Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Pejamkan matamu dan kamu akan melihat musim panas.

Suatu sore di bulan Mei, di jalan melewati sekolah lamaku, di tengah terik matahari dan pepohonan yang perlahan berubah menjadi hijau tua, tiba-tiba aku mendengar suara jangkrik dari pohon flamboyan tua. Pada saat itu, tangan ingatan menarikku menjauh dari kekhawatiran masa dewasa, membawaku kembali ke halaman sekolah lama, tempat seragam putih dan buku catatan berbau kertas segar.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng23/05/2026

Aku ingat musim panas di masa sekolahku, ketika hidup begitu sederhana sehingga kebahagiaan hanyalah dibangunkan tepat waktu oleh ibuku di pagi hari, bersepeda ke sekolah, dan duduk di kelas dengan jendela terbuka untuk membiarkan angin sepoi-sepoi masuk. Sekolahku dulu terletak di ujung jalan kecil, dengan pohon beringin tua di depan dan halaman luas di belakang dengan dua pohon flamboyan. Setiap bulan Mei, ketika angin panas pertama mulai menyelinap melalui jendela kelas, jangkrik akan mulai terbangun di dedaunan. Awalnya, hanya beberapa kicauan yang tersebar di siang hari, terdengar seperti seseorang yang mencoba mengumumkan datangnya musim panas. Kemudian, entah kapan, suara itu secara bertahap menjadi lebih sering, bergema di seluruh halaman sekolah, memenuhi waktu istirahat, dan bahkan sore hari setelah sekolah ketika matahari sudah terbenam di balik ruang kelas.

CN4d.jpg
Mengabadikan foto-foto teman-teman di hari-hari terakhir masa sekolah mereka. Foto: HOANG HUNG

Di masa-masa awal sekolah kami, suara jangkrik adalah sumber kegembiraan bagi kami. Suara jangkrik menandakan liburan musim panas akan segera tiba, artinya tidak perlu lagi bangun pagi, tidak perlu lagi menghafal pelajaran, dan tidak perlu lagi khawatir tentang ujian yang tak terduga. Jangkrik menandai sore hari yang dihabiskan untuk bermain di lapangan, pertandingan sepak bola larut malam, berbagi es krim dengan teman-teman, dan hujan deras di awal musim yang membuat kami berlarian dan tertawa.

Suara jangkrik perlahan berubah selama masa SMA, ketika musim panas bukan lagi sekadar liburan. Musim itu menjadi musim buku tahunan. Musim tatapan ragu-ragu ketika mereka secara tak sengaja bertemu di lorong sekolah. Musim sesi bimbingan belajar sore hari, ketika matahari telah terbenam, halaman sekolah sepi, hanya beberapa sepeda yang terparkir di dekat pohon flamboyan. Begitulah kehidupan sekolah; setiap perasaan datang begitu lembut. Hanya seseorang yang duduk di sebelahmu meminjamkanmu pena ketika kamu lupa membawa penamu. Hanya satu kali melakukan tugas bersih-bersih bersama, berdiri berdampingan menyeka papan tulis di bawah sinar matahari yang masuk melalui jendela. Hanya satu hari hujan, seseorang menarik kursimu lebih dekat untuk mencegah air memercik ke tubuhmu. Hal-hal kecil seperti itu sudah cukup untuk dikenang sepanjang sore, dan kamu akan tetap tersenyum polos di rumah.

Selama liburan musim panas terakhir kami di sekolah, suara jangkrik menjadi melodi yang familiar. Halaman sekolah dipenuhi dengan warna merah cerah dari bunga pohon flamboyan. Kelopak bunga berjatuhan di mana-mana: di kemeja putih, di tangga, di tanah, dan bahkan di buku tanda tangan yang buru-buru diisi dan diedarkan. Semua orang tertawa, mengambil foto, dan membuat rencana untuk bertemu lagi. Seragam sekolah putih dipenuhi tanda tangan dari seluruh kelas. Ada catatan coretan, harapan singkat, dan bahkan beberapa lelucon konyol dari teman-teman dekat…

Tahun-tahun berlalu dan membawa kita masing-masing ke kota-kota yang berbeda, bertemu orang-orang baru, dan memulai perjalanan baru. Ada suka cita, kehilangan, dan hal-hal yang kita kira telah kita lupakan. Namun kemudian, suatu sore di bulan Mei, ketika kita tanpa sengaja mendengar suara jangkrik bergema dari puncak pohon, jantung kita berdebar kencang, seolah-olah kita baru saja bertemu dengan diri kita yang berusia tujuh belas tahun, dengan hati yang masih penuh mimpi. Hari-hari sekolah, sebenarnya, tidak pernah benar-benar meninggalkan kita. Mereka hanya tertidur dengan tenang di sudut terdalam ingatan kita, menunggu jangkrik memanggil musim panas kembali, dan kemudian mereka akan terbangun, utuh dan lembut.

Sumber: https://www.sggp.org.vn/nham-mat-thay-mua-he-post854131.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Lomba lari estafet

Lomba lari estafet

Pameran seni

Pameran seni

Momen matahari terbenam di atas laut di Ha Tien.

Momen matahari terbenam di atas laut di Ha Tien.