Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Apakah kekurangan seng dapat dicegah?

Seng merupakan mikronutrien penting untuk sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan, dan banyak fungsi tubuh vital. Meskipun demikian, kekurangan seng masih umum terjadi pada anak kecil, wanita hamil, dan lansia.

Báo Sức khỏe Đời sốngBáo Sức khỏe Đời sống22/05/2026

Seng adalah salah satu mikronutrien penting bagi tubuh, yang terlibat dalam ratusan reaksi biologis penting. Meskipun tubuh hanya membutuhkan sedikit setiap hari, seng tetap memainkan peran utama dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, mendorong pertumbuhan, mendukung fungsi saraf, reproduksi, dan penyembuhan luka.

Namun, kekurangan seng masih cukup umum terjadi di banyak kelompok, termasuk anak-anak kecil, wanita hamil, lansia, dan mereka yang memiliki pola makan tidak seimbang.

Para ahli nutrisi mengatakan bahwa kekurangan seng sepenuhnya dapat dicegah jika individu secara proaktif mengembangkan pola makan sehat dan mengonsumsi suplemen mikronutrien ini dengan benar.

Peran seng dalam tubuh

Seng adalah mineral mikro esensial untuk fungsi sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, dan perkembangan. Mineral ini juga terlibat dalam sintesis protein dan DNA serta mendukung aktivitas banyak enzim dalam tubuh.

Isi
  • Peran seng dalam tubuh
  • Apa saja efek dari kekurangan seng?
  • Konsekuensi lain dari kekurangan seng
  • Apakah kekurangan seng dapat dicegah?

Bagi anak-anak, seng memainkan peran yang sangat penting dalam pertumbuhan tinggi badan, berat badan, dan perkembangan otak. Pada orang dewasa, seng membantu menjaga kesehatan reproduksi, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mendukung pemulihan setelah sakit.

Selain itu, mineral ini membantu melindungi kulit, memperkuat rambut, dan mempercepat penyembuhan luka.

Karena tubuh tidak dapat mensintesis atau menyimpan seng dalam jangka waktu lama, mikronutrien ini perlu ditambahkan secara teratur melalui diet harian.

Apa saja efek dari kekurangan seng?

Ketika tubuh kekurangan seng, banyak fungsi fisiologis dapat terpengaruh. Tergantung pada usia dan tingkat keparahan kekurangannya, gejalanya dapat bervariasi.

Untuk janin dan anak kecil

Kelompok ini paling rentan terhadap kekurangan seng karena mikronutrien ini memainkan peran penting dalam pembelahan dan pertumbuhan sel.

Anak-anak dengan kekurangan seng sering menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Pertumbuhan lambat, perkembangan terhambat;
  • Kehilangan nafsu makan, tidak menikmati makan;
  • Mudah rentan terhadap infeksi;
  • Penyembuhan luka yang lambat;
  • Imunodefisiensi;
  • Gangguan rasa.

Dalam beberapa kasus, kekurangan seng yang berkepanjangan dapat memengaruhi perkembangan seksual dan pertumbuhan intelektual anak.

Bagi wanita hamil, kekurangan seng dapat meningkatkan risiko keterlambatan pertumbuhan intrauterin, kelahiran prematur, atau bayi dengan berat badan rendah.

Thiếu kẽm có thể phòng ngừa được không?- Ảnh 2.

Kekurangan seng adalah kondisi umum, tetapi sepenuhnya dapat dicegah jika individu secara proaktif memperhatikan nutrisi mereka sejak usia dini.

Dampak pada pria

Seng merupakan mikronutrien penting untuk kesehatan reproduksi pria. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kekurangan seng dikaitkan dengan penurunan kadar testosteron dan penurunan kualitas sperma.

Pria yang kekurangan seng mungkin mengalami masalah seperti:

  • Libido menurun;
  • Jumlah sperma berkurang;
  • Sperma lemah;
  • Penurunan kesuburan.

Selain itu, kekurangan seng yang berkepanjangan dapat menyebabkan kelelahan, penurunan berat badan, penurunan massa otot, dan peningkatan risiko masalah prostat.

