Lokakarya ini diselenggarakan dengan tujuan menghubungkan, berbagi pengalaman, menciptakan nilai, dan menciptakan forum bagi lembaga manajemen, perusahaan, koperasi, entitas OCOP, dan unit distribusi untuk bertukar dan mengusulkan solusi guna mengembangkan rantai nilai OCOP mulai dari produksi, pemrosesan, distribusi, hingga konsumsi. Dengan demikian, produk-produk OCOP dapat memperkuat koneksi pasar, memperluas sistem distribusi dan e-commerce modern, mempromosikan merek, dan membangun citra produk OCOP di kota.
Bapak Nguyen Van Da, Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa Kota Ho Chi Minh saat ini memiliki 1.006 produk OCOP dengan 416 entitas peserta. Dari jumlah tersebut, 786 produk telah meraih 3 bintang dan 220 produk telah meraih 4 bintang.

Lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian acara pertama untuk mempromosikan dan menghubungkan perdagangan produk OCOP pada tahun 2025 dengan tema 'OCOP Kota Ho Chi Minh - Integrasi dan Pembangunan'. Foto: Le Binh .
Belakangan ini, Kota Ho Chi Minh telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendorong bisnis berinvestasi di pertanian pedesaan, menghubungkan, dan mengonsumsi produk. Infrastruktur, logistik, dan e-commerce telah berkembang pesat, membantu produk OCOP Kota Ho Chi Minh menjangkau konsumen dengan mudah, memperluas pasar domestik dan internasional. Perusahaan, koperasi, dan rumah tangga produksi memiliki semangat inovasi dan kreativitas, yang berfokus pada peningkatan kualitas dan desain produk.
"Banyak produk yang berpotensi untuk kawasan perkotaan besar, seperti makanan olahan, minuman, kerajinan tangan, tanaman hias, dan produk pertanian berteknologi tinggi... yang sesuai dengan orientasi pembangunan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular Kota Ho Chi Minh. Implementasi Program Satu Komune Satu Produk telah membuahkan hasil positif, menciptakan kekuatan pendorong yang kuat bagi pembangunan ekonomi pedesaan," ujar Bapak Da.

Bapak Nguyen Minh Tien, Direktur Pusat Promosi Perdagangan ( Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup ). Foto: Le Binh .
Namun, Bapak Nguyen Minh Tien, Direktur Pusat Promosi Perdagangan (Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup), mengatakan bahwa meskipun Kota Ho Chi Minh saat ini memiliki lebih dari 1.000 produk OCOP, sebagian besar hanya berkelas bintang 3, tidak ada produk bintang 5. Hal terpenting saat ini adalah memposisikan ulang kelompok produk OCOP, meningkatkan kualitas, dan membangun merek berdasarkan kisah masing-masing desa kerajinan.
"Kota Ho Chi Minh memiliki keunggulan besar dalam produk suvenir, terutama dalam konteks perkembangan pariwisata yang pesat. Oleh karena itu, kota ini perlu memprioritaskan dukungan untuk inovasi dalam desain dan kemasan, terutama untuk pasar internasional. Saat ini, desain produk OCOP di Kota Ho Chi Minh telah membaik, tetapi sebagian besar masih belum menceritakan kisah asal-usulnya, dan belum memberikan kesan yang kuat kepada wisatawan," tegas Bapak Tien.
Selain itu, Bapak Tien mengatakan bahwa kota perlu memperluas ekosistem produk OCOP, alih-alih hanya hadir dalam bentuk tradisional. "Ikan kering dan cumi kering sebaiknya tidak hanya dikeringkan dan dijual seperti sebelumnya. Proses pra-proses, pembumbuan, dan pengemasannya sangat memungkinkan untuk memudahkan kaum muda dan wisatawan," saran Bapak Tien.

Kota Ho Chi Minh berupaya memiliki 5-10 produk OCOP bintang 5 pada periode 2025-2030. Foto: Le Binh .
Salah satu solusi kunci yang ia tekankan secara khusus adalah transformasi digital. Menurutnya, transformasi digital bukan hanya alat penjualan, tetapi juga cara untuk menceritakan kisah produk, menelusuri asal-usulnya, dan membangun kepercayaan bagi konsumen. "Setiap entitas OCOP perlu memiliki kanal penjualannya sendiri, dengan konten yang memperkenalkan proses produksi, sehingga produk tersebut benar-benar dapat dilihat di pasar," ujarnya.
Bapak Tien berharap agar Kota Ho Chi Minh terus mempromosikan acara koneksi perdagangan dan mengembangkan saluran e-commerce secara intensif sehingga produk-produk OCOP dapat "menyebarluaskan potensinya secara maksimal sebagai sebuah kota besar".

Upacara Penandatanganan Kerja Sama antara Dinas Pembangunan Pedesaan Kota Ho Chi Minh dan Klub Petani Vietnam. Foto: Le Binh .
Dalam lokakarya tersebut, Dinas Pembangunan Pedesaan Kota Ho Chi Minh dan Klub Petani Vietnam juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang kerja sama dalam pelaksanaan kebijakan dan program Kota di bidang pembangunan pedesaan. Program kerja sama ini juga membantu kedua belah pihak memanfaatkan sumber daya bisnis untuk meningkatkan daya saing dan pembangunan berkelanjutan produk pertanian.
Sumber: https://nongnghiepmoitruong.vn/ocop-tphcm-tim-loi-giai-phat-trien-chuoi-gia-tri-va-nang-tam-thuong-hieu-d787214.html






Komentar (0)