U-23 Indonesia punya skuad terkuat di SEA Games 33, tapi sang bos besar rendah hati
Dalam perkembangan yang mengejutkan, Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Bapak Erick Thohir, mematok target timnas U-23 di SEA Games ke-33 hanya meraih medali perak, alih-alih harus mempertahankan medali emas seperti yang diumumkan sebelumnya.
Namun, hal itu bisa dipahami sebagai cara Bapak Erick Thohir untuk tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada pelatih Indra Sjafri dan anak asuhnya, mengingat persaingan di SEA Games 33 nanti diprediksi sangat ketat.

Marselino Ferdinan (7) resmi berlaga di SEA Games 33, bakal membawa Timnas U-23 Indonesia semakin tangguh, bersaing dengan Timnas U-23 Vietnam.
Foto: Ngoc Duong
Meski merendah Bapak Erick Thohir, belum lama ini Ketua Timnas Indonesia, Bapak Sumardji membenarkan bahwa Timnas U-23 Tanah Air sudah merampungkan negosiasi dengan klub-klub untuk resmi memiliki 4 pemain naturalisasi yang tengah bermain di luar negeri guna mengikuti SEA Games ke-33.
Mereka adalah penyerang Mauro Zijlstra (FC Volendam), gelandang Ivar Jenner (FC Utrecht), dan bek Dion Markx (TOP Oss), ketiganya berasal dari Belanda. Selain itu, penyerang bintang Marselino Ferdinan dari AS Trencin di Slovakia juga telah mengonfirmasi keikutsertaannya di timnas U-23 Indonesia.
Selain itu, timnas U-23 Indonesia juga sedang menunggu konfirmasi dua pemain Adrian Wibowo dan Tim Geypens, menurut pelatih Indra Sjafri. Namun, kemungkinan kedua pemain ini dilepas oleh klub masing-masing masih belum jelas.
Untuk saat ini, dengan hadirnya 4 pemain naturalisasi yang berkiprah di luar negeri, kekuatan Timnas U-23 Indonesia semakin bertambah signifikan, karena mereka juga memiliki beberapa pemain naturalisasi yang sudah lama berkiprah, seperti striker Jens Raven, Rafael Struick, serta pemain-pemain lokal berprestasi seperti Dony Tri Pamungkas, Muhammad Ferarri, Kadek Arel, Toni Firmansyah, Hokky Caraka...
Pelatih Indra Sjafri mengatakan akan mengumumkan daftar 23 pemain Indonesia U-23 untuk SEA Games ke-33 minggu ini, sebelum tiba di Thailand pada 30 November.
Namun, menurut CNN Indonesia, situasi sepak bola putra di SEA Games ke-33 mengalami insiden besar, ketika olahraga Kamboja tiba-tiba mengumumkan pembatalan 8 cabang olahraga lagi, termasuk sepak bola.
Oleh karena itu, absennya tim U-23 Kamboja akan membuat Grup A hanya terdiri dari dua tim: U-23 Thailand (tuan rumah) dan Timor Leste. Kemungkinan besar hal ini akan mengakibatkan pengundian ulang. Namun, hingga saat ini (27 November), belum ada informasi spesifik, sehingga para tim harus menunggu perkembangan dan pengumuman dari Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF), serta dari Panitia Penyelenggara SEA Games ke-33.
Pada SEA Games ke-33, U.23 Indonesia tergabung di Grup C, berlaga di Kota Chiang Mai, termasuk pertandingan pembuka melawan U.23 Singapura pada 5 Desember, melawan U.23 Filipina pada 8 Desember, dan melawan U.23 Myanmar pada 12 Desember, semuanya di Stadion HUT ke-700.
U.23 Indonesia, bersama dengan U.23 Vietnam (di Grup B, sekarang disesuaikan untuk memindahkan tempat kompetisi ke Bangkok) dan U.23 Thailand, dianggap sebagai 3 kandidat paling menjanjikan untuk bersaing memperebutkan medali emas dalam sepak bola putra di SEA Games ke-33.
Sumber: https://thanhnien.vn/indonesia-su-dung-4-cau-thu-nhap-tich-tranh-hcv-sea-games-33-voi-u23-viet-nam-18525112708532286.htm






Komentar (0)