - Gambar ilustrasi
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Novo Nordisk bekerja sama dengan Decision Lab menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar orang sekarang menyadari obesitas sebagai penyakit kronis, intervensi dan perubahan perilaku masih sangat terbatas.
Secara khusus, prasangka terhadap orang gemuk masih cukup kuat.
83% memahami obesitas sebagai penyakit, tetapi lebih dari 50% masih menstigmatisasinya.
Menurut survei daring terhadap 1.004 orang dewasa di lima kota besar ( Hanoi , Ho Chi Minh City, Da Nang, Hai Phong, dan Can Tho), 83% peserta mengatakan mereka memahami obesitas sebagai penyakit yang dapat menyebabkan banyak penyakit kronis berbahaya.
Secara spesifik, obesitas diyakini terkait dengan dislipidemia, penyakit kardiovaskular, dan diabetes; 72% juga merasakan peningkatan risiko kanker dan infertilitas.
Selain dampak fisik, responden juga sangat menyadari konsekuensi dalam kehidupan sehari-hari mereka: 82% melaporkan bahwa orang obesitas sering merasa tidak percaya diri dan minder; sekitar 80% memperhatikan penurunan kesehatan mental dan kinerja kerja; dan 60% percaya bahwa kondisi ini juga memengaruhi hubungan pribadi.
Namun, pemahaman ilmiah ini masih disertai dengan prasangka sosial. Lebih dari setengah responden survei percaya bahwa obesitas disebabkan oleh kemalasan atau kurangnya kemauan.
Hampir 8 dari 10 orang percaya bahwa individu yang obesitas dirugikan dalam pekerjaan yang memprioritaskan penampilan. Persepsi ini menyebabkan banyak orang obesitas ragu-ragu dan menunda mencari bantuan medis .
Menurut para ahli, realitas ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perspektif, dengan memandang obesitas sebagai penyakit kronis yang membutuhkan intervensi dini dan upaya terkoordinasi dari layanan kesehatan, kebijakan, dan masyarakat.

Survei terhadap 1.004 orang mengungkap prasangka tentang obesitas di Vietnam.
Obesitas semakin menjadi beban bagi sistem perawatan kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa obesitas adalah penyakit kronis kompleks yang berkembang secara diam-diam tetapi memiliki konsekuensi yang luas, mulai dari kesehatan individu hingga tekanan pada perekonomian nasional.
Menurut World Obesity Atlas 2025, Vietnam saat ini memiliki salah satu tingkat obesitas terendah di Asia Tenggara, tetapi juga tingkat peningkatan tercepat di kawasan tersebut.
Perkiraan menunjukkan bahwa total biaya ekonomi akibat obesitas di Vietnam dapat meningkat dari sekitar US$4 miliar pada tahun 2020 menjadi lebih dari US$16 miliar pada tahun 2035. Biaya perawatan kesehatan saja diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat, dari US$372 juta menjadi sekitar US$1,27 miliar.
Perlu dicatat, Vietnam saat ini hanya menempati peringkat ke-108 dari 183 negara dalam hal kesiapan untuk pengobatan obesitas, yang mencerminkan kesenjangan signifikan dalam sistem perawatan kesehatan dan kurangnya solusi komprehensif dan terkoordinasi.
Laporan tersebut mengidentifikasi tiga alasan utama mengapa kesenjangan antara kesadaran dan tindakan masih besar.
Pertama, gaya hidup modern dengan kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak sehat telah meluas. Hampir dua pertiga dari responden survei melaporkan menghabiskan lebih dari enam jam sehari untuk duduk, sementara lebih dari sepertiga secara teratur mengonsumsi makanan olahan.
Kedua, konsekuensi kesehatan dari obesitas seringkali muncul terlambat dan berkembang secara diam-diam, sehingga banyak orang meremehkan masalah ini. Studi ACTION-Vietnam menunjukkan bahwa 30% orang obesitas masih merasa puas dengan berat badan mereka saat ini, dan 36% percaya bahwa obesitas kurang mengkhawatirkan dibandingkan penyakit lainnya.
Ketiga, terdapat kesalahpahaman tentang nutrisi, terutama dalam praktik pengasuhan anak. Survei menunjukkan bahwa 55% orang tua lebih khawatir anak-anak mereka pilih-pilih makanan daripada makan berlebihan; 42% percaya bahwa menjadi "gemuk" berarti sehat; dan 37% percaya bahwa makan banyak akan membantu anak-anak tumbuh lebih cepat.

Kebiasaan gaya hidup sehari-hari memengaruhi kesehatan dan meningkatkan risiko obesitas.
Dengan mempertimbangkan situasi ini, penelitian ini menyerukan kolaborasi antara pembuat kebijakan, profesional kesehatan, dunia usaha, dan media untuk mengubah persepsi masyarakat, yang memandang obesitas sebagai penyakit kronis yang membutuhkan intervensi dini dan pengobatan sistematis.
Sumber: https://tuoitre.vn/hon-nua-nguoi-viet-van-nghi-beo-phi-do-luoi-20260225104801484.htm











Komentar (0)