Laporan ini didasarkan pada data dari 146 negara dan diterbitkan untuk pertama kalinya oleh UNESCO. Secara spesifik, tingkat partisipasi dalam pendidikan tinggi saat ini berada di angka 43% dari populasi usia universitas.
UNESCO mengakui bahwa meningkatnya permintaan akan pendidikan tinggi menunjukkan peran penting pendidikan dalam pembangunan sosial berkelanjutan. Lebih lanjut, isu geopolitik , epidemi, atau faktor ekonomi tidak menghalangi siswa untuk belajar di luar negeri.
Destinasi studi tradisional seperti AS, Inggris, Australia, dan Kanada menerima 50% mahasiswa internasional secara global. Sementara itu, Turki, UEA, Tiongkok, dan Korea Selatan menjadi pusat pendidikan yang sedang berkembang.
Namun, kesenjangan regional masih signifikan. Eropa Barat dan Amerika Utara memiliki sekitar 80% pemuda yang kuliah di universitas, sementara Afrika sub-Sahara hanya 9%. Oleh karena itu, ekspansi ini belum diiringi oleh kesempatan yang sama. Hanya sepertiga negara di dunia yang menawarkan biaya kuliah gratis di universitas negeri, dan tingkat kelulusan global hanya meningkat sedikit dari 22% pada tahun 2013 menjadi 27% pada tahun 2024.
Laporan tersebut juga memperingatkan tentang tekanan anggaran, ketidaksetaraan digital, dan pembatasan kebebasan akademik, karena sistem pendidikan global harus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan geopolitik.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/the-gioi-co-gan-300-trieu-sinh-vien-post777620.html











Komentar (0)