
Merupakan program pelatihan untuk segera memutakhirkan regulasi baru, meningkatkan kapasitas kinerja pelayanan publik, dan memenuhi tuntutan pengelolaan sosial ekonomi pada periode baru, khususnya dalam konteks penerapan model pemerintahan daerah 2 tingkat.
Pelatihan ini diselenggarakan secara daring di seluruh Indonesia, mulai dari Kementerian Keuangan hingga seluruh kantor pajak provinsi/kota dan kantor pajak daerah. Pelatihan berlangsung selama 3 hari (26-28 November 2025) dan dilaksanakan di 6 wilayah, meliputi: Delta Sungai Merah; Midlands dan Pegunungan Utara; Pesisir Tengah Utara dan Tengah; Dataran Tinggi Tengah; Delta Mekong; dan Tenggara.
Berbicara pada upacara pembukaan kursus pelatihan, Bapak Dinh Trong Thang - Direktur Sekolah Pelatihan Kader Ekonomi dan Keuangan mengatakan bahwa dalam konteks peningkatan beban kerja dan banyaknya tugas baru yang terdesentralisasi, tim kader tingkat komune perlu dibekali dengan pengetahuan profesional yang solid, keterampilan profesional yang standar, dan kemampuan untuk menerapkan teknologi digital .
“Praktik menunjukkan bahwa tingkat kecamatan merupakan tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, memainkan peran penting dalam mengelola rumah tangga usaha, memperbarui informasi wajib pajak, berkoordinasi dengan otoritas pajak untuk mendorong dan membimbing masyarakat dan pelaku usaha agar sepenuhnya memenuhi kewajiban perpajakannya, berkontribusi dalam membatasi kehilangan pendapatan, meningkatkan disiplin, keadilan, dan transparansi…”, tegas Bapak Dinh Trong Thang.

Pelatihan ini mencakup 6 topik yang dipresentasikan dan dibahas oleh tim pakar perpajakan terkemuka yang merupakan pimpinan Departemen dan unit di bawah Departemen Pajak. Materi pelatihan diperbarui sepenuhnya dengan peraturan baru dan dikaitkan dengan praktik lokal, termasuk: (i) Pengantar struktur organisasi dan aparatur sektor perpajakan; (ii) Estimasi pendapatan anggaran tahunan di tingkat kecamatan; (iii) Prosedur perpajakan yang diterapkan di tingkat kecamatan sesuai model pemerintahan daerah dua tingkat; (iv) Pegawai negeri sipil tingkat kecamatan yang melaksanakan tugas pencegahan kerugian pajak; (v) Penerapan transformasi digital sektor perpajakan - eTax Mobile; (vi) Propaganda dan dukungan hukum perpajakan bagi rumah tangga, pelaku usaha, dan badan usaha di daerah.
Berbicara pada upacara pembukaan, Wakil Menteri Tran Quoc Phuong mengatakan bahwa melalui kursus pelatihan dengan 06 topik pelatihan profesional khusus, sektor Pajak akan memiliki lebih banyak koordinasi dari tim pegawai negeri sipil dan pegawai negeri di tingkat komune untuk mendukung pelaksanaan pengumpulan anggaran yang efektif, manajemen rumah tangga bisnis, propaganda kebijakan pajak, mendukung orang untuk menggunakan eTax Mobile dan menerapkan langkah-langkah untuk mencegah kerugian anggaran di tingkat lokal.
Wakil Menteri Tran Quoc Phuong menekankan bahwa pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil di tingkat komune merupakan jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kebijakan negara, termasuk kebijakan perpajakan. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan perangkat pendukung yang memadai, tim ini akan menjadi perpanjangan tangan dari sektor perpajakan, sehingga memberikan kontribusi penting dalam membangun budaya kepatuhan pajak sukarela, meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak, dan mengembangkan ekonomi berkelanjutan di tingkat akar rumput.
Pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil di tingkat komune merupakan jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kebijakan negara, termasuk kebijakan perpajakan. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan perangkat pendukung yang memadai, tim ini akan menjadi perpanjangan tangan dari sektor perpajakan, sehingga memberikan kontribusi penting dalam membangun budaya kepatuhan pajak sukarela, meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak, dan mengembangkan ekonomi berkelanjutan di tingkat akar rumput.
Wakil Menteri Tran Quoc Phuong menekankan
Sejalan dengan materi pengajaran, Panitia Pelaksana juga menerapkan metode tukar pikiran secara langsung antara dosen dan peserta pelatihan. Dengan demikian, selain dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh satuan kerja perangkat daerah, para pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil di tingkat kecamatan dapat terus bertukar pikiran dan berinteraksi langsung dengan para ahli mengenai permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tugas. Dengan demikian, para ahli dapat menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dengan demikian, para pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil di tingkat kecamatan memiliki pengalaman lebih dalam berkoordinasi dengan instansi perpajakan dan menghubungi wajib pajak.
Sumber: https://nhandan.vn/tang-cuong-boi-duong-chuyen-mon-nghiep-vu-quan-ly-thue-cho-cong-chuc-vien-chuc-cap-xa-post926268.html






Komentar (0)