Sistem pengawasan penyakit menular telah mencatat informasi tentang varian baru COVID-19 (SARS-CoV-2 BA3.2) yang memiliki beberapa perubahan dalam karakteristik antigenik dan kemampuan untuk menghindari kekebalan dalam kondisi laboratorium.
.jpg)
Mengingat situasi di atas, Kementerian Kesehatan terus memantau secara cermat perkembangan epidemi dan varian yang beredar di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kementerian mengarahkan sistem kesehatan preventif, fasilitas pemeriksaan dan pengobatan medis, serta unit terkait untuk terus melakukan pengawasan, deteksi dini, penilaian risiko, dan kesiapan untuk merespons jika diperlukan.
Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat untuk tidak panik tetapi juga tidak lengah. Pantau kesehatan Anda secara aktif, praktikkan kebersihan pribadi yang baik, dan pergilah ke fasilitas medis jika Anda memiliki gejala yang mencurigakan, terutama bagi lansia, orang dengan penyakit penyerta, wanita hamil, dan kelompok berisiko tinggi lainnya.
Menurut pembaruan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), varian SARS-CoV-2 BA.3.2 sekarang diklasifikasikan sebagai varian yang dipantau. WHO menilai risiko varian ini terhadap kesehatan masyarakat rendah dibandingkan dengan strain Omicron lain yang saat ini beredar.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, varian BA.3.2 pertama kali tercatat di Afrika Selatan pada 22 November 2024. Data yang tersedia menunjukkan bahwa BA.3.2 menunjukkan beberapa perubahan dalam sifat antigenik dan kemampuan penghindaran kekebalan dalam kondisi laboratorium.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa varian ini meningkatkan keparahan penyakit, jumlah rawat inap, atau kematian. WHO juga menyatakan bahwa vaksin COVID-19 saat ini tetap efektif dalam mencegah perkembangan penyakit yang parah dan kematian.
Sumber: https://baolamdong.vn/theo-doi-bien-the-moi-cua-covid-19-433637.html










Komentar (0)