Berdasarkan peraturan baru, para pemohon harus kembali ke negara asal mereka untuk mengajukan visa izin tinggal tetap, sebuah proses yang sudah terkenal sulit dan berpotensi memakan waktu lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Keputusan ini berisiko memisahkan keluarga, memaksa pekerja untuk berhenti dari pekerjaan mereka, dan mengganggu komunitas.
Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) menjelaskan bahwa pengajuan permohonan dari negara asal akan meminimalkan kasus-kasus di mana mereka yang ditolak izin tinggalnya dengan sengaja mencoba untuk tetap tinggal secara ilegal. USCIS juga menyatakan bahwa aturan tersebut akan memiliki pengecualian untuk keadaan luar biasa. Menurut data, sekitar 1,4 juta orang menerima izin tinggal tetap yang sah pada tahun fiskal 2024.
Langkah ini merupakan tindakan terbaru pemerintahan Trump untuk membatasi bahkan bentuk imigrasi yang legal. Sebelumnya, pemerintahan tersebut telah berupaya mengurangi permohonan suaka, mengakhiri Status Perlindungan Sementara (TPS) untuk banyak negara, menghentikan penerimaan pengungsi (kecuali warga Afrika Selatan kulit putih), dan memperketat visa kerja dan pelajar.
Menyusul penembakan terhadap dua tentara Garda Nasional tahun lalu, pemerintah juga mengumumkan peninjauan terhadap semua kartu hijau yang dikeluarkan untuk warga negara dari 19 negara yang menjadi perhatian. Namun, pelaku penembakan tersebut adalah warga negara Afghanistan yang diberikan suaka pada tahun 2025, sebuah proses yang sama sekali berbeda dari proses permohonan kartu hijau.
Sumber: https://baophapluat.vn/my-thay-doi-quy-trinh-the-xanh.html










Komentar (0)