
OPEC+ kemungkinan pertahankan produksi pada pertemuan mendatang
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, kemungkinan akan mempertahankan produksi tidak berubah pada pertemuan mereka tanggal 30 November, sembari berfokus pada pembahasan kapasitas produksi para anggota sebagai dasar untuk memutuskan kebijakan masa depan, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut.
OPEC+ telah memangkas produksi selama beberapa tahun hingga April 2025, ketika delapan anggota mulai meningkatkan produksi untuk merebut kembali pangsa pasar. Pemangkasan mencapai puncaknya pada Maret 2025, mencapai 5,85 juta barel per hari, atau hampir 6% dari produksi global. Kedelapan anggota tersebut meningkatkan target produksi mereka sekitar 2,9 juta barel per hari dari April hingga Desember 2025 dan sepakat pada pertemuan terakhir mereka di bulan November 2025 untuk menghentikan sementara peningkatan produksi pada kuartal pertama tahun depan karena risiko kelebihan pasokan. Tiga sumber mengatakan OPEC+ kemungkinan besar tidak akan mengubah kebijakan produksinya untuk kuartal pertama tahun 2026 atau mempertimbangkan untuk mengubah tingkat produksi keseluruhan tahun 2026 yang disepakati pada pertemuan terakhirnya di bulan Mei 2025.
OPEC+ memproduksi sekitar separuh minyak dunia dan telah membahas selama bertahun-tahun angka kapasitas produksi yang digunakan para anggotanya untuk menetapkan target produksi mereka. Dalam pertemuan tersebut, para menteri diharapkan membahas mekanisme untuk menilai kapasitas produksi maksimum negara-negara, yang akan menjadi acuan untuk tingkat produksi dasar tahun 2027. OPEC+ membahas isu ini pada bulan September 2025 secara teknis.
OPEC+ kesulitan menemukan kompromi dengan beberapa anggotanya, seperti Nigeria, yang menginginkan kuota produksi yang lebih tinggi mengingat terbatasnya kapasitas yang belum terpakai, menurut Badan Energi Internasional. Sementara itu, Uni Emirat Arab masih memiliki kapasitas cadangan setelah mencapai peningkatan moderat dalam pangsa produksi OPEC+ tahun ini. Angola meninggalkan grup tersebut pada tahun 2024 karena ketidaksepakatan mengenai target produksi. Sebuah sumber OPEC+ mengatakan bahwa setiap perubahan kuota pada pertemuan tersebut perlu disetujui oleh semua anggota.
Sumber: https://vtv.vn/opec-co-the-giu-nguyen-san-luong-tai-cuoc-hop-thang-11-100251126212523744.htm






Komentar (0)