RT melaporkan bahwa setelah pertemuan antara perwakilan AS, Ukraina, dan Eropa di Jenewa (Swiss) akhir pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesiapannya untuk bertemu Presiden Trump sebelum Thanksgiving untuk "menandatangani perjanjian".
Namun, pimpinan Gedung Putih menolak tawaran Ukraina untuk bertemu minggu ini, membuat penasihat Tn. Zelensky sangat kecewa.

Pimpinan Gedung Putih sebelumnya mengatakan dia hanya akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Ukraina Zelensky ketika kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Ukraina "dalam tahap akhir".
Namun, Presiden Trump telah menginstruksikan Utusan Khusus AS Steve Witkoff untuk melakukan perjalanan ke Moskow guna bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas rencana perdamaian Ukraina yang "direvisi" dengan masukan dari kedua belah pihak.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia mengharapkan kunjungan Utusan Khusus AS Steve Witkoff ke Moskow minggu depan, yang akan mencakup pertemuan antara Witkoff dan Presiden Rusia Putin.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan Rusia siap menunjukkan "kesabaran yang diperlukan" dalam proses perdamaian Ukraina.
"Kami memahami bahwa segala sesuatunya tidak sesederhana itu, bahkan dari perspektif agenda internal AS," ujar Ryabkov, seraya berharap hasil KTT Alaska pada Agustus 2025 masih dapat menjadi batu loncatan bagi solusi diplomatik yang komprehensif.
>>> Pembaca diundang untuk menonton lebih banyak video tentang pertukaran tahanan sebelumnya antara Rusia dan Ukraina.
Sumber: https://khoahocdoisong.vn/ong-trump-tu-choi-loi-de-nghi-gap-mat-trong-tuan-nay-cua-ukraine-post2149072138.html






Komentar (0)