Rinitis alergi sangat memengaruhi kualitas hidup. Memahami penyebab penyakit ini akan membantu pasien lebih proaktif dalam pencegahan. Pengenalan dini tanda-tanda penyakit menjadi dasar bagi dokter untuk memberikan metode pengobatan yang tepat, sehingga membantu pasien pulih dengan cepat.
Rinitis alergi dijelaskan sebagai suatu kondisi di mana hidung teriritasi, bukan oleh virus atau bakteri, tetapi oleh faktor eksternal seperti debu, serbuk sari, tungau debu, bulu hewan peliharaan, asap rokok, polusi udara atau saat cuaca berubah, sinar matahari dan hujan yang tidak menentu.
Menurut statistik dari Akademi Alergi, Asma & Imunologi Amerika, diperkirakan 10-30% populasi dunia menderita rinitis alergi.
Rinitis alergi dibagi menjadi empat jenis: rinitis alergi musiman, rinitis alergi menahun, rinitis alergi sesekali, dan rinitis alergi akibat kerja. Sebenarnya, kondisi ini tidak terlalu berbahaya dan mengancam jiwa pasien. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat sering kambuh dan berkembang secara parah. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi kualitas hidup, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi seperti sinusitis akut dan kronis, polip hidung, dan sebagainya.

Rinitis alergi sangat memengaruhi kualitas hidup.
Gejala rinitis alergi
Gejala muncul dalam waktu singkat atau berlangsung selama beberapa hari hingga seminggu, lalu menghilang dengan sendirinya. Meskipun tidak terlalu serius, gejala yang berkepanjangan dapat menyebabkan ketidaknyamanan, kelelahan, dan defisiensi imun, yang memengaruhi kehidupan sehari-hari dan aktivitas belajar pasien, terutama anak-anak dan lansia.
Gejala rinitis alergi dibagi menjadi 2 kelompok:
Rinitis alergi siklik: biasanya muncul di awal musim dingin atau panas, menyebabkan penderitanya merasakan hidung gatal, bersin terus-menerus, mata merah, mata gatal, mata berair, hidung berair, dan lendir bening. Penderita juga mungkin mengalami gejala seperti rasa terbakar di konjungtiva, langit-langit mulut, lesu, kelelahan, dan sakit kepala. Gejala-gejala ini dapat berlangsung beberapa hari hingga seminggu, lalu hilang. Pada tahap ini, penyakitnya kambuh, terkadang berlangsung selama bertahun-tahun yang menyebabkan degenerasi, pembengkakan mukosa hidung, hidung tersumbat, dan hipertrofi turbinat hidung...
Rinitis alergi non-siklik: kondisi yang paling umum dengan gejala seperti pilek, bersin, dan hidung berair saat bangun tidur di pagi hari. Gejalanya berkurang secara bertahap di siang hari, tetapi muncul kembali saat terpapar debu atau lingkungan dingin. Awalnya, sekret hidung berwarna bening, tetapi kemudian menjadi lebih kental dan bergelombang. Pada kondisi yang lebih parah, sekret dapat tertahan di tenggorokan dan menyebabkan bersin terus-menerus selama berjam-jam, sehingga penderitanya sering harus meludah dan merusak mukosa hidung. Selain itu, penderitanya sering harus bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat, sehingga sangat rentan terhadap faringitis dan laringitis.
Perlu secara proaktif mencegah rinitis alergi
Saat ini, rinitis alergi tidak dapat disembuhkan dan tidak ada pengobatan khusus. Obat-obatan yang digunakan ditujukan untuk membantu meredakan gejala pilek, hidung tersumbat, hidung gatal, bersin terus-menerus, tenggorokan gatal, batuk, sakit kepala, dan gangguan fungsi penciuman. Oleh karena itu, penting untuk mencegah penyakit ini secara proaktif dengan membatasi paparan alergen, melindungi telinga, hidung, dan tenggorokan, serta menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan resistensi guna meminimalkan risiko rinitis alergi yang lebih parah, khususnya:
Memperkuat sistem kekebalan tubuh: Ketika sistem kekebalan tubuh lemah, tubuh rentan terhadap alergi. Oleh karena itu, memperkuat sistem kekebalan tubuh adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi tubuh dari rinitis alergi.
Hindari alergen: Setelah Anda mengetahui alergen yang Anda alami, cobalah untuk menghindari kontak dengannya. Mengenakan masker di area yang kemungkinan terdapat alergen merupakan perlindungan yang baik bagi pasien.
Melindungi telinga, hidung, dan tenggorokan: Telinga, hidung, dan tenggorokan adalah sistem yang saling berhubungan, jadi melindungi telinga dan tenggorokan dengan baik akan membantu menjaga kesehatan hidung untuk mengurangi risiko rinitis alergi yang lebih parah.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/phong-viem-mui-di-ung-khi-ngay-nang-nong-dem-lanh-sau-169251127163046861.htm






Komentar (0)