Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Para pemimpin banyak negara mengucapkan selamat kepada Bapak Erdogan atas terpilihnya beliau sebagai Presiden Turki

Báo Ninh BìnhBáo Ninh Bình29/05/2023

[iklan_1]

Para pemimpin Rusia, AS, Jerman, Prancis, Uni Eropa, dan NATO telah mengucapkan selamat kepada Presiden Tayyip Erdogan atas terpilihnya kembali setelah ketua Dewan Pemilihan Tertinggi Türkiye mengonfirmasi kemenangannya.

Pada pagi hari tanggal 29 Mei (waktu Vietnam), Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan atas kemenangannya di putaran kedua pemilihan presiden.

Dalam pernyataan di situs berita Kremlin, Presiden Putin menekankan bahwa kemenangan Bapak Erdogan dalam pemilihan ini merupakan hasil yang tepat atas kontribusi yang diberikan Bapak Erdogan sebagai kepala negara Turki.

Kemenangan ini merupakan bukti nyata dukungan rakyat Turki terhadap upaya Erdogan untuk memperkuat kedaulatan nasional dan menjalankan kebijakan luar negeri yang independen.

Presiden AS Joe Biden mengucapkan selamat kepada Bapak Erdogan atas terpilihnya beliau sebagai presiden . Di Twitter, Presiden Biden menekankan: "Saya berharap dapat terus berkoordinasi (dengan Bapak Erdogan) sebagai sekutu di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam isu-isu bilateral dan tantangan global bersama."

Pernyataan Presiden AS tidak menyebutkan ketegangan politik terkini antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengucapkan selamat kepada Bapak Erdogan, dan menyebut Turki sebagai "mitra dan sekutu NATO yang berharga."

"Saya berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah yang dipilih oleh rakyat Turki," tegas Bapak Blinken. Beliau juga mengapresiasi tingginya tingkat partisipasi pemilih Turki dalam pemilu ini.

Sementara itu, Uni Eropa (UE) dan NATO juga mengucapkan selamat kepada Bapak Erdogan atas terpilihnya kembali.

"Saya berharap dapat terus membangun hubungan Uni Eropa-Turki. Secara strategis, penting bagi Uni Eropa dan Turki untuk bekerja sama memajukan hubungan ini, demi kepentingan rakyat kita," ujar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Twitter.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga mengucapkan selamat kepada Bapak Erdogan: "Selamat kepada Presiden (Erdogan) atas terpilihnya kembali . Saya berharap dapat melanjutkan kerja sama kita dan mempersiapkan KTT NATO pada bulan Juli."

Segera setelah hasil pemilihan presiden Turki diumumkan, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengirimkan ucapan selamat kepada Bapak Tayyip Erdogan dan menyampaikan harapannya untuk kerja sama di masa depan antara kedua negara.

Di Twitter, Kanselir Scholz menulis: "Jerman dan Turki adalah mitra dan sekutu dekat. Kami juga memiliki hubungan yang erat secara sosial dan ekonomi. Selamat kepada Presiden Erdogan atas terpilihnya kembali. Sekarang kami ingin bersama-sama memajukan agenda bersama kami dengan semangat baru."

Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengucapkan selamat kepada Bapak Tayyip Erdogan atas kemenangannya, dan menyatakan bahwa kedua negara menghadapi banyak tantangan yang perlu diselesaikan bersama, termasuk "membawa kembali perdamaian ke Eropa."

Para pemimpin Rusia, AS, Jerman, Prancis, Uni Eropa, dan NATO mengucapkan selamat kepada Presiden Tayyip Erdogan atas terpilihnya kembali setelah Ketua Dewan Pemilihan Tertinggi Turki mengonfirmasi bahwa Erdogan menang dengan 52,14% suara di putaran kedua pemilihan , sementara lawannya Kemal Kilicdaroglu hanya meraih 47,68% suara.

Tran Quyen (Kantor Berita Vietnam/Vietnam+)


[iklan_2]
Tautan sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Pho 'terbang' 100.000 VND/mangkuk menuai kontroversi, masih ramai pengunjung
Matahari terbit yang indah di atas lautan Vietnam
Bepergian ke "Miniatur Sapa": Benamkan diri Anda dalam keindahan pegunungan dan hutan Binh Lieu yang megah dan puitis
Kedai kopi Hanoi berubah menjadi Eropa, menyemprotkan salju buatan, menarik pelanggan

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Tulisan Thailand - "kunci" untuk membuka harta karun pengetahuan selama ribuan tahun

Peristiwa terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk