Meningkatkan institusi untuk fase pembangunan baru.

Persetujuan Politbiro bagi Kota Ho Chi Minh untuk meneliti dan mengembangkan Undang-Undang tentang Kawasan Perkotaan Khusus telah menarik perhatian Komite Partai, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dianggap sebagai langkah penting menuju penyempurnaan kerangka hukum, menciptakan kondisi agar kota dapat lebih proaktif dalam pengelolaan dan pengembangannya.
Menurut Ketua Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh, Nguyen Van Duoc, kota tersebut telah menyusun rancangan resolusi, garis besar, dan isi undang-undang tersebut; dan terus meminta pendapat dari lembaga pusat dan para ahli sebelum menyerahkannya kepada pihak berwenang untuk dipertimbangkan.
Undang-Undang tentang Kawasan Perkotaan Khusus diberlakukan dalam konteks Kota Ho Chi Minh memasuki fase pembangunan baru dengan skala yang semakin besar dan tuntutan yang semakin tinggi. Perluasan ruang perkotaan dan reorganisasi model pemerintahan lokal telah menciptakan persyaratan baru dalam pengelolaan.
Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat telah mengungkap banyak keterbatasan dalam mekanisme yang ada, sehingga membutuhkan kerangka hukum yang inovatif, luas, dan cukup fleksibel untuk memenuhi tuntutan pembangunan yang cepat dan berkelanjutan.
Berdasarkan pengalaman manajemen praktis, Kota Ho Chi Minh telah mengidentifikasi tiga prinsip untuk pembuatan undang-undang: memastikan otonomi komprehensif pemerintah daerah sesuai dengan motto "pemerintah daerah memutuskan, pemerintah daerah bertindak, pemerintah daerah bertanggung jawab"; melegalkan hambatan praktis seperti pengelolaan ruang bawah tanah, aset publik, proyek kereta api perkotaan, dan pusat keuangan internasional; dan terus mempromosikan efektivitas mekanisme khusus yang telah diujicobakan.
Memberdayakan pembangunan perkotaan dan memperluas sumber daya.

Sesuai rencana, Undang-Undang tentang Kawasan Perkotaan Khusus akan secara jelas mendefinisikan posisi dan peran Kota Ho Chi Minh, sekaligus menetapkan mekanisme, kebijakan, wewenang, dan tanggung jawab dalam pengelolaan, pembangunan, dan pengembangan perkotaan. Penguatan desentralisasi dan pendelegasian kekuasaan, disertai dengan pengendalian kekuasaan dan akuntabilitas, diidentifikasi sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tata kelola.
Salah satu aspek kunci dari Undang-Undang ini adalah memberikan otonomi yang lebih substansial kepada pemerintah kota di bidang-bidang utama. Kota Ho Chi Minh akan mampu secara proaktif memobilisasi sumber daya keuangan, memutuskan proyek investasi, dan mengelola anggarannya, secara bertahap mengatasi ketergantungannya pada mekanisme "permintaan dan pemberian".
Selain itu, kota ini dapat secara fleksibel dan efektif memanfaatkan sumber daya lahan dan menerapkan berbagai bentuk mobilisasi modal seperti menerbitkan obligasi kota dan meminjam modal domestik dan asing untuk berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur utama.
Di bidang ekonomi, Kota Ho Chi Minh berorientasi pada penerapan mekanisme insentif selektif, dengan fokus pada teknologi tinggi, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi sirkular. Pada saat yang sama, kota ini memiliki kondisi untuk mengembangkan model-model baru seperti zona perdagangan bebas, zona ekonomi bebas, dan memperkuat hubungan regional.
Dari segi perencanaan, undang-undang tersebut memungkinkan kota untuk secara proaktif mengembangkan rencana induk dengan visi jangka panjang berdasarkan model multi-pusat, memastikan integrasi dan konektivitas. Ruang pengembangan seperti ruang bawah tanah, ruang hijau, jalur air, dan model perkotaan yang terhubung dengan transportasi umum akan diorganisir secara terkoordinasi.
Yang perlu diperhatikan, Undang-Undang tentang Kawasan Perkotaan Khusus diharapkan dapat menciptakan terobosan dalam pembangunan infrastruktur, terutama sistem kereta api perkotaan, logistik, pelabuhan, energi, dan telekomunikasi, sehingga meningkatkan daya saing dan konektivitas regional.
Di samping pembangunan ekonomi, Kota Ho Chi Minh terus berfokus pada bidang sosial budaya seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan pengembangan sumber daya manusia, dengan tujuan membangun Kota Ho Chi Minh menjadi kota modern dengan kualitas hidup yang tinggi dan daya saing regional.
Sumber: https://daibieunhandan.vn/tp-ho-chi-minh-ky-vong-dot-pha-the-che-tu-luat-do-thi-dac-biet-10415640.html











Komentar (0)