Berdasarkan kebutuhan praktis ini, Akademi Ilmu Sosial Vietnam telah menerapkan model "Ruang Au Co", yang berkontribusi dalam menciptakan kondisi bagi staf perempuan untuk memiliki kondisi kerja dan kehidupan yang stabil.

Terbentuknya "Ruang Au Co" berawal dari pengamatan yang sangat spesifik dalam kehidupan kerja sehari-hari. Sebelumnya, banyak karyawan wanita, setelah kembali bekerja, harus mencari cara sendiri untuk memerah dan menyimpan ASI, karena kantor tidak memiliki ruang yang sesuai. Beberapa akan bergegas pulang selama istirahat, yang lain akan mencari sudut darurat di kantor, yang tidak nyaman dan sulit untuk menjaga kebersihan. Gangguan ini terjadi berulang kali sepanjang hari, secara langsung memengaruhi ritme kerja dan moral.
Berdasarkan realitas tersebut, Ibu Nguyen Thi Hong Hanh, Wakil Direktur Institut Informasi Ilmu Sosial, mengatakan bahwa proses pembentukan model tersebut terkait dengan kepemimpinan Institut yang secara proaktif mendengarkan pendapat staf perempuan, terutama mereka yang baru kembali bekerja setelah melahirkan. Menurutnya, umpan balik spesifik tentang kehidupan sehari-hari, mulai dari kurangnya ruang pribadi hingga kesulitan dalam menjaga ritme kerja, dicatat untuk menyesuaikan kondisi kerja sesuai kebutuhan.
Menurut Ibu Nguyen Thi Hong Hanh, dalam lingkungan penelitian ilmiah yang menuntut konsentrasi terus-menerus, gangguan kecil sekalipun, jika berkepanjangan, dapat secara signifikan memengaruhi kualitas pekerjaan. Oleh karena itu, menyediakan ruang yang sesuai tidak hanya mendukung kehidupan sehari-hari tetapi juga membantu staf perempuan untuk menjaga ritme kerja yang lebih stabil. Dari perspektif ini, pimpinan Akademi Ilmu Sosial Vietnam telah mengalokasikan ruang terpisah di Ruang 701, Gedung B, No. 1 Lieu Giai ( Hanoi ). Ruang ini dirancang dengan fungsionalitas lengkap, termasuk tempat tidur, lemari es untuk menyimpan susu, loker pribadi, serta meja dan kursi. Privasi dan kebersihan diprioritaskan, memungkinkan pengguna untuk secara proaktif mengatur waktu mereka tanpa memengaruhi pekerjaan secara keseluruhan.
Dari perspektif organisasi, menciptakan ruang seperti itu bukan tentang menambah fasilitas, tetapi tentang menyesuaikan kondisi kerja agar lebih sesuai dengan realitas para pekerja. Ketika kebutuhan pokok terpenuhi, karyawan dapat bekerja dengan tenang, meminimalkan gangguan, dan menjaga efisiensi kerja. Nama "Au Co" dipilih untuk membangkitkan citra seorang ibu dalam budaya nasional, sekaligus mengekspresikan rasa hormat terhadap peran keibuan dalam kehidupan modern. Pendekatan penamaan ini juga menunjukkan pendekatan yang dekat dan nyata, bukan konsep formal.
Dalam konteks saat ini, model ruang pompa dan penyimpanan ASI mulai muncul di beberapa bisnis, tetapi masih jarang diterapkan di sektor administrasi dan pelayanan publik. Fakta bahwa Akademi Ilmu Sosial Vietnam secara proaktif mengembangkan model ini menunjukkan pendekatan yang fleksibel, menghubungkan kebijakan dengan kebutuhan praktis.
Dari sudut pandang pengguna langsung, Ibu Tran Thi Khanh Huyen, seorang karyawan Departemen Administrasi Umum (Institut Ilmu Sosial dan Informasi), mengatakan bahwa periode awal kembali bekerja setelah melahirkan merupakan masa yang sangat menegangkan. Menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan mencari tempat yang مناسب untuk memompa dan menyimpan ASI sering mengganggu alur kerjanya. "Ada kalanya saya harus berhenti bekerja di tengah jalan karena saya tidak bisa mengatur waktu dan tempat saya secara efektif. Ini terjadi berulang kali, sehingga sulit untuk mempertahankan tingkat konsentrasi yang sama seperti sebelumnya," ujar Ibu Tran Thi Khanh Huyen.
Sejak "Ruang Au Co" digunakan, ia mampu lebih proaktif dalam kehidupan sehari-harinya. Ruang pribadi yang bersih ini membuat proses memerah dan menyimpan ASI menjadi lebih nyaman, dan tidak lagi berdampak signifikan pada waktu kerjanya. Menurut Ibu Huyen, perubahan yang paling terlihat adalah pola pikir kerjanya. Tanpa harus mengerjakan tugas-tugas non-profesional, ia dapat lebih fokus pada pekerjaannya. Ia merasa lebih nyaman pergi bekerja, tidak lagi terganggu seperti sebelumnya.
Berdasarkan pengalamannya, Ibu Tran Thi Khanh Huyen percaya bahwa model ini tidak terlalu rumit untuk diimplementasikan, namun memberikan hasil yang jelas. Jika lebih banyak organisasi mengadopsinya, perempuan akan memiliki kondisi yang lebih menguntungkan untuk mempertahankan pekerjaan mereka setelah melahirkan.
Berawal dari kebutuhan yang sangat spesifik, pembentukan "Ruang Au Co" menunjukkan pendekatan yang fleksibel dan efektif, di mana masalah-masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari diidentifikasi dengan tepat dan ditangani dengan cepat. Pendekatan ini juga dapat dipelajari dan direplikasi di instansi dan unit lain, berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih sesuai bagi karyawan dalam konteks saat ini.
Sumber: https://baotintuc.vn/xa-hoi/mo-hinh-cham-care-can-bo-nu-tu-nhu-cau-thuc-te-20260429105610879.htm











Komentar (0)