Terhanyut dalam arus sejarah, perahu simbolis tersebut menghiasi sekaligus mengungkapkan citra makna, nilai, dan kedudukan setiap periode sejarah. Setiap bangsa dan setiap tokoh budaya memiliki sistem simbolnya sendiri. Dengan perspektif ini, Kolonel, Profesor Madya, dan Doktor Nguyen Thanh Tu menulis buku " Ho Chi Minh dan Simbol Budaya dan Kemanusiaan Tradisional" (Penerbit Tentara Rakyat, 2024).
![]() |
| Sampul buku. |
Tujuan ilmiah dari karya ini adalah untuk berkontribusi dalam menyoroti bagaimana Presiden Ho Chi Minh menggunakan simbol untuk menyampaikan makna revolusioner dengan cepat, ringkas, dan mudah dipahami. Beliau menggunakan simbol sebagai senjata dalam perjuangan melawan kejahatan, keburukan, dan kekuatan reaksioner; untuk menyebarkan, mendorong, dan menyerukan persatuan... dengan cara yang sangat efektif.
Buku ini dibagi menjadi tiga bagian: "Simbol Tradisi Budaya"; "Simbol Tokoh yang Kaya Budaya"; dan "Simbol Bagian Tubuh Manusia". Pada Bagian 1, penulis mengeksplorasi simbol leluhur; tokoh-tokoh heroik, tokoh mitologi dan sejarah; dan tokoh-tokoh budaya. Dari simbol leluhur yang familiar, melalui penggunaan oleh Presiden Ho Chi Minh, muncul empat aspek makna: Simbol-simbol tersebut terkait dengan rasa bangga dan tekad untuk melindungi bangsa; simbol-simbol tersebut terkait dengan simbol "sesama warga negara"—cinta dan persatuan; simbol-simbol tersebut memancarkan ideologi yang benar, mengutuk dan menyerang penjajah dan pengkhianat; dan simbol-simbol tersebut terkait dengan bahasa. Di antara tokoh-tokoh mitologi, Presiden Ho Chi Minh sering menyebut Santo Giong, simbol patriotisme dan aspirasi untuk kebebasan. Di antara para pahlawan, ia sering berbicara tentang Saudari-saudari Trung, Tran Hung Dao, Tran Quoc Toan, Quang Trung... contoh-contoh gemilang yang tercatat dalam sejarah sebagai orang-orang yang mengorbankan diri untuk tujuan besar, menunjukkan kemauan untuk menyelamatkan negara dan memiliki bakat militer yang luar biasa.
Dalam melakukan penelitian tentang "manusia budaya," karya ini berfokus pada citra rakyat, simbol paling umum untuk "landasan" "pembangunan kemenangan." Secara khusus, ia mewakili: simbol sumber kekuatan yang besar; simbol kebenaran, hati nurani, keadilan, perlindungan, dan kepedulian; simbol kebesaran, kemegahan, dan kemuliaan; simbol kekuatan yang tak terkalahkan; revolusioner harus melayani rakyat tanpa syarat; dan tanggung jawab rakyat untuk membantu pemerintah.
Tujuan penelitian simbolik adalah untuk menemukan mekanisme dan prinsip penciptaan makna. Semakin besar simbolnya, semakin beragam makna yang dapat ditawarkannya. Melalui penelitian yang spesifik, menyeluruh, dan sistematis, penulis menunjukkan bahwa simbol-simbol yang digunakan oleh Presiden Ho Chi Minh konsisten, jelas, dan menarik. Pada Bagian 3, khususnya mengenai simbol tangan/lengan, penulis mensistematiskan tiga jenis makna: simbol kemauan dan disiplin diri; simbol persatuan, solidaritas, dan persahabatan; dan simbol situasi, strategi, dan taktik. Selain gambar-gambar yang sudah dikenal, seperti: "Bahkan lima jari memiliki jari yang pendek dan panjang...", buku ini secara sistematis menyajikan berbagai simbol yang cukup lengkap, termasuk banyak simbol baru dan menarik dengan makna baru. Misalnya, untuk menggambarkan situasi proaktif tentara kita yang memaksa tentara Prancis untuk membubarkan pasukan mereka, Presiden Ho Chi Minh merentangkan tangannya, setiap jari menunjuk ke arah yang berbeda...
Perspektif sistematis dan komprehensif buku ini telah berkontribusi dalam membentuk potret Paman Ho yang hebat dalam banyak aspek: revolusioner, politikus, penulis, pendidik... Dalam representasi simbolis bagian-bagian tubuh manusia, Paman Ho sering menggunakan citra resep dan obat untuk mengobati penyakit negatif, menekankan perlunya ketekunan, bukan hanya solusi cepat, tetapi juga perlunya "dosis yang cukup": "Sama seperti pengobatan dokter, seseorang harus menggunakan obat pahit dan membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan penyakit."
Sebagai tokoh budaya besar, melalui asimilasi, pembelajaran, dan bahkan kreasi barunya, Paman Ho menguasai seluruh dunia simbol. Buku ini berkontribusi pada studi yang lebih mendalam tentang simbol-simbol yang digunakan Paman Ho, dan juga berfungsi sebagai cara untuk lebih memperjelas simbolisme Paman Ho—tokoh budaya yang dihormati dan dikagumi oleh dunia!
Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/sach/nghien-cuu-ho-chi-minh-tu-goc-do-bieu-tuong-1040184












Komentar (0)