Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Pilot bisa tidur saat terbang.

Pilot yang tidur selama penerbangan adalah bentuk istirahat terkontrol, yang membantu mereka tetap lebih waspada untuk menjaga keselamatan penumpang.

ZNewsZNews20/11/2025

Pilot dapat tidur selama 10-40 menit saat pesawat terbang dengan stabil dan di bawah pengawasan kopilot. Foto: Yakobchuk Olena/Pexels .

Mungkin terdengar sulit dipercaya, tetapi pada banyak penerbangan jarak jauh, pilot sebenarnya diperbolehkan tidur, bahkan sebagai bagian dari prosedur keselamatan. Ini bukan soal kebijakan pribadi, melainkan strategi yang diizinkan dan dipantau secara ketat oleh otoritas penerbangan untuk mengurangi kelelahan dan menjaga kokpit tetap waspada sebisa mungkin saat dibutuhkan.

Menurut organisasi nirlaba internasional Flight Safety Foundation (FSF), penerbangan jarak jauh, yang dapat berlangsung lebih dari 10-14 jam, mengharuskan pilot untuk selalu waspada dalam lingkungan yang penuh tekanan. Kelelahan dianggap sebagai salah satu risiko terbesar bagi keselamatan penerbangan, dan banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur mengurangi waktu reaksi dengan cara yang mirip dengan penggunaan alkohol.

Untuk mengatasi hal ini, organisasi penerbangan internasional seperti ICAO, IATA, dan IFALPA telah menetapkan kerangka pedoman yang disebut "manajemen risiko kelelahan". Bagian penting dari sistem ini adalah "istirahat terkontrol" di kokpit.

phi cong anh 1

Menurut peraturan keselamatan penerbangan, tidur pada waktu yang tepat juga merupakan tindakan keselamatan. Foto: Global Moments/Pexels.

"Tidur terkontrol" biasanya berlangsung 10-40 menit, dilakukan saat pesawat terbang dengan stabil, dan diawasi oleh pilot lainnya. Maskapai penerbangan harus mematuhi beberapa ketentuan ketat, seperti hanya tidur saat cuaca dan kondisi penerbangan stabil, menetapkan waktu bangun, dan selalu ada pilot kedua yang sepenuhnya terjaga.

Pada penerbangan yang lebih panjang, terutama penerbangan malam hari, pilot bahkan dapat beristirahat di area tidur terpisah di belakang kokpit. Skybrary menyebutnya sebagai "kompartemen istirahat awak kabin," di mana pilot bergantian tidur sebagai bagian dari shift mereka, memastikan mereka kembali ke kokpit dalam kondisi optimal. Sistem shift ini sangat penting pada penerbangan 14-17 jam, seperti rute Eropa-Asia atau AS-Australia.

Selain kebutuhan fisiologis, tidur pada waktu yang tepat juga merupakan tindakan pengamanan. Menurut penelitian NASA, tidur siang singkat selama 20-30 menit secara signifikan meningkatkan kecepatan reaksi dan kewaspadaan pilot, mengurangi risiko "microsleep" (kondisi di mana otak sementara mati selama beberapa detik) yang mungkin bahkan tidak disadari oleh pilot. Inilah mengapa banyak ahli menyebut istirahat terkontrol sebagai "bantalan pengaman senyap" di kokpit.

Namun, peraturan tidak sama di semua negara. Di AS, peraturan membatasi tidur di kokpit, sementara banyak wilayah lain seperti Eropa, Kanada, dan Asia mengizinkan istirahat terkontrol yang lebih luas dengan standar yang lebih ketat. Perbedaan ini mencerminkan bagaimana setiap negara menyeimbangkan risiko kelelahan dengan keselamatan operasional.

Dari sudut pandang penumpang, pilot yang tidur saat terbang mungkin mengkhawatirkan. Namun, istirahat yang cukup sangat penting untuk memastikan kedua pilot tetap waspada dan siap menghadapi situasi apa pun. Dengan kata lain, tidur siang singkat di kokpit bukanlah gangguan, melainkan bagian dari strategi keselamatan yang dirancang dengan cermat dan berdasarkan sains .

Sumber: https://znews.vn/phi-cong-co-the-ngu-khi-dang-bay-post1604114.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Bermain dengan tanah

Bermain dengan tanah

Peringatan 80 Tahun A

Peringatan 80 Tahun A

Mùa thu hoạch chè

Mùa thu hoạch chè