Pada pagi hari tanggal 28 November, Stasiun Penjaga Perbatasan Pelabuhan Lien Huong (provinsi Lam Dong ) mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pasukan fungsional dan nelayan setempat untuk mencari Tn. DQS (berusia 40 tahun, tinggal di desa 9, kecamatan Lien Huong), yang hilang di laut.
Sebelumnya, sekitar pukul 15.50 tanggal 27 November, Tn. S. dan Tn. HV (33 tahun, keduanya tinggal di komune Lien Huong) mendayung perahu ke laut untuk mengambil jangkar yang tenggelam. Karena ombak besar, perahu tiba-tiba terbalik, menyebabkan keduanya jatuh ke air. Tn. V. beruntung dapat berenang ke tepian, tetapi Tn. S. tersapu ombak dan hilang.

Setelah menerima informasi tersebut, penjaga perbatasan mengerahkan kendaraan dan nelayan untuk melakukan pencarian. Namun, karena ombak yang kuat, korban tenggelam dengan cepat, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan. Saat ini, banyak penjaga perbatasan, bersama dengan pasukan militer komune dan masyarakat setempat, terus memperluas area pencarian, sambil mengunjungi dan memberikan dukungan kepada keluarga korban.

Bapak Nguyen Truong Sa, Ketua Komite Rakyat Komune Lien Huong, mengatakan bahwa sekitar pukul 17.00 di hari yang sama, akibat dampak laporan No. 15, permukaan air laut naik, gelombang besar menghantam tanggul desa 13 dan 14, beberapa tempat terendam banjir hingga lebih dari 1 meter. Pihak berwenang mengerahkan pasukan untuk membantu warga mengungsi. Hingga pagi hari tanggal 28 November, ketinggian air masih hampir 1 meter. Pemerintah setempat sedang meninjau lokasi drainase untuk menangani situasi dan memastikan keselamatan warga.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/lam-dong-cheo-thung-ra-vot-neo-ngu-dan-bi-song-cuon-mat-tich-post825880.html






Komentar (0)