Dampak pada lansia

Pada orang dewasa yang lebih tua, kemampuan untuk menyerap mikronutrien sering menurun seiring bertambahnya usia. Kekurangan seng membuat sistem kekebalan tubuh kurang efektif, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

Lansia yang kekurangan seng sering rentan terhadap kondisi-kondisi berikut:

  • Kelelahan berkepanjangan;
  • Kebiasaan makan yang buruk;
  • Pemulihan yang lambat setelah sakit;
  • Peningkatan risiko pneumonia dan influenza;
  • Penurunan daya ingat dan fungsi kognitif.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan seng mungkin terkait dengan peningkatan risiko penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular atau kanker.

Konsekuensi lain dari kekurangan seng

Kekurangan seng tidak hanya memengaruhi pertumbuhan dan kekebalan tubuh, tetapi juga dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya seperti:

  • Anemia;
  • Dermatitis, ruam;
  • Rambut rontok;
  • Buta ayam;
  • Diare berkepanjangan;
  • Luka tersebut sembuh perlahan;
  • Osteoporosis;
  • Penurunan indra perasa dan penciuman.

Selain itu, kekurangan seng yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes, serta membuat infeksi lebih mungkin kambuh.

Apakah kekurangan seng dapat dicegah?

Sebagian besar kasus kekurangan seng berkaitan dengan pola makan yang kurang mengandung mikronutrien ini, ketidakseimbangan nutrisi, atau gangguan penyerapan seng.

Untuk mencegah kekurangan seng, perlu menjaga pola makan yang bervariasi dan memprioritaskan makanan yang kaya akan seng secara alami.

Tingkatkan asupan makanan yang kaya zinc.

Beberapa makanan yang kaya akan seng dan sebaiknya dimasukkan dalam diet Anda secara teratur meliputi:

  • Makanan laut, terutama tiram;
  • Jenis-jenis ikan laut;
  • Daging sapi, unggas;
  • Telur dan susu;
  • Kacang-kacangan;
  • Biji labu, kacang mete, almond;
  • Biji-bijian utuh.

Di antara semua itu, tiram dianggap sebagai sumber zinc terbaik. Selain itu, daging merah dan makanan laut juga merupakan sumber zinc yang mudah diserap oleh tubuh.

Persiapan makanan yang tepat

Banyak makanan mengandung fitat—senyawa yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap seng. Fitat umumnya ditemukan dalam kacang-kacangan dan biji-bijian utuh.

Untuk mengurangi dampak situasi ini, kita sebaiknya:

  • Rendam kacang sebelum dimasak.
  • Gunakan biji-bijian yang difermentasi;
  • Sertakan berbagai macam makanan dalam diet Anda.

Metode-metode ini membantu mengurangi kadar fitat dan mendukung penyerapan seng yang lebih efisien oleh tubuh.

Hindari konsumsi berlebihan makanan olahan.

Makanan cepat saji dan makanan olahan seringkali tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, tetapi miskin mikronutrien. Konsumsi makanan ini secara teratur tidak hanya meningkatkan risiko obesitas tetapi juga menyebabkan kekurangan banyak mineral penting, termasuk seng.

Untuk anak-anak dengan nafsu makan buruk yang berkepanjangan, penambahan berat badan yang lambat, atau orang lanjut usia dengan kebiasaan makan yang buruk, pemeriksaan gizi rutin dianjurkan untuk mendeteksi tanda-tanda awal kekurangan mikronutrien.

Suplementasi seng harus dikonsumsi dalam dosis yang tepat sesuai petunjuk dokter; hindari pengobatan sendiri dalam jangka panjang.

Singkatnya: Kekurangan seng adalah kondisi umum tetapi sepenuhnya dapat dicegah jika individu secara proaktif mengelola nutrisi mereka sejak usia dini. Pola makan yang beragam dan kaya mikronutrien tidak hanya meningkatkan kesehatan secara keseluruhan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kekebalan tubuh dan pencegahan banyak penyakit berbahaya.

Sumber: https://suckhoedoisong.vn/thieu-kem-co-the-phong-ngua-duoc-khong-169260514211728633.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Jalanan Saigon

Jalanan Saigon

JALAN BUNGA MUSIM SEMI

JALAN BUNGA MUSIM SEMI

Bermain dengan tanah

Bermain dengan tanah