Banyak fotografer, baik domestik maupun internasional, berbondong-bondong ke Son Tra untuk mengabadikan momen bunga-bunga ungu dan monyet langur berkaki cokelat. Di lereng gunung dan di sepanjang jalan yang berkelok-kelok, bunga-bunga ungu pohon crape myrtle menutupi kanopi hutan, menciptakan lanskap alam yang unik dan memperkaya penawaran ekowisata kota ini.
Menurut pihak pengelola, bunga crape myrtle biasanya mekar dalam kelompok selama periode 2-3 minggu, ditandai dengan gugusan bunga panjang yang menjuntai dengan warna mulai dari ungu muda hingga ungu tua.
Selama musim puncak, banyak area di Semenanjung Son Tra, seperti jalan menuju Puncak Ban Co dan area di sekitar pohon beringin berusia seribu tahun, menjadi tempat populer bagi wisatawan dan penggemar fotografi. Kemunculan bunga ini secara bersamaan tidak hanya memperindah lanskap tetapi juga mencerminkan ekosistem hutan alami yang relatif stabil di Son Tra. Ini juga merupakan waktu ketika wisata pengalaman dan kegiatan eksplorasi alam meningkat, yang berkontribusi untuk merangsang pariwisata lokal, terutama selama liburan.
Namun, karena tingginya jumlah pengunjung, pihak berwenang menyarankan penduduk setempat dan wisatawan untuk meningkatkan kesadaran akan perlindungan lingkungan, menahan diri dari mematahkan ranting atau memetik bunga, dan mematuhi peraturan saat mengunjungi semenanjung tersebut.
Pemanfaatan nilai musim bunga crape myrtle secara rasional, bersamaan dengan pelestarian sumber daya alam, dianggap sebagai arah yang diperlukan untuk pembangunan pariwisata berkelanjutan di Son Tra di masa depan.
Sumber: https://baodanang.vn/mua-hoa-than-mat-tren-ban-dao-son-tra-3334175.html











Komentar (0)