Dalam video viral, setelah mengeluarkan siung bawang putih dari hidung, lendir tampak "mengalir" keluar dalam jumlah besar. Ini digunakan sebagai bukti bahwa bawang putih telah "membersihkan" sinus. Pada kenyataannya, fenomena ini tidak membuktikan keefektifannya dan bahkan mungkin menunjukkan bahwa orang yang melakukan percobaan tersebut salah memahami cara kerja hidung, menurut Healthline (AS).

Saat Anda memasukkan bawang putih ke hidung, tanpa disadari Anda menghalangi aliran udara dan menjebak lendir di belakang siung bawang putih tersebut.
Ilustrasi: NQ dibuat menggunakan AI
Reaksi iritasi, bukan tanda penyembuhan.
Menurut Dr. Debra Sullivan, seorang dosen senior di Walden University (AS), beberapa video menginstruksikan pemirsa untuk mengupas bawang putih, memasukkan satu siung ke setiap lubang hidung, dan menahannya di sana selama 10-20 menit. Saat dikeluarkan, banyak lendir yang keluar, membuat pemirsa percaya bahwa bawang putih telah membantu membersihkan sinus. Tetapi kenyataannya tidak sesederhana itu.
Selaput lendir hidung bertanggung jawab untuk mengeluarkan lendir guna menjebak bakteri, alergen, dan debu. Ketika Anda pilek atau alergi, tubuh Anda meningkatkan produksi lendir untuk melindungi diri, menyebabkan hidung tersumbat.
Saat Anda memasukkan bawang putih ke hidung, Anda tanpa sengaja menghalangi aliran udara dan menjebak lendir di belakang siung bawang putih. Tubuh menganggap ini sebagai penghalang, jadi ketika Anda mengeluarkan bawang putih, lendir yang terkumpul akan keluar bersamaan. Dengan kata lain, lendir dikeluarkan karena tubuh mencoba mendorong benda asing (siung bawang putih) keluar.
Selain itu, bawang putih mengandung senyawa seperti alisin – yang memberikan aroma khas dan sifat antibakteri – tetapi juga sangat mengiritasi selaput lendir hidung.
Tubuh merasakan adanya penyumbatan dan iritasi kimia, yang menyebabkan peningkatan produksi lendir. Hal ini membuat "efek" dalam video menjadi lebih jelas, tetapi itu adalah reaksi iritasi, bukan tanda penyembuhan.

Penelitian tentang manfaat bawang putih semuanya melibatkan konsumsi, bukan kontak langsung dengan selaput lendir hidung.
Foto: NQ dibuat dari GM
Bawang putih hanya bermanfaat jika digunakan dengan benar.
Bawang putih dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri jika dikonsumsi. Namun, tidak ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa memasukkan bawang putih ke dalam hidung dapat membantu meredakan hidung tersumbat.
Penelitian tentang manfaat bawang putih semuanya melibatkan konsumsi, bukan kontak langsung dengan selaput lendir hidung. Metode memasukkan bawang putih ke dalam hidung untuk mengobati hidung tersumbat juga belum terbukti secara ilmiah efektivitas atau keamanannya.
Metode ini dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti:
- Iritasi dan peradangan mukosa: Senyawa sulfur dalam bawang putih dapat menyebabkan rasa terbakar, peradangan, dan kerusakan jaringan.
- Hidung tersumbat semakin parah: Iritasi menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak lendir.
- Risiko infeksi: Bawang putih mentah dapat mengandung bakteri.
- Risiko penyumbatan benda asing: Siung bawang putih licin, mudah tergelincir jauh ke dalam, dan sulit dikeluarkan.
- Cedera hidung: Selaput lendir hidung memiliki banyak pembuluh darah kecil, sehingga rentan berdarah jika rusak.
Alih-alih mengikuti tren, metode-metode berikut direkomendasikan oleh para profesional medis:
- Bilas hidung Anda dengan larutan garam.
- Minumlah banyak air untuk mengencerkan lendir.
- Hirup uap hangat.
- Gunakan semprotan hidung steroid (seperti fluticasone) sesuai petunjuk.
- Beristirahatlah dan biarkan tubuh Anda pulih dengan sendirinya (biasanya karena virus).
Singkatnya, memasukkan bawang putih ke hidung tidak membantu membersihkan sinus Anda dengan cara yang bermanfaat secara medis. Sebaliknya, hal itu menyebabkan iritasi, meningkatkan produksi lendir, dan membawa potensi risiko infeksi atau cedera. Saat hidung tersumbat, pilihlah metode yang terbukti efektif daripada mengikuti tren online.
Sumber: https://thanhnien.vn/nhet-toi-vao-mui-co-that-su-giup-thong-xoang-185260520173959094.htm











Komentar (0)