Meskipun tumbuh di era digital, banyak anak muda Generasi Z (lahir antara tahun 1997 dan 2012) masih menganggap CD sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan menikmati musik mereka. Bagi mereka, CD bukan hanya alat untuk mendengarkan musik, tetapi juga cara untuk melestarikan kenangan, mengekspresikan gaya pribadi, dan menciptakan pengalaman unik yang sulit digantikan oleh platform musik digital.
CD dan nilai sentimentalnya di mata Generasi Z.
Bagi Generasi Z, setiap album CD memiliki makna spiritual yang unik. Hoang Nhan, lahir tahun 1999, memandang CD sebagai simbol koleksi dan gairah. "Saya membeli CD terutama untuk koleksi, bukan untuk mendengarkan secara rutin," kata Nhan, menambahkan bahwa terkadang ia meluangkan waktu khusus untuk musik, secara acak memilih album untuk menikmati suara dari pemutar CD—perasaan yang jauh lebih istimewa daripada mendengarkan musik online. Nhan menekankan bahwa perasaan kualitas suara yang lebih tinggi dan keunikan setiap album menjadikan CD sebagai media musik yang kaya akan nilai spiritual dan artistik.

Untuk membeli CD asli idola mereka, sebagian penggemar Gen Z harus bepergian ke luar negeri karena edisinya terbatas.
FOTO: KONTRIBUTOR
Bich Tram, lahir tahun 2001, berbagi bahwa setiap album tidak hanya membawa kegembiraan tetapi juga membantu pendengar merasakan pesan positif, bahkan berfungsi sebagai sumber penyemangat. "Setiap album memiliki maknanya sendiri; beberapa album menyampaikan hal positif yang membantu memperbaiki suasana hati saya ketika saya mendengarkannya," katanya. Bagi Tram, CD bukan hanya musik tetapi juga cara untuk melestarikan kenangan, memungkinkannya untuk "menampilkan" kecintaannya pada musik melalui CD yang didesain dengan indah.

CD musik juga merupakan cara bagi band-band muda untuk menjangkau audiens mereka.
FOTO: LP CUB
Hoa An, lahir tahun 1997, juga memiliki pendekatan serupa, percaya bahwa mengoleksi CD idola bukan hanya cara untuk mengekspresikan kecintaannya pada musik tetapi juga cara untuk melestarikan kenangan akan era musik tertentu. "Membeli CD idola dapat dilihat sebagai barang edisi terbatas, bukan hanya untuk mengekspresikan hobi tetapi juga untuk melestarikan kenangan akan periode musik tertentu," kata An. Ini menunjukkan bahwa bagi banyak anak muda Generasi Z, mengoleksi CD bukan hanya hobi tetapi juga bagian dari gaya hidup mereka, yang mencerminkan kecintaan mereka pada musik dan selera estetika pribadi.
Pengalaman lengkap, mulai dari suara hingga perlengkapan pendukung.
Bagi Generasi Z, pengalaman bermusik tidak hanya sebatas mendengarkan musik; tetapi juga menikmati merchandise yang menyertai setiap album. Hoang Nhan berbagi bahwa ia telah membeli lebih dari empat album CD, sebagian besar dari artis Korea. Setiap album dilengkapi dengan barang koleksi seperti photobook dan kartu pos eksklusif, menciptakan pengalaman unik dan memuaskan bagi kolektor. "Nilai sebuah album tidak hanya terletak pada musiknya, tetapi juga pada barang-barang unik yang menyertainya. Barang-barang ini tidak hanya memperkaya koleksi tetapi juga memungkinkan saya untuk menyimpan kenangan bersama idola saya," kata Nhan.

Perhatian terhadap desain dan materi pendukung telah menjadikan CD musik sebagai barang koleksi unik bagi Generasi Z.
FOTO: LP CLUB
Berbicara kepada surat kabar Thanh Nien , Dan Chi, yang lahir pada tahun 2001, mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan dengan cermat sebelum membeli album CD idolanya: "Saya akan mendengarkan lagunya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli CD tersebut. Mengeluarkan uang untuk idola membutuhkan alasan, bukan hanya emosi sesaat." Perspektif ini menunjukkan bahwa Generasi Z mendekati koleksi CD dengan cara yang praktis dan selektif, baik untuk memuaskan hasrat mereka maupun menjaga keseimbangan dalam pengeluaran mereka.
Masa depan CD dalam budaya musik Generasi Z.
Munculnya toko CD khusus juga berarti para kolektor memiliki lebih banyak pilihan berkualitas, memberi mereka ketenangan pikiran tentang keaslian produk. Tempat-tempat ini sering menciptakan ruang pengalaman bagi pelanggan, memungkinkan mereka untuk menikmati musik dari CD sebelum memutuskan untuk membeli, dan juga memamerkan album edisi terbatas atau CD vintage yang sulit ditemukan. Toko-toko ini bukan hanya tempat untuk bertransaksi tetapi juga tempat pertemuan bagi para penggemar dan kolektor, memberi Generasi Z komunitas untuk berbagi minat mereka. Beberapa tempat yang familiar di kalangan pecinta musik antara lain Time Records (Kota Ho Chi Minh) dan LP Club ( Hanoi ).

Memilih CD musik juga merupakan hobi bagi Generasi Z saat ini.
FOTO: TIMES RECORDS
Meskipun memiliki akses ke berbagai platform digital, Generasi Z masih memiliki kecintaan khusus pada CD sebagai simbol gaya hidup dan individualitas. Meskipun musik digital menawarkan kemudahan dan penyimpanan tak terbatas, CD tetap menarik karena sifatnya yang nyata, nilai yang tahan lama, dan terutama pengalaman mendalam yang diberikannya.
Bagi Generasi Z, CD bukan hanya alat untuk mentransfer musik, tetapi juga cara untuk mengekspresikan identitas, menyelaraskan unsur tradisional dan modern. Kebangkitan ini diharapkan bukan hanya sekadar tren sesaat, tetapi simbol kebangkitan budaya di era digital.
Sumber: https://thanhnien.vn/the-he-gen-z-di-san-dia-cd-nhac-co-dien-185241031152151676.htm











Komentar (0)