Oleh karena itu, lebih dari 4.000 siswa sekolah dasar dan menengah menerima pemeriksaan gigi, konsultasi, dan pencatatan status kesehatan mulut mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 2.000 siswa memiliki gigi berlubang, yang mencapai lebih dari 50%. Ini adalah angka yang mengkhawatirkan, mencerminkan fakta bahwa masalah kesehatan mulut di kalangan anak sekolah masih meluas dan membutuhkan intervensi tepat waktu.
Menurut dokter , kerusakan gigi tidak hanya menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan, tetapi juga secara langsung memengaruhi kemampuan siswa untuk makan, perkembangan fisik, dan prestasi akademik. Lebih jauh lagi, jika dibiarkan tanpa perawatan, dapat menyebabkan komplikasi seperti pulpitis dan infeksi, dengan konsekuensi kesehatan jangka panjang. Mengingat situasi ini, Pos Kesehatan Komune Cai Doi Vam menyarankan orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan mulut anak-anak mereka melalui tindakan praktis seperti: mengajari anak-anak untuk menyikat gigi dengan benar setidaknya dua kali sehari , menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride , dan membatasi konsumsi permen dan minuman manis . Pada saat yang sama , anak-anak harus menjalani pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan untuk mendeteksi dan mengobati penyakit mulut sejak dini.
Dalam periode mendatang, Pos Kesehatan Komune Cai Doi Vam akan terus mempromosikan komunikasi dan pendidikan tentang kesehatan mulut di sekolah-sekolah . Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesadaran, perubahan perilaku, dan perlindungan senyum sehat bagi generasi muda.
Sumber: https://soyte.camau.gov.vn/tin-hoat-dong/tang-cuong-cham-care-suc-khoe-rang-mieng-hoc-duong-299670











Komentar (0